Mengharapkan Kebahagiaan tapi Semu, Selebihnya Hanya Halu – Fenomena Hedonic Treadmill dalam Psikologi

Pendahuluan 

Kali ini Bumi Psikologi akan memuat artikel mengenai fenomena hedonic treadmill dalam psikologi. Apa kamu pernah denger istilah hedonic treadmill? Kalau kata hedon memang pada abad ini merupakan kata yang populer. Ini karena saat ini gaya hidup semakin meninggi dan pandangan material semakin menguat.

Dalam artikel ini, tidak akan menjelaskan hedon dan pandangan-pandangannya, namun ke hal lain yaitu fenomena Hedonic treadmill dalam psikologi. Simpelnya mengejar kebahagiaan tetapi itu semu, selebihnya angan-angan yang bersamamu. Artinya kamu halu hehe. Baca skuy fenomena hedonic treadmill dalam psikologinya. 

Yuk langsung saja baca dan bagiin artikel mengharapkan kebahagiaan tapi semu, selebihnya hanya halu – fenomena hedonic treadmill dalam psikologi

Mengharapkan Kebahagiaan tapi Semu, Selebihnya Hanya Halu – Fenomena Hedonic Treadmill dalam Psikologi 

Carilah Kebahagiaan Walau Sampai Ke Korea Utara 

Fenomena hedonic treadmill dalam psikologi. Contoh hedonic treadmill dalam psikologi. Penjelasan hedonic treadmill dalam psikologi. Apa itu hedonic treadmill.
Bumi Psikologi – Mari bahagia. Sumber: Unsplash.com

Siapa sih di dunia ini yang tidak ingin hidup bahagia seperti dalam nirwana. Mau kamu tanya ke anak kecil sampai anak besar, atau ke presiden negara sampai ke presiden rumah tangga sekalipun jawabannya sama. Kita semua ingin hidup bahagia. Namun mau mencari ke mana pun dan sampai kapan pun, hidup bahagia seperti di nirwana tidak akan ada. Karena kita ini hidup di nir nirwana, jadi kebahagiaan hanya selevel penghayatan masing-masing. 

Maksud penghayatan masing-masing di sini yaitu tergantung bagaimana kamu mempersepsikan diri sedang bahagia atau tidak. Misalnya ada orang yang hidup minimalis di pedesaan, dia sudah merasa bahagia. Namun mungkin berbeda persepsi ketika orang kota memandang kehidupan orang desa, akan mungkin terkesan menyulitkan. Terkadang, ada orang yang bisa rebahan di rumah sudah bahagia, tapi tidak bagi orang yang suka naik gunung. Jadi penghayatan bahagia ketika mengaitkan sesuatu hal dengan diri itu bisa berbeda-beda. 

Tapi kamu pernah liat ga sih, ada orang yang membayangkan ketika saya punya pekerjaan dengan gaji 10 juta merasa hidup bakal tentrem. Namun pas sudah dapet income 15 juta, serasa hidup tetap tidak bahagia. Ada tidak yang seperti itu, atau mungkin kamu sendiri yang seperti itu? Tidak lah ya. 

Baca juga: Orang yang Malas-Malasan Saat Berada Dalam Kelompok – Social Loafing dalam Psikologi 

Fenomena lainnya mungkin kamu merasa akan bahagia jika mampu memiliki handphone model terbaru, atau makan di restoran terkenal, tapi tetap setelah mendapatkan itu kamu masih merasa belum bahagia. Jadi peneliti pernah neliti sebuah penelitian yang hasil penelitiannya kenapa orang bisa bahagia ketika misal makan rendang. Namun perasaan bahagia itu tidak lagi kamu rasakan ketika makan rendang ke sepuluh kali. Rendang jadi biasa saja. 

Contoh lainnya mungkin gini deh, kalau kamu suka bola. Musim ini Chelsea jorjoran beli banyak pemain, mulai dari Werner, Ziyech, Havertz dll, dengan harapan bisa bahagia di akhir musim nanti. Tentu bahagia dalam hal ini mas Roman ingin melihat Chelsea angkat trofi bergengsi lagi. Dengan halu-an mendapatkan kebahagiaan, dan cara yang mereka anggap bisa mendatangkan kebahagiaan yaitu dengan membeli banyak pemain, terjadilah mereka borong pemain.  

Ketika sudah memborong pemain-pemain bintang, mereka sempat mendapatkan kebahagiaan bertereng di papan atas. Namun lambat laun, mereka kembali ke asalnya turun dari papan atas hehe. Mau paruh akhir musim, kebahagian yang dihalukan tak kunjung juga datang. Walaupun sudah memiliki apa yang mereka inginkan, tapi tetap tak kunjung bahagia. 

Fenomena orang yang merasa akan bahagia dengan mendapatkan apa yang orang lain miliki, tapi tidak kunjung bahagia setelah memiliki hal tersebut dinamakan Hedonic Treadmill

Apa itu Hedonic Treadmill? 

Secara jelasnya sih begini, awalnya istilah Hedonic Treadmill disebut hedonic adaptation. Secara kata Treadmill berarti tempat latihan berlari ditempat, sementara hedonic artinya mengejar kesenangan atau kenyamanan. Bila secara keseluruhan, hedonic treadmill adalah suatu proses atau mekanisme dalam diri individu yang berusaha mengurangi dampak afektif atau emosi dari suatu kejadian atau suatu hal. 

Misalnya seperti yang sudah saya jelasin di atas, ketika kamu berpikiran akan mendapatkan kebahagiaan ketika seperti apa yang orang dapatkan, ternyata memang iya. Akan tetapi, kebahagiaan tersebut hanya sekedar sementara saja. Dalam pandangan hedonic treadmill, kamu akan menginginkan sesuatu yang lebih lagi. Artinya set point kebahagianmu teradaptasi dan kembali lagi ke awal. 

Baca juga: Ikut-Ikutan Tren Bukti Millennial Tidak Mau Disebut Ndeso – Penjelasan Bandwagon Effect dalam Psikologi 

Seperti yang saya jelaskan, prosesnya berawal dari membandingkan diri dengan orang lain. Ketika kamu membandingkan diri dengan orang lain, terutama upward social comparison, kamu akan mengandaikan kehidupan orang tersebut lebih baik. Andaian bahwa ketika kamu memiliki apa yang orang lain miliki seperti akan membawa diri menuju kebahagiaan. Padahal kamu hanya mengharapkan kebahagiaan semu, dan itu selebihnya hanya halu.  

Kalau kata teman saya yang tidak mau disebutkan namanya, ketika kamu suka seseorang. Kamu menganggap diri kamu masih belum pantas. Kamu mencari tahu apa saja indikator kualitas diri supaya bisa memantaskan diri dengannya. Ketika kamu sudah berhasil meningkatkan kualitas diri, ternyata doi bukan lagi yang kamu sukai, tapi orang lain yang kamu rasa lebih baik lagi. Artinya seleramu berubah dan kembali mengadaptasikan diri dengan keadaanmu saat ini. Katanya sih begitu itu hehe. 

Solusinya 

Pandangan ini menyarankan bahwa kita harus memiliki persepsi kekayaan (terutama secara materi) can not gain the lasting happiness. Kamu harus bisa menghayati hal-hal spiritual dalam mencapai kebahagiaan hakiki. Nilai kebahagiaan secara materil, misalnya uang, makanan, jabatan atau identitas, tidak akan membawa kamu mencapai kebahagiaan hakiki. Nilai kebahagiaan pada suatu hal tadi lambat laun nilainya berkurang. Level kebahagiaan kamu akan kembali lagi seperti semula ketika sudah dapet materi yang kamu inginkan misalnya. 

Bahagia itu kita yang menciptakan, bukan bergantung kepada barang-barang atau sesuatu yang eksternal di luar diri. Maksudnya kalau kebahagiaan kamu gantungkan kepada hp iphone x misalnya, berarti derajat bahagiamu sebatas itu. Di luar sana kebahagiaan agung seperti mensyukuri nikmat hidup, bisa bernafas dsb merupakan kebahagiaan hakiki. Akan tetapi, kenapa hal tersebut dilupakan? Padahal tidak ada keren-kerennya kalau punya iphone x tapi kamu tidak bisa bernafas. 

Solusi lainnya yaitu dari filsafat yin yang, yang saya dapatkan dari Dr. Fahruddin Faiz, ketika kamu ingin bahagia harus menerima prosesnya. Ketika kebahagiaan datang tentu ada tanjakan-tanjakan yang harus kamu lalui. Artinya proses yang kamu lewati seperti emosi takut, marah, sedih dan emosi lainnya harus kamu terima. Jangan hanya ingin kebahagiaan saja. Segalanya itu berpasangan. Kamu mempersepsikan bahagia, karena kamu tahu sesuatu yang menyedihkan dan membandingkannya dengan itu. Kalau kamu bandingin misal situasi sekarang menurutmu sedang menyedihkan, perspektif perbandingan kamu bisa bandingin sama hal yang lebih menyulitkan lainnya. Nantinya, kamu akan menganggap oh situsi sekarang ini itu biasa saja. 

Referensi

Penutup 

Oke untuk artikel fenomena hedonic treadmill dalam psikologi cukup sampai di sini saja. Jangan lupa bagiin juga artikel ini ke teman kamu yang lainnya, supaya kita segera dapet adsense dari googleTerima kasih. 

Bagi kamu yang memiliki kritik atau saran yang bersifat membangun blog ini. Mungkin juga ingin mengirimkan artikel untuk dipublikasikan di blog ini, kamu bisa mengirimkannya ke alamat email berikut: admin@bumipsikologi.com  

Kata kunci: Fenomena hedonic treadmill dalam psikologi. Contoh hedonic treadmill dalam psikologi. Penjelasan hedonic treadmill dalam psikologi. Apa itu hedonic treadmill. 

Arif B Al F

Lebih suka melihat langit biru di antara pepohonan yang hijau. Kunjungi: https://arifkeisuke.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: