Aku Tahu, Kamu Suka Sama Aku, Kan? – Fenomena Erotomania

Pendahuluan 

Kali ini Bumi Psikologi akan memuat artikel mengenai fenomena erotomania. Pernah denger tidak apa itu erotomania? Intinya bagi kamu yang suka halu disukai seseorang, padahal hanya kamu saja yang merasakan hal itu. Sering kontakan terus, jalan bareng sampai saling tolong menolong, eh tahu nya cuman halu doang, kasian sekali. Apalagi, tiba-tiba nge-ghosting, sebuah fakta yang mantapp. 

Baca juga: Surat Cinta Bagi Orang yang Suka Membandingkan Diri Terus Terhadap Orang Lain – Fenomena Perbandingan Sosial Pada Manusia 

Karena itu, kalau suka seseorang ya jangan banyangin doi suka sama kamu juga, siapa tahu doi punya pandangan berbeda terhadap kamu. Kalau kamu kayak Han Jipyeong, ya boleh-boleh saja hyung, karena doi ganteng juga kalau kata pecinta drakor mah. Tapi kamu punya satu kesamaan sih, halu. Baca skuy fenomena erotomania di sini. 

 Yuk baca artikel dengan judul lengkapnya Aku tahu, kamu suka sama aku, kan? – Fenomena erotomania sampai habis ya! 

Aku Tahu, Kamu Suka Sama Aku, Kan? – Fenomena Erotomania 

Sebuah Pesan Bagi Kaum Halu yang Tetep Eksis 

And you are here in my heart, And my heart will go on 

Go On Celine Dion 

Bayangkan jika kamu berada di sebuah dek kapal bersama dengan orang yang kamu cintai. Kalian menikmati indahnya pesona senja yang memukau sambil diiringi dengan lagu Go On milik Celine Dion.  Kalian merasa seperti Jack dan Rose yang begitu serasi dan romantis. Namun, bukankah kisah cinta Jack dan Rose berakhir tragis? Ya, memang. Kisah cinta kalian juga berakhir sama karena pada kenyataannya kamu hanya delusi atau waham bahwa pasanganmu juga mencintaimu. 

fenomena erotomania. penjelasan erotomania. contoh fenomena erotomania dalam psikologi.
Bumi Psikologi – Fenomena Erotomania

Setiap orang pasti pernah merasakan indahnya jatuh cinta. Pembahasan tentang cinta pun selalu menarik untuk dibahas.  Drever (1988) seorang psikolog dan akademisi asal Skotlandia mendefinisikan bahwa cinta adalah sebuah perasaan khusus yang mana berkaitan dengan kesenangan yang menyangkut sebuah objek. Cinta dapat membuat seseorang sangat bahagia sekaligus menderita. Namun, cinta yang berlebihan bisa dapat menimbulkan dampak negatif. Apakah kamu pernah merasa bahwa pujaan hatimu juga mencintaimu? Padahal, faktanya pujaan hatimu bahkan tidak menyadari bahwa kamu hidup di dunia. Jika kamu pernah merasakan hal ini, kamu harus hati-hati!  

Erotomania 

De Clerambault (1921) seorang psikiater Perancis mengenalkan sebuah sindrom sebagai erotomania atau De clerambault Syndrome. Erotomania adalah salah satu tipe gangguan delusi yang membuat penderitanya percaya bahwa pujaan hatinya juga mencintainya. Erotomania ini lebih sering terjadi kepada wanita, walaupun demikian pria juga bisa terserang erotomania. Objek delusi penderita biasa adalah seorang public figure. Penderita menganggap semua yang dilakukan si public figure selalu ditujukan kepadanya.  

Akan tetapi, kasus erotomania ini jarang terjadi, loh!  

Menjadi Penguntit 

Seorang presenter acara X-Factors  UK, Caroline Flack (2015) membagi pengalaman yang tidak mengenakkan dalam bukunya yang berjudul Storm in C Cup: My Autobiography. Caroline mengatakan, seseorang pria yang tidak Ia kenal pernah mengganggunya. Peter nama pria itu, selalu megikuti Caroline ke mana pun dia pergi bahkan memaksa masuk gedung tempat dia bekerja. Tak hanya itu, Peter setiap harinya selalu mengirimkan hadiah dan pesan melalui sosial media Caroline hingga menyebabkan dia sangat terganggu. Hal ini membuktikan bahwa media sosial membuat perilaku penguntitan menjadi lebih mudah.  

Baca juga: Salahkah Saya Rebahan? – Psikologi, Pandemi dan Toxic Productivity 

Media sosial dapat menghilangkan privasi seseorang dan dapat menjangkau orang asing. Oleh karena itu, media sosial sangat sentral bagi penderita untuk lebih mudah mengamati objek dan sebagai media untuk meneror objeknya.  

Kasus lainnya sering terjadi pada idola K-pop. Penguntit ini sering dikenal sebagai sasaeng. Banyak media mengungkapkan sasaeng banyak membuat ulah, seperti menelpon idola setiap saat, mengikuti idola hingga ke luar negeri, masuk ke dalam rumah idola, menculik idola, melecehkan idola di khalayak umum bahkan yang paling konyol adalah mencuri lalu menjual celana dalam idola. Berdasarkan kasus ini, tindakan sasaeng dapat dikategorikan  sebagai kasus erotomania tingkat lanjut yang harus segera diobati. Erotomania ini dapat berlangsung selama bertahun-tahun dan terjadi karena adanya trauma yang ekstrem yang pernah dialami penderita (Doust & Christie, 1978)  

Apakah Dapat Diobati? 

Penderita erotomania dapat diobati. Namun, diagnosis erotomania sangat sulit karena kasus ini jarang terjadi. Psikiater harus melakukan serangkaian tes psikis maupun fisik untuk menemukan metode yang tepat untuk  mengobati erotomania. Penanganan ini harus disesuaikan dengan kebutuhan setiap orang yang terkena. Prioritas harus fokus pada pemeliharaan fungsi sosial, meminimalkan risiko perilaku bermasalah, dan meningkatkan kualitas hidup orang yang terpengaruh. Faden dkk (2017), menyebutkan beberapa cara penanganan eritomania adalah dengan kombinasi obat-obatan dan behaviour cognitive therapy.   

Memang tidak salah jika kita jatuh cinta. Setiap makhluk hidup di dunia ini juga berhak merasakan indahnya jatuh cinta. Namun, cinta dapat menjadi menyakitkan karena angan-angan kita sendiri. Lagi pula, hidup memang tak seindah film Disney, bukan? Maka dari itu, mencintailah dengan sewajarnya karena cinta yang sesungguhnya hanya untuk Sang Pencipta.  

Artikel ini ditulis oleh: Suci Diwanti – Seorang Mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (ig: _sucidw) 

Penutup 

Sampai di sini saja artikel fenomena erotomania nya. Cukup yuk halunya, besok lagi. Masih ada yang perlu kamu selesain dan mengarahin energinya sealain buat halu doang. Jangan lupa juga share artikel ini ke teman kamu, dengan cara klik tombol bagikan di bawah ya. Terima kasih 

Bagi kamu yang ingin mengirimkan artikel atau karya untuk dipublikasikan di blog ini, kamu bisa mengirimkannya ke email: admin@bumipsikologi.com  

Kata kunci: fenomena erotomania. penjelasan erotomania. contoh fenomena erotomania dalam psikologi.

Kanal kiriman artikel dari pembaca dan seluruh manusia tercinta.
%d blogger menyukai ini: