Why do people like Bakugou? A Psychology Student Analysis – Analisis Karakter Bakugou Katsuki dalam Psikologi

Pendahuluan 

Kali ini Bumi Psikologi akan memuat artikel mengenai analisis karakter Bakugou Katsuki dalam psikologi. Anime Boku no Hero Academia memang banyak orang yang menyukai anime ini. Ceritanya sederhana, tapi memang seru saja. Karakter utama dalam anime ini cukup mengingatkan kita pada Naruto yang harus bekerja keras untuk mendapatkan cita-citanya. 

Baca juga: Kata Siapa Maraton Nonton Anime atau Drakor dan Baca Buku Tidak Ada Manfaatnya – Teknik Konseling Bibliotherapy dalam Psikologi 

Selain itu, karakter utamanya si Deku, memiliki teman atau rival yang bernama Bakugou Katsuki. Cerita-cerita pertemanan mereka yang saling memperkuat diri dengan berlatih dan bersaing menambah bumbu cerita anime ini. Dalam artikel ini, hanya akan ada analisis karakter Bakugou Katsuki dalam psikologi saja. Untuk karakter lain mungkin di lain waktu. 

Yuk baca saja artikel dengan judul lengkapnya Why do people like Bakugou? A Psychology Student Analysis – Analisis Karakter Bakugou Katsuki dalam Psikologi dan bagiin juga. 

Why do people like Bakugou? A Psychology Student Analysis – Analisis Karakter Bakugou Katsuki dalam Psikologi 

Bakugou Katsuki 

Bakugou Katsuki, salah satu karakter My Hero Academia ciptaan Kohei Horikoshi. Ia digambarkan sebagai tokoh yang kuat, pintar, namun kasar, arrogant, tempramental dan aggressive. Pada musim pertama My Hero Academia, Bakugou digambarkan sebagai bully yang memiliki kepribadian yang buruk.  Pada Character Popularity Poll pertama, Bakugou menduduki urutan kedua sebagai karakter yang paling banyak digemari.

Selanjutnya, pada Character Popularity Poll ke-2 hingga ke-6, Bakugou menduduki posisi pertama sebagai karakter yang paling banyak digemari 5 kali berturut-turut. Horikoshi sendiri mengaku tidak menyangka Bakugou akan menarik perhatian begitu banyak penggemar. Karena awalnya, Ia mendesign karakter Bakugou dengan kepribadian yang buruk dan tidak mudah disukai.

Lalu, bagaimana penggemar banyak menyukai karakter Bakugou? 

Bakugou memang memiliki karakter tempramental yang arrogant dan aggressive. Namun, Bakugou bukan hanya sekedar karakter dengan tempramen yang meledak-ledak. Ada sesuatu yang jauh lebih dari itu yang menggambarkan Bakugou.

Baca juga: Menampilkan Citra Diri (Personal Branding) di Media Sosial – Penjelasan Fenomena Personal Branding dalam Psikologi 

Dalam analisis Psikologi, berdasarkan Jurnal Psychological California Inventory, terdapat beberapa tipe kepribadian, yaitu Alpha, Beta, Gamma, dan Delta. Karakter dengan kepribadian tipe Alpha, terkenal sebagai tipe yang dominan dan ambisius, serta memiliki kepercayaan diri yang tinggi.  

Dengan kemampuan leadership dan keberanian yang tinggi, namun kepribadian dengan tipe Alpha memiliki kelemahan. Karena ego nya yang tinggi, ia sulit untuk membangun hubungan afektif yang baik dengan orang lain. Dalam beberapa artikel, laki-laki dengan kepribadian tipe Alpha, identik sebagai seorang ‘bad boy’ yang charming dan karismatik. Dengan kepercayaan diri dan kemampuan kepemimpinan yang tinggi, kepribadian inilah yang menarik penggemar pada Bakugou, karena karakternya yang kuat dan superior. 

Seorang Psikolog terkenal Carl Gustav Jung menyatakan bahwa setiap manusia, seberapa hebatnya ia, pasti memiliki shadow side. Shadow adalah metafora dari kelemahan manusia seperti rasa iri, serakah, dan egoism. Bakugou adalah wujud dari apa yang kita kenal dengan “shadow” ia kuat, pintar, memiliki rasa percaya diri yang tinggi, dan memiliki ambisi yang kuat. Namun di waktu yang bersamaan, juga merasakan kelemahan, dan rasa iri. 

Baca juga: Tuhan, Kenapa Aku Latah? Sebuah kajian Fenomena Hyperekplexia atau Latah dalam Psikologi 

Di season 3, ia akhirnya menunjukkan perasaan sesungguhnya dan menyatakan bahwa ia juga memiliki kelemahan. Ia menyatakan rasa iri yang ia rasakan pada Deku dan perasaan bersalah karena menganggap bahwa All Might berakhir karena dirinya. Di balik rasa percaya dirinya dan superioritasnya yang tinggi, ia memikul perasaan lemah, iri, dan berasalah yang ia tanggung sendirian

Percampuran dari kekurangan manusia dan kelebihan manusia ini, membuat Bakugou lebih realistis dan relatable. Lebih jauh lagi, dia lebih seperti “manusia” kalau kita bandingkan dengan karakter yang hanya memiliki kepribadian yang positif. Atau dengan kekuatan baik yang kita anggap tidak realistis. 

Bacaan lanjutan: Brandongaille 

Penulis: Mita Amelia (Instagram: WatashiwaMita) 

Penutup 

Oke untuk artikel analisis karakter Bakuogou Katsuki dalam psikologi cukup sampai di sini saja. Jangan lupa bagikan artikel ini ke teman kamu yang lain, biar kami dapet adsenseTerima kasih. 

Bagi kamu yang memiliki kritik atau saran yang bersifat membangun blog ini. Mungkin juga ingin mengirimkan artikel untuk dipublikasikan di blog ini, kamu bisa mengirimkannya ke alamat email berikut: admin@bumipsikologi.com  

Kata kunci: analisis karakter Bakugou Katsuki dalam psikologi. Kepribadian Bakugou Katsuki dalam psikologi. Psikologi Bakugou Katsuki. Alasan Bakugou Katsuki populer dalam psikologi. 

Kanal kiriman artikel dari pembaca dan seluruh manusia tercinta.