Pendahuluan

Kali ini Bumi Psikologi akan memuat artikel mengenai belajar mengenal diri sendiri dari Uchiha Itachi. Siapa sih yang tidak mengenal Itachi, terutama bagi wibu penikmat film shinobi. Itachi merupakan seorang karakter yang cukup unik, dimana Ia menjadi tokoh yang cukup sentral dalam dunia perninjaan. Bahkan, beberapa jalan cerita di sana terkait atau dipengaruhi oleh Itachi. Jangan-jangan kamu kena genjutsu juga dikendalikan Itachi karena selalu halu? Tentu tidak sih ya hehe.

Baca juga: Sesat Pikir Konspirasi Corona Narasi Ala JRX – Penjelasan Konspirasi dalam Psikologi

Siapa sangka, ahli genjutsu yang tiada dua ini memiliki sisi lainnya loh. Kamu bisa belajar mengenal diri sendiri dari sesosok Uchiha Itachi. Kisah hidup, yang tidak lama juga sih, di filmnya membuat banyak penonton berdecak kagum. Bahkan ada mungkin yang bisa mengambil pelajarannya dari sana. Salah satunya belajar mengenal diri sendiri.

Yuk langsung saja baca artikel dengan judul lengkapnya Itachi: Puisi Paling Sedih dalam Dunia Shinobi – Belajar mengenal Diri Sendiri dari Uchiha Itachi sampai habis ya!

Itachi: Puisi Paling Sedih dalam Dunia Shinobi – Belajar mengenal Diri Sendiri dari Uchiha Itachi

Sebuah Cerita dari Uchiha Itachi

belajar mengenal diri dari uchia itachi, mengenal diri dalam piskologi, cara mengenali diri sendiri dalam psikologi, pandangan psikologi mengenali diri sendiri
Bumi Psikologi – Uchia Itachi. Sumber: Flickr

Keselamatan jiwa adalah ketika manusia menemukan jati diri yang sejati, yang membimbingnya menerima sifat dasarnya, yaitu kemampuannya untuk berbuat baik dan berbuat jahat.

Bagian paling menjengkelkan dari pandemi yang memaksa kita untuk berdiam diri, adalah akan lebih banyak waktu bagi kita untuk merenungi diri. Merenung, seringkali menimbulkan perasaan cemas, ketidakpastian, dan kekacauan batin. Mau apa ya setelah lulus? Melanjutkan studi di luar negeri seperti Maudy Ayunda? Atau merintis startup kemudian menjadi pejabat publik layaknya Nadiem Makariem? Atau tidak usah keduanya? Toh aku akan segera menikah pasca lulus kuliah…

Kita selalu dihadapkan dengan pilihan sulit antara keinginan untuk mencapai kesuksesan di bidang yang kita geluti atau menjalani hidup sebagaimana idealisme yang kita impikan. Pilihan dilematis dalam hidup ini diperparah dengan tuntutan dari semua sendi kehidupan. Keluarga dengan penuh harapan, teman yang seolah sudah satu langkah di depan, lingkungan sosial yang menuntut kesempuranaan, sampai diri sendiri yang tak kunjung menentukan pilihan.

Baca juga: Ikut-Ikutan Tren Bukti Millennial Tidak Mau Disebut Ndeso – Penjelasan Bandwagon Effect dalam Psikologi

Semua serangan tersebut sangat mengganggu akal pikiran. Sampai membuatku tidak bisa fokus saat push rank bersama teman. Dalam upaya menemukan jalan ninja, aku berdialog dengan tokoh masa kecil favoritku, seseorang yang berhasil menemukan jati diri yang sejati, dialah Uchiha Itachi. Aku sudahi push rank dengan temanku dan memulai perbincangan santai dengan Itachi.

“Sebentar, pinjam korek dong”, kata Itachi.

Sambil mengehembuskan surya pro, Itachi mulai menasehatiku bahwa aku kalah saat push rank karena kehilangan diriku. Dirimu ada, tapi entah dimana, mungkin telah tereduksi dalam bentuk yang lain dan simplistis. Proses perubahan menjadi “unit tanpa nama” dalam suatu formasi massa.

“Bantu aku menemukan diriku yang sebenarnya Itachi!” kataku sambil menyeruput kopi hitam buatannya.

Kemudian, dengan genjutsunya aku dibawa ke dimensi lain dan dia menjadi tour guide untuk menjelaskan setiap hal yang aku lihat.

belajar mengenal diri dari uchia itachi, mengenal diri dalam piskologi, cara mengenali diri sendiri dalam psikologi, pandangan psikologi mengenali diri sendiri
Bumi Psikologi – Uchia Itachi Mangekyou. Sumber: Wikipedia

Untuk memahami diri sendiri tidak cukup dengan memahami apa yang berada pada level kesadaran. Kita harus meleyapkan jurang pemisah antara aspek kesadaran dan ketidaksadaran. Untuk itu, kita harus mempertemukan alam sadar dan alam bawah sadar kita. Dengan cara berdamai dengan diri sendiri, menerima segala motif jahat yang ada di alam bawah sadar, mengangkatnya ke alam sadar dan menjadikannya satu kesatuan. Sebagaimana Itachi yang mampu berdamai dengan diri sendiri, menyadari sifat dasarnya, yaitu kemampuannya untuk berbuat baik dan berbuat jahat.

Baca juga: Menyelami Fenomena Orang yang Menganggap Dirinya Serba Tahu dan Merasa Hebat – Memahami Dunning-Kruger Effect dalam Psikologi

Dengan penuh keberanian menerima dan menampilkan sisi jahatnya, dia tak pernah mengingkari bahwa dirinya pernah membantai seluruh anggota klan. Menjalani hidup sebagai musuh bersama, tak membuatnya menyimpan dendam kepada desa. Baginya, itu adalah bagian dari pengalaman yang membentuknya menjadi pribadi yang utuh.

Kejahatannya di masa lalu adalah pilihan yang diambilnya sendiri. Menjalankan ajaran Sartre bahwa manusia memiliki kehendak bebas untuk menentukan pilihannya. Aku bebas memilih, maka aku ada!.

Selain kesadaran dan ketidaksadaran, kita juga memiliki warisan psikis, semacam pengetahuan bersama yang kita miliki sejak lahir. Seperti kamu takut sama kecoa terbang, yang ternyata sebagian besar orang juga takut, atau, kita ngga pernah kan diajarkan takut sama gelap? tapi sebagian besar orang takut sama gelap. Ketidaksadaran kolektif ini bisa mempengaruhi segenap perilaku kita, apalagi yang bentuknya perasaan.

Kesamaan warisan psikis yang dimiliki, membentuk manusia menjadi makhluk sosial. Sekalipun manusia adalah makhluk sosial, kita juga tidak boleh lupa bahwa manusia adalah individu yang unik dan memiliki ke khas-annya masing-masing. Jangan sampai kita kehilangan diri kita, atau mereduksi diri kita. Diri kita mungkin ada, tapi entah dimana.

Itachi pernah mereduksinya dirinya, menjadikannya “unit tanpa nama” yang dalam dunia shinobi dikenal dengan nama anbu. Kita pun sering kali membuat diri kita kecil, berproses menjadi sebuah angka yang tak terlalu signifikan dalam data statistika. Kita tak ubahnya seonggok bintang dalam susunan galaksi. Khalayak luas tak akan memandang satu bintang di tengah jutaan bintang dalam satu galaksi. Untuk  menjadi diri sendiri kita harus membuat sebuah jalan yang unik, kita adalah bintang yang memiliki cahaya yang khas. Kita adalah terang.

Baca juga: Kesalahan Memahami Kepribadian Introvert dan Ekstrovert – Introvert dan Ekstrovert dalam Psikologi Kepribadian

Dalam proses menjadi diri sendiri yang utuh hanya dapat diwujudkan dengan suatu kehidupan yang unik dan khas. Memilih melanjutkan hidup dengan bergabung dengan akatsuki, adalah jalan ninja yang dia pilih untuk menemukan jati dirinya. Untuk mencapai semua itu, memang akan selalu disertai rasa sakit dan beban psikis. Kita akan merasakan sepi, sunyi, dan terpisah dari orang lain. Sebagaimana Itachi meninggalkan klan, desa, dan adik yang paling disayanginya, Sasuke. Kesepian dan kesunyian itu adalah hal yang harus dijalaninya hingga membuatnya menyadari bahwa dia adalah pribadi yang khas, yang orisinil.

belajar mengenal diri dari uchia itachi, mengenal diri dalam piskologi, cara mengenali diri sendiri dalam psikologi, pandangan psikologi mengenali diri sendiri
Bumi Psikologi – Hidup itu pilihan. Sumber:Pexels

Sebagai manusia merdeka yang tidak lagi ditentukan oleh sifat konformitas terhadap ketentuan kolektif. Bukan lagi satu bagian kecil dari suatu perkumpulan massa. Menjadi pribadi yang satu kesatuan yang tak terbagi dengan pribadi yang lain. Kita bukan hanya sekedar cebong atau kampret, bukan juga sekedar kadrun atau togog. Kita adalah Ojan, Fitri, Mario, Pak Bambang dan sebagainya. Kita adalah pribadi unik dan khas yang kebetulan merupakan bagian dari suatu kelompok kolektif, bukan sebaliknya.

Dengan semua pengalaman yang telah dilewati, baik manis maupun pahit. Satu hal yang pasti adalah,

Aku tetaplah Itachi, seorang anggota klan Uchiha dari desa Konoha.

dug dug dug drudug dug dug… wah suara dari gerombolan orang yang membangunkan sahur, membuatku tersadar dari genjutsu. Di depanku, Itachi berkata “sebat deh ya, sepertinya efek edo tensei segera menghilang” sebelum edo tensei menghilang, aku segera membaiatnya menjadi bapak pencarian diri. Selesai sebat dia menghilang, dan aku menyantap hidangan sahur yang sudah disiapkan.

Penutup

Oke untuk artikel belajar mengenal diri dari Uchiha Itachi sampai di sini saja. Bagaimana menurutmu? Apa kamu punya sisi lain dari cerita Uchiha Itachi yang legendaris itu? Apapun itu, saya harap kamu bisa segera menemukan jalan ninja hidup layaknya seorang shinobi. Jangan mau jadi deadwood ya, segera temukan jalan ninjamu. Jangan lupa bagikan juga artikel ini kepada teman-temanmu, supaya mereka juga bisa mendapatkan apa yang kamu dapatkan dari sini. Terima kasih.

Bagi kamu yang memilki kritik atau saran yang bersifat membangun blog ini dan mungkin juga ingin mengirimkan artikel atau karyanya untuk dipublikasikan di blog ini, kamu bisa mengirimkannya ke alamat e-mail berikut ini: admin@bumipsikologi.com

Kata kunci: belajar mengenal diri dari uchia itachi, mengenal diri dalam piskologi, cara mengenali diri sendiri dalam psikologi, pandangan psikologi mengenali diri sendiri