Pendahuluan

Kali ini Bumi Psikologi akan memuat artikel mengenai dark jokes dalam pandangan psikologi. Katanya sih dark jokes itu humor bagi orang brilian atau cerdas saja dan berpikiran terbuka, bener ga sih? Apa sih sebenarnya dark jokes itu? Apakah berkaitan dengan komedi dalam kegelapan seperti Satria Baja Gelap? Bukan lah ya.

Baca juga: Duh Gemes Banget Jadi Pengen Mukul – Fenomena Gemes dalam Psikologi Agresi

Dan bagaimana sih pandangan humor dalam psikologi? Pengaruh kepribadian bagaimana? Sudahlah baca saja dark jokes dalam pandangan psikologinya, daripada nanya terus kan, padahal saya sendiri yang nanya ya hehe.

Yuk langsung saja baca artikel dengan judul lengkapnya Dark Jokes:Melumrakan Hal Tabu dengan Humor – Dark Jokes dalam Pandangan Psikologi sampai tuntas skuy!

Dark Jokes: Melumrahkan Hal Tabu dengan Humor – Dark Jokes dalam Pandangan Psikologi

Fenomena Viral Lain Lagi~

dark jokes dalam pandangan psikologi, apa itu dark jokes, penjelasan dark humors dark jokes menurut psikologi, humor hitam dan jokes hitam.
Bumi Psikologi – Dark Jokes kayak labu. Sumber: Pixabay.com

Lagi, jagat medsos tidak pernah surut akan diskusi mengenai suatu hal. Tidak mengenal batasan waktu, jarak atau usia untuk saling berdebat di media yang terlalu sosial ini menurut saya. Tema yang agak hangat yaitu dark jokes atau black humors, atau semacam itulah. Yang katanya juga sih ini tuh humor kekinian dan kalau paham sampai ketawa bakal dikata open-minded. Bener ga sih?

Beberapa youtuber ada yang menisbatkan dirinya sebagai komedian dark jokes, ada juga beberapa yang disematkan oleh para penontonnya sebagai dark jokes. Sebagai contoh yang bisa kamu cek penisbatan Coki Pardede dan Tretan Muslim di kanal Majelis Lucu Indonesia sering membaiat diri mereka sebagai pembawa dark jokes. Isi kontennya memang biasanya berisi lawakan-lawakan yang saya rasa cukup berani. Tapi nih dalam beberapa kontennya perlu objek menderita, sebagai orang yang menderita atau yang jadi korbannya. Dalam ranah keilmuan, ini dinamakan humor agresif, yaitu humor yang menjadikan seseorang menjadi bahan ejekan atau olokan untuk berkomedi. Jadi dark doang, ga ada jokes nya, hiyahiya.

Jenis humor yang menjadikan penderitaan orang lain sebagai sumber komedi seperti memukul, menghina, mengejek, atau gaya agresif lainnya cenderung akan berdampak secara laten. Dampak laten yang dimaksud berbahaya bagi perkembangan pendidikan moral anak jika anak melihat atau mendengarnya. Celakanya, jenis humor ini cenderung diminati oleh sebagian masyarakat, dan cenderung dipraktikan di dalam konteks kehidupan nyata.

Lalu Apa Sih Dark Jokes?

Sejauh pengetahuan saya, Dark Jokes atau joke hitam merupakan gaya komedian atau satiran yang membawa isu berat atau sensitif untuk dibahas dalam konteks biasa ke ranah humor. Dengan humor biasanya akan menjadikan isu sensitif ini diberikan privilege atau jadi tidak tabu untuk diangkat. Misalnya nih, dulu pas zaman Orde Baru kamu merupakan komedian ulung nih. Nah saat itu kamu tiba-tiba bilang ke presiden di TVRI “Pak presiden, kapan anda merumahkan diri?”, Insyaa Allah tidak sampai sehari komedian yang akan hilang wkwk. Menanyakan kapan presiden lengser adalah hal yang tabu saat itu, tapi dibawakan dalam tutur kata yang jenaka akan tetap serius sih kalau materinya itu. Amankan ~

Contoh lainnya mungkin dari jokes Coki dan Muslim mengenai toleransi beragama dalam kanal MLI. Mereka berani untuk membawakan isu perilaku intoleran yang terjadi di Indonesia terutama dalam konteks kehidupan beragama. Ini sangat berani dan bagus untuk diangkat, karena dengan humor cenderung akan menggaet banyak pendengar. Serta diharapkan bisa menyadari apa yang sedang terjadi di Indonesia saat ini.

Atau juga materi lain dari dark jokes membicarakan tentang kasus pemerkosaan, konspirasi negara, kasus rasial atau lainnya yang di luar norma masyarakat jika dibicarakan dalam konteks biasa.

Baca juga: Menilai Suatu Hal dengan Pandangan Umum Namun Ternyata Keliru – Penjelasan Stereotip dalam Psikologi

Dalam hal ini, humor dijadikan alat untuk melepaskan diri dari jeratan norma yang ada di masyarakat untuk menyinggung dan mengenalkan sebuah isu atau fenomena yang ada kepada mereka. Meskipun juga kadang hanya ketawa kakak kikik menertawakan fenemona yang beneran ada dan yang menertawakan dirinya sendiri sebagai pelakunya.

Karena jenis humor ini mencoba untuk keluar dari norma masyarakat, tentu reaksi sebagian orang ada yang menolaknya di samping mereka yang menerima. Alasan yang mungkin bisa menjelaskannya seperti penyampaiannya tidak memperhatikan masyarakat yang kurang literasi dan tidak santuy, keagresifan dalam berhumor. Meskipun isi atau konten yang dibawakan di luar norma, tetapi penyampaiannya harus memperhatikan moral dan tidak menuju kepada kekerasan baik verbal atau non-verbal. Verbal contohnya mencaci, menggunjing atau verbal abuse lainnya, sedang non-verbal itu dalam kekerasan fisik.

Pandangan Psikologi?

dark jokes dalam pandangan psikologi, apa itu dark jokes, penjelasan dark humors dark jokes menurut psikologi, humor hitam dan jokes hitam.
Bumi Psikologi – Humor adalah salah satu hal yang perlu. Sumber: Pexels.com

Seperti yang sudah saya katakan, katanya ketika kamu memahami dark jokes, kamu dianggap orang cerdas, brilian dan open-minded. Memang sih itu tergantung bagaimana kekreatifan komedian dalam membawakan kontennya, baik dark jokes atau bukan sama saja.

Oh iya, ada penemuan menarik dari John (2010) menyatakan orang introvert dan ekstrovert cenderung memiliki ketertarikan jenis humor yang berbeda loh. Orang dengan kepribadian ekstrovert lebih menyukai humor seksual dan agresif yang eksplisit, sementara mereka dengan kepribadian introvert lebih senang dengan humor intelektual seperti permainan kata dan canda yang samar (Disadur dari Suryadi, 2019).

Baca juga: Kesalahan Memahami Kepribadian Introvert dan Ekstrovert – Introvert dan Ekstrovert dalam Psikologi Kepribadian

Nah mungkin begitu sih mereka yang dianggap mampu memahami humor dengan permainan kata dan candaan yang samar-samar dianggap cerdas. Karena stereotip cerdas dalam konteks keindonesiaan masih pada sebatas kecerdasan verbal seperti penggunaan kata dewa yang tidak dimengerti oleh banyak orang, atau juga pandangan ketika orang lain tidak mampu dan kamu mampu mengerjakan atau memahami itu dianggap cerdas.

Mana Psikologinya Woy dalam Humor?

Agak aneh sih mentrigger diri sendiri begitu hehe. Pandangan pertama yang mungkin juga sudah kamu ketahui yaitu dari Bapak Psikonalitik atau psikodinamika, Sang Maha Guru Sigmund Freud. Menurutnya humor merupakan mekanisme pertahanan diri individu dari perasaan atau situasi tidak menyenangkan sehingga perlu dilepaskan muncullah humor dan tawa. Dalam teorinya yang dikenal dengan id, ego dan superego, dimana dalam diri individu selalu terjadi pergolakan atau dorongan suatu hasrat dan menuntut untuk dicurahkan (id), namun sang eksekutor atau sang pencurah (ego) itu harus mempertimbangkan norma dan aturan yang berlaku di masyarakat (superego).

Jadi contohnya ketika orang memiliki dorongan untuk anggap saja menghujat dan mencerca suatu pihak, namun jika terang-terangan merupakan hal yang dianggap melanggar norma, tapi bagaimana caranya agar tetap tercurahkan. Salah satunya yaitu dengan humor dan tawa.

Baca juga: Serial Mengenal Manusia Perspektif Psikologi dalam Cerpen – Manusia dalam Pandangan Psikoanalisis

Jadi jangan heran humor menjadi alat untuk memperdaya superego atau norma, dan tawa sebagai pelepasan suatu hal yang ditutupi (misalnya sebagai pelaku tapi disinggung oleh komedian dan akhirnya menertawakan diri sendiri karena dalam dirinya yang menutupi aib mumet kepingin keluar energi tersebut).

Teori lainnya mungkin yang dinamakan reversal theory atau pembalikan. Singkatnya dalam hal ini, bagaimana seseorang menggambarkan suatu hal yang tidak pantas atau sandiwara dimana ketidakpantasan menjadi hal yang sesuatu yang menyenangkan.

Bacaan lanjutan : Dark Jokes, Resensi Buku Humor Therapy

Penutup

Oke, untuk artikel dark jokes dalam pandangan psikologi cukup sampai di sini saja. Kalau kamu memiliki pandangan lain atau sebuah tanggapan bisa ditulis di kolom komentar ya. artikel penjelasan perspektif psikologi mengenai isu Siti Fadilah sampai sini saja. Jangan lupa untuk membagikan artikel ini kepada orang lain ya, supaya mereka juga bisa mendapatkan apa yang kamu dapatkan dari sini. Terima kasih.

Bagi kamu yang memilki kritik atau saran yang bersifat membangun blog ini dan mungkin juga ingin mengirimkan artikel atau karyanya untuk dipublikasikan di blog ini, kamu bisa mengirimkannya ke alamat e-mail berikut ini: admin@bumipsikologi.com

Kata kunci: dark jokes dalam pandangan psikologi, apa itu dark jokes, penjelasan dark humors dark jokes menurut psikologi, humor hitam dan jokes hitam.