Belajar Membaca Bahasa Tubuh dan Micro Ekspresi dari Film – Analisis Psikologi Film Lie to Me

Piksikologi

11 Feb, 2021

Pendahuluan 

Kali ini Bumi Psikologi akan memuat artikel mengenai analisis psikologi film lie to me. Bagi kamu yang minat dengan psikologi tentu bisa belajar selain di luar perkuliahan. Salha satunya kamu bisa belajar suatu ilmu dari sebuah film. Dalam hal ini, kamu bisa belajar seputar membaca basa tubuh orang. Yang bisanya kalau ada manusia masuk jurusan psikologi pasti disuruh menebak kepribadian hanya dari liat sesosok wujud manusia saja. Nah mungkin maksudnya di micro ekspresi ini.

Baca juga: Why do people like Bakugou? A Psychology Student Analysis – Analisis Karakter Bakugou Katsuki dalam Psikologi

Oke mungkin untuk kamu yang minat dalam permikroekspresian film ini bisa menjadi salah satu ajang perkenalan terhadapnya. So, sebelum nonton baca dulu nih analisis psikologi film lie to me di sini. Atau mungkin kamu bisa bandingin sama hasil analisis psikologi versi kamu sendiri juga boleh.

Yuk langsung saja baca dan bagiin juga artikel dengan judul resminya Belajar membaca bahasa tubuh dan micro ekspresi dari film – Analisis psikologi film lie to me.

Belajar Membaca Bahasa Tubuh dan Micro Ekspresi dari Film – Analisis Psikologi Film Lie to Me 

Sinopsis

Musim pertama dibuka bersama Cal dan Gillian yang merekrut rekanan baru: perwira TSA Ria Torres, yang mencetak skor sangat tinggi pada diagnosa pendeteksi penipuan Cal, dan pada gilirannya diberi label “alami” pada deteksi penipuan. Bakat bawaannya di lapangan bertabrakan dengan pendekatan akademis Cal, dan dia sering menunjukkan dengan cepat menganalisis setiap ekspresi wajahnya. 

Dia membalas dengan membaca Lightman dan, ketika dia paling tidak mengharapkannya, percakapan yang dibumbui dengan kutipan dari buku-bukunya. Secara berangsur-angsur terungkap bahwa Dr. Lightman didorong untuk mempelajari ekspresi mikro sebagai akibat dari kesalahan atas bunuh diri ibunya. Dia mengaku baik-baik saja untuk mendapatkan akhir pekan dari bangsal psikiatri, ketika dia benar-benar mengalami penderitaan. 

Analisis Film 

Berdasarkan film tersebut, beberapa kali dalam tiap episodenya memberkan guidance atau informasi ciri-ciri gerak dan ekspresi tubuh serta apa maksudnya. Ini bisa dirangkum dalam gambar  di bawah 

Dalam film ini mengungkapkan semua masalahnya dengna studi kasus dan mengobservasi tersangka. Salah satu cuplikannya yaitu sebagai berikut: Kelli Williams sebagai Dr. Gillian Foster, rekan psikolog Dr. Lightman di The Lightman Group yang menganalisis pola suara, bahasa, dan perilaku.

Dia bisa agak impulsif tetapi sangat profesional dengan klien dan subjek di depan umum. Sementara ia kadang-kadang tidak setuju dengan beberapa tindakan Lightman, ia memiliki perjanjian terbuka dengan Lightman: tidak membiarkan keterampilan profesional mereka mengganggu kehidupan pribadi rekan kerja.  

Kurang hati suaminya sering menantang ini: Ketika Cal yakin suaminya, Alec, curang pada dirinya, dia hanya mengabaikan apa yang dilihatnya, banyak yang membuat Torres kecewa. Hal ini kemudian mengungkapkan bahwa dia tidak berselingkuh tetapi mencoba untuk mengatasi kecanduan narkoba; mereka segera bercerai.

Gillian telah mengadopsi bayi (Sophie) yang akhirnya dikembalikan ke ibu kandung. Karakter ini didasarkan pada Dr. Maureen O’Sullivan, EmeritusProfessor of Psychology di University of San Francisco.

Baca juga: Kata Siapa Maraton Nonton Anime atau Drakor dan Baca Buku Tidak Ada Manfaatnya – Teknik Konseling Bibliotherapy dalam Psikologi

Dari film ini bisa kita simpulkan bahwa bagaimana cara mengetahui seseorang berbohong terhadap sesuatu yaitu dengan melihat gerak tubuhnya yaitu sebagai berikut: 

analisis psikologi film lie to me. Review film lie to me. Rekomendasi film psikologi. Film lie to me dalam psikologi.
Bumi Psikologi – Lie to me

Menghindari kontak mata

Kontak mata dengan orang lain terutama jika memiliki kebohongan dengan kita, pelaku akan cenderung malu atau menghindari kontak mata. Karena mata merupakan jendela hati. Dia akan mencoba mengalihkan pandangannya ke kanan kiri ataupun tertunduk. 

Gaya berbicaranya aneh

Mereka yang berbohong awam akan terlihat jelas dari perubahan gaya berbicaranya misalkan menjadi gagap atau tersendat. Mereka yang sedang berbohong akan berbicara tidak selancar biasanya. Kamu harus memperhatikan setiap katanya, bisa dipastikan akan ada beberapa penggal kata yang tersendat. 

Mengalihkan topik pembicaraan

Orang yang sedang berbohong akan mengharapkan sesegara mungkin untuk mengubah topik pembicaraan kepada yang netral. Sehingga ketika in terjadi kebohongan yang mereka lakukan tidak terbongkar. 

Perhatikan cara bernafasnya 

Ketika orang berbohong orang menginginkan pembicaraan yang dilakukan cepat selesai. Karenanya ini bisa terdeteksi dengan cara berbicaranya yang terkesan tergesa-gesa. Dalam ketergesaan itu mereka akan ngos-ngosan dalam bernafas atau nafasnya akan tersendat tidak seperti biasanya.

Berusaha meyakinkan kita secara berlebihan 

Secara tidak sadar mereka pasti akan berusaha untuk meyakinkan lawan bicara secara berlebihan. Kata-kata yang biasanya digunakan, diantaranya “Percayalah”, “Sebenarnya” bahkan membawa-bawa nama Tuhan, “Demi Tuhan”, pada saat yang bukan tempatnya. 

Telapak Berkeringat

Proses ini kemungkinan ada hubungannya dengan proses fisiologis dalam diri seseorang. Mereka yang sedang berbohong akan memiliki keringat pada telapak. Dalam biologisnya manusia yang sedang mengalami detak jantung maka akan mulai berkeringat dari telapak tangan, kemudian bisa menyebar ke yang lain atau sampai berkeringat di bagian dahi. 

Terlalu banyak detail yang tidak perlu

Hal pertama untuk mengetahui bagaimana atau detail yang tepat untuk bisa memeriksa apakah orang tersebut berbohong atau tidak yaitu benar-benar mendengarkan cerita mereka sampai habis. Kemudian mengetahui berapa banyak yang sebenarnya mereka katakan kepada Anda setiap kejadiannya. Penyebabnya karena mereka kekurangan data untuk mendukung spekulasi atau kebohongannya.

Kalian bisa nonton filmnya di sini [Lie to me Season 1]

Penutup 

Oke untuk artikel analisis psikologi film lie to me cukup sampai di sini saja. Jangan lupa bagiin artikel ini juga ke teman kamu yang lainnya ya, supaya kami dapet adsense. Terima kasih. 

Bagi kamu yang memiliki kritik atau saran yang bersifat membangun blog ini atau mengirimkan artikel untuk dipublish bisa mengirimkannya ke admin@bumipsikologi.com atau ke menu submit artikel.

Kata kunci: analisis psikologi film lie to meReview film lie to me. Rekomendasi film psikologi. Film lie to me dalam psikologi. 

Lebih suka melihat langit biru di antara pepohonan yang hijau. Kunjungi: https://arifkeisuke.com
%d blogger menyukai ini: