Aku Libra Maka Aku Ada? – Fenomena Barnum Effect dalam Psikologi

Pendahuluan 

Kali ini Bumi Psikologi akan memuat artikel mengenai fenomena barnum effect dalam psikologi. Bagi kamu yang sering mempercayai ramalan-ramalan zodiak mungkinbisa membaca artikel ini. Ramalannya biasanya seperti minggu ini kamu akan terkena kesialan, keuanganmu bakal membaik dan kisah romansamu tetep jomblo hehe. Entah darimana munculnya kemampuan seseorang yang mampu meramal orang lain hanya dari melihat satu hal saja. Yang pasti, kalau kamu percaya berarti kamu mengamini hal tersebut.

Baca juga: Ketika Kamu Berpikir Semua Orang Memperhatikanmu – Fenomena Spotlight Effect dalam Psikologi 

Meskipun dalam praktiknya benar-benar ada yang percaya. Biasanya disebabkan karena deskripsi yang peramal itu berikan cenderung lebih general. Misalnya seperti kamu ini mudah marah kalau disinggung, kamu suka uang, suka nasi, suka main sama orang lain dsb. Kalau kamu perhatikan yang memang semua orang suka hal tersebut, kecuali bukan manusia ya. Selebihnya baca saja fenomena barnum effect dalam psikologi dan contohnya skuy. 

Yuk langsung saja baca dan bagikan artikel dengan judul aku libra maka aku ada? – fenomena barnum effect dalam psikologi.

Aku Libra Maka Aku Ada? – Fenomena Barnum Effect dalam Psikologi 

Zodiak dalam Bingkai Ilmu Psikologi 

fenomena barnum effect dalam psikologi. Contoh barnum effect dalam psikologi. Apa itu barnum effect? Penjelasan barnum effect dalam psikologi. Contoh sehari-hari.
Bumi Psikologi – Hati-hati kamu terkena barnum effect. Sumber: Unsplash.com

Minggu lalu aku sempat menerima surat selebaran surat cinta dari sekte rasi bintang. Sebuah selebaran yang seakan-akan membawakan risalah mengenai kepribadianku. Aku buka dan aku bacakan surat itu.

Dear Libra, 

Kamu itu orangnya moody, gampang bimbang, sulit untuk mengambil keputusan. Setiap apa pun yang kamu lakukan pasti kamu pikirkan terlebih dahulu supaya matang. Kamu itu pribadi yang suka keindahan, barang-barang elegan dengan model-model simpel adalah andalanmu. Dan yang perlu kamu ketahui wahai libra, kamu paling ga suka banget sama konflik.  

Salam untukmu libra, si pecinta kedamain 

Sekte rasi bintang 

Selebaran itu membuatku bingung dan terheran-heran, lantas aku bercermin dan mengatakan pada diriku “Jika aku bukan libra, apakah aku akan jadi orang lain?”

Aku melanjutkan kehidupanku seperti biasanya, makan, minum, tidur, kuliah, kuliah sambil tidur dan lain sebagainya. Hingga pertanyaan surat yang aku terima minggu lalu kembali hadir dalam alam pikirku. Seperti digombali, pernyataan dalam surat itu ajaib karna bagaimana bisa seolah-olah bisa menggambarkan karakterku secara akurat dan begitu mengena. Padahal aku sendiri pun tak pernah ngopi bareng dengan penguasa sekte bintang tersebut. 

Memang dalam era millenial ini, gombalan seperti tulisan tentang zodiak yang hanya sebatas hiburan dan seru-seruan masih banyak ku temui khususnya di media sosial. Memang sih manusia suka sekali dengan pujian dan cenderung untuk mencocok-cocokkan segala sesuatu yang bagus untuk dirinya.  

Baca juga: Dongeng Singkat tentang Fenomena Anxiety Self-Fulfilling Prophecy dan Kekuatan Energi Vibrasi (Hukum Tarik Menarik) 

Dari surat yang aku terima minggu lalu aku teringat pada satu ungkapan yang sekaligus menjadi jawaban akan pertanyaan yang sering kali timbul pasca surat tersebut ku terima, ia adalah seorang psikolog yang bernama Bertram R. Forer terkait dengan fenomena semacam ini. Ia menyebutnya dengan Efek Barnum. Pada tahun 1956 telah resmi bernama Barnum Effect oleh salah seorang psikolog yang bernama Paul Meehl dalam esainya yang berjudul Wanted– A Good Cookbook

Efek Barnum adalah fenomena psikologis yang terjadi saat seorang percaya tentang deskripsi terhadap diri mereka sendiri yang sebenarnya deskripsi tersebut juga berlaku untuk orang lain. Hal inilah yang menyebabkan mengapa seseorang sering merasa bahwa penjelasan zodiac, membaca aura, grafologi, dan beberapa tes kepribadian yang tidak ada kaitan ilmiah lebih sering dianggap sesuai dengan kepribadian mereka. Fenomena ini berkaitan dengan validasi subjektif.  

Ketika individu dihadapkan pada dua peristiwa yang berlainan dan tidak memiliki hubungan sama sekali, individu cenderung akan mencari hal-hal yang berkaitan dengan dirinya baik itu sifat, kepribadian dan pola pikir yang mereka miliki. Sebagai contoh, ketika seseorang membaca artikel mengenai karakter kepribadian dilihat dari golongan darah, tentu seseorang akan mencari dan mengaitkan isi artikel tersebut dengan berbagai aspek dalam dirinya yang menurutnya sama dengan apa yang ditulis oleh artikel tersebut. Dan secara tidak langsung, ia telah masuk dalam fenomena psikologis ini. 

Baca juga: Belajar Membaca Bahasa Tubuh dan Micro Ekspresi dari Film – Analisis Psikologi Film Lie to Me 

Kalo katanya babang Forer dalam jurnalnya berjudul The Fallacy of Personal Validation a Classroom Demonstration of Gullibility, ia telah melakukan percobaan klasik yang menunjukkan keberadaan efek Forer dilakukan pada tahun 1948. Forer membagikan teks psikologi kepada 39 mahasiswa psikologinya dan mereka diberitahu bahwa mereka akan mendapatkan deskripsi kepribadian mereka berdasarkan hasil tes tersebut. Satu minggu kemudian, Forer memberikan kepada setiap mahasiswa sebuah deskripsi yang seolah ditulis khusus untuk mereka.

Kebanyakan mahasiswa merasa bahwa hasil tes kepribadian tersebut akurat, dengan rata-rata penilaian sebesar 4,26 dalam skala dari 0 hingga 5. Kenyataannya, mereka semua mendapatkan “deskripsi kepribadian” yang sama. Forer juga menyusun “hasil tes kepribadian” tersebut dari buku astrologi dan kalimat-kalimatnya adalah kalimat yang sangat umum. Contoh kalimat-kalimatnya antara lain “kamu cenderung kritis kepada diri sendiri”, atau “kamu punya kapasitas yang belum sepenuhnya kamu gali”. 

Babang Forer menghubungkan efek Barnum ini dengan hal-hal yang mudah menipu.  Efeknya telah dikatakan untuk mengkonfirmasi apa yang disebut prinsip Pollyanna, yang menyatakan bahwa individu cenderung menggunakan atau menerima kata-kata positif daripada kata-kata negatif. Yup manusia memang suka sekali dengan pujian hehe. 

Dari sini aku tersadar bahwa untuk mencintai perdamaian dan keseimbangan dalam hidup tidak perlu menjadi Libra. Keberadaanku sebagai manusia tidak sepenuhnya imaji menentukannya dari kepribadian dalam rasi bintang. 

Bacaan lanjutan: Wikipedia; Efek BarnumVerywellmind; Enneagram 

Penutup 

Oke untuk artikel mengenai fenomena barnum effect dalam psikologi cukup sampai di sini saja. Semoga bisa bermanfaat bagi kamu yang punya zodiak. Jangan lupa bagikan juga ke teman kamu yang lainnya ya supaya kami bisa menggaji tulisan orang lain. Terima kasih. 

Bagi kamu yang memiliki kritik atau saran yang bersifat membangun blog ini atau mengirimkan artikel bisa mengirimkannya ke admin@bumipsikologi.com atau ke menu submit artikel. 

Kata kunci: fenomena barnum effect dalam psikologi. Contoh barnum effect dalam psikologi. Apa itu barnum effect? Penjelasan barnum effect dalam psikologi. Contoh sehari-hari. 

M. Nadhif Amrillah Syams

Panggil saja Nadip

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: