Analisis Film Layangan Putus dalam Psikologi: Cheating Phenomenon in Relationship – Belajar Dikit Tentang Perselingkuhan dari Layangan Putus

Perfilman

7 Des, 2021

Pendahuluan

Kali ini Bumi Psikologi akan memuat artikel mengenai Analisis Film Layangan Putus dalam Psikologi khususnya fenomena Cheating Phenomenon in Relationship. Di sini siapa yang sudah nonton film Layangan Putus? Harusnya udah dong, apalagi berkaitan sama perlopean yang anti mainstream pasti menyitas banyak perhatian kawula muda. Kalau kamu udah nonton tentu ada satu yang menarik yang mungkin kamu perhatiin yaps benar fenomena perselingkuhan.

Perselingkuhan tentunya sangat dihindari bagi para pelaku pembuat hubungan dengan orang lain. Siapa coba yang mau pasangannya membagi cinta dengan yang lain? gak ada ya kan. Jadi, bagi Anda para buaya, tuan alligator, om crocodile dimohon mengerti dan bermawas diri hey Anda. Untuk menambah mawas dirinya kenapa sih kira-kira orang bisa melakukan tindakan perselingkuhan atau cheating? Simak yuk artikelnya dalam analisis film Layangan Putus dalam Psikologi.

Yuk langsung saja baca artikel dengan judul Analisis Film Layangan Putus dalam Psikologi: Cheating Phenomenon in Relationship – Belajar Dikit Tentang Perselingkuhan dari Layangan Putus sampai tuntas ye.

Analisis Film Layangan Putus dalam Psikologi: Cheating Phenomenon in Relationship – Belajar Dikit Tentang Perselingkuhan dari Layangan Putus

Analisis film layangan putus dalam psikologi. Analisis fenomena selingkuh dalam psikologi. Cheating phenomenon in psychology
Layangan Putus. Sumber: Jawapos.com

Serial Layangan Putus yang belakangan ini menyita perhatian di media sosial, mengisahkan tentang rumah tangga Aris dan Kinan. Serial drama ini diawali dengan upacara siraman selametan (nujuh bulanan) bagi kehamilan kedua Kinan. Semua orang yang hadir dalam acara selametan itu tampak bahagia. Tentu saja, calon buah hati yang sedang dikandung oleh Kinan itu akan menjadi kebahagian baru yang hadir di keluarga mereka.

Semula, keluarga Aris dan Kinan adalah keluarga yang bahagia—potret keluarga ideal. Aris yang sukses dengan karirnya pun berparas tampan. Kinan cantik, yang awalnya berprofesi sebagai dokter untuk kemudian beralih menjadi ibu rumah tangga. Mereka juga telah dikaruniai Raya, putri pertama yang manis dan juga pintar.

Meski mulanya keluarga ini tampak sempurna, tetapi ada hal yang Aris tutupi sejak awal. Selama masa kehamilan tua anak kedua Kinan, rupanya Aris telah bermain di belakangnya dan berselingkuh dengan Lidya. Ini yang menyebabkan Kinan merasa rumah tangganya sedang dalam keadaan yang terombang-ambing, layaknya layangan yang putus, terbang tanpa arah tanpa ada yang memegangi.

Hal menarik lain dari serial drama ini adalah, diangkat berdasarkan kisah nyata yang sempat viral pada tahun 2019 lho, gais. Lalu, sebenarnya tuh kenapa sih, seseorang memilih untuk berselingkuh? Apa yang menjadi motif di balik perselingkuhan yang terjadi?

Berdasarkan kisah serial Layangan Putus, sebenarnya dari awal sudah dapat terbaca bahwa ada yang tidak beres dari sikap Aris kepada Kinan. Mulai dari Aris yang tidak pernah jujur tentang aktivitas kesehariannya di kantor, jarang memberi kabar, dan sulit dihubungi oleh Kinan. Walau pun begitu, hingga saat ini belum ada yang tahu pasti hal apa yang menyebabkan Aris berselingkuh.

Nah, tapi, dari banyaknya pendapat ahli mengenai beragam penyebab perselingkuhan, ada beberapa yang kiranya menurut penulis berkaitan dengan perselingkuhan Aris lakukan dalam serial drama Layangan Putus, di antaranya:

Kematangan emosional

Kematangan kedua pasangan, baik istri maupun suami, sangat berpengaruh terhadap baik buruk dari berlangsungnya rumah tangga seseorang. Dengan kematangan emosi yang baik, maka seseorang akan senantiasa berupaya menyelasaikan permasalahan—konflik rumah tangga—secara positif. Ia akan bersikap terbuka, jujur terhadap pasangan, lebih mampu mengendalikan emosi terhadap segala keinginannya, termasuk menahan keinginannya terhadap godaan yang ada selama berumah tangga—pelakor, misalnya (aseekk!!).

Selain itu, seseorang yang memiliki kematangan emosi yang tinggi, akan mampu mempertimbangkan keputusan dengan matang. Hemat penulis, ia akan lebih mampu menilai baik dan buruknya perilaku berselingkuh bagi diri dan pasangannya, karena ia sadar memiliki tanggung jawab atas pasangannya. Allport juga menjelaskan bahwa individu akan cenderung melakukan perilaku menyimpang apabila emosinya belum matang.

Komitmen yang rendah

Seseorang yang berselingkuh mungkin saja masih memiliki pemahaman yang rendah terhadap suatu komitmen, khususnya pada monogami. Seseorang yang memiliki komitmen rendah terhadap suatu hubungan akan berpotensi melakukan perselingkuhan jika bersamaan dengan rasa cinta yang memudar terhadap pasangan utamanya. Berdasarkan hasil riset Selterman, Garcia, dan Tsapelas mamperoleh hasil sebesar 77 persen partisipan yang menunjukkan kurangnya cinta terhadap pasangan utama, atau cintanya lebih besar terhadap pasangan ekstradik.

Ketidakpuasan

Ketika pada hubungan utama mendapati beberapa hal yang tidak memenuhi ekspektasi, misalnya dalam kepuasan seksual maupun psikologis, maka akan mendorong seseorang untuk mencari kepuasan eksternal di luar pasangan utamanya.  

Bosan

Bukan karena tidak bahagia, ataupun bukan karena adanya konflik dalam suatu hubungan. Tetapi, perselingkuhan adalah suatu reaksi terhadap kebosanan terjadi terhadap pasangan.

Adanya kesempatan

Seseorang yang awalnya enggan untuk berselingkuh pun, ketika ada peluang yang tiba-tiba muncul, maka ada kemungkinan perselingkuhan dapat terjadi. Apalagi, menurut Buunk, seseorang yang mulanya memiliki intensi berselingkuh akan sangat mungkin terjadi jika ada kesempatan untuk melakukannya. Dalam hasil riset Selterman, Garcia, dan Tsapelas, menunjukkan bahwa 70 persen partisipan berselingkuh dengan alasan oportunistik, factor situasi.


Sementara hingga sekarang, baru tayang tiga episode yang setiap episodenya terdiri dua (A dan B). Sedangkan semuanya, ada sepuluh episode. Nah, berdasarkan beberapa penyebab perselingkuhan yang sudah saya sebutkan sebelumnya, kira-kira menurut kalian apa yang menyebabkan Aris berselingkuh dari Kinan, gais?

REFERENSI

  • Irawan, Mira Nur Sabrina. “Hubungan Antara Kematangan Emosi Dan Intensi Berselingkuh Pada Individu Dewasa Awal Yang Sudah Menikah.” PhD Thesis, Universitas Airlangga, 2018.
  • Selterman, Dylan, Justin R. Garcia, and Irene Tsapelas. “Motivations for Extradyadic Infidelity Revisited.” The Journal of Sex Research 56, no. 3 (2019): 273–86.
  • ———. “What Do People Do, Say, and Feel When They Have Affairs? Associations between Extradyadic Infidelity Motives with Behavioral, Emotional, and Sexual Outcomes.” Journal of Sex & Marital Therapy 47, no. 3 (2021): 238–52. [Akses di sini]

Penutup

Oke untuk artikel mengenai analisis film layangan putus dalam psikologi sampai di sini saja. Gimana jelas kan? Kalau ga jelas ya baca lagi sih dari atas hehe. Pasti jelas dong kan, karena Bumi Psikologi selalu memberikan kejelasan ga kayak doi yang mantaps jiwa tanpa kejelasan wkwk

Bagi kamu yang memiliki kritik atau saran yang bersifat membangun blog ini atau mau mengirimkan artikel bisa kamu kirimkan ke admin@bumipsikologi.com atau ke menu submit artikel.

Kata kunci: Analisis film layangan putus dalam psikologi. Analisis fenomena selingkuh dalam psikologi. Cheating phenomenon in psychology