Mengambil Keputusan dan Mengumbar Janji Saat Emosional? Ya Cobain Aja – Fenomena Hot Cold Empathy Gap

Pendahuluan

Kali ini Bumi Psikologi akan memuat artikel mengenai fenomena hot-cold empathy gap dalam psikologi. Terkadang ini orang itu ada yang ketika bahagia bukan main, mengumbar janji memabukan orang. Atau bahkan mengambil penilaian terkait orang lain, namun kamu dalam keadaan marah alhasil orang tersebut kayak ga ada baiknya di mata kamu. Dan ketika keadaan emosional kamu mereda, kamu pikir “kok bisa kayak begitu ya saya ini”.

Baca juga: Aku Adalah Titan Abnormal Menurut Temanku – Pandangan Body Positivity dalam Psikologi

Begitulah sih, orang yang ketika mengambil sebuah kesimpulan atau penilaian lebih banyak terpengaruh karena emosi. Mbok ngambil keputusan itu ya dengan banyak pertimbangan, apalagi hal yang kritis dan menahun. Jadi untuk lebih hati-hati mending baca fenomena hot cold empathy gap di sini, ya biar tahu saja sih.

Yuk langsung saja baca dan bagiin artikel Mengambil Keputusan dan Mengumbar Janji Saat Emosional? Ya Cobain Aja – Fenomena Hot Cold Empathy Gap ke orang yang kamu kasihi biar ga nyesel.

Mengambil Keputusan dan Mengumbar Janji Saat Emosional? Ya Cobain Aja – Fenomena Hot Cold Empathy Gap

Fenomena Hot Cold Empathy Gap

Fenomena hot cold empathy gap. Apa itu hot cold empathy gap dalam psikologi. Contoh kasus hot cold empathy gap dalam psikologi.
Bumi Psikologi – Fenomena Hot Cold Empathy Gap. Sumber: Unsplash.com

Kita pasti udah gak asing lagi dengan pepatah dari Ali bin Abhi Thalib “Jangan Membuat keputusan ketika sedang marah dan jangan membuat janji sewaktu sedang bahagia” Tapi sebagian dari kita malah lebih sering bertindak sebaliknya kan? Hayo ngaku!!

Kita harus setuju dengan kalimat itu, Ya! jangan mengambil keputusan saat marah. Mengambil keputusan itu harus dengan kepala dingin juga penuh pertimbangan yang matang. Tentunya kalo kita sedang marah, kita kesulitan untuk berpikir jernih bukan?

Tapi kadang kita terjebak dalam emosi yang kita rasakan dan akhirnya mempengaruhi pola pikir juga tindakan kita. Contoh kecilnya pas kita lagi marah banget sama seseorang, rasanya sulit banget untuk mengingat hal baik dari orang itu. Sebaliknya pas kita lagi seneng, pake banget, kita lupa deh semua keburukannya, yang akhirnya membuat kita bertindak berlebihan.

Kalo kamu sering merasa seperti itu artinya kamu sedang mengalami Hot-Cold Empathy Gap. Empathy Gap atau kesenjangan empati merupakan suatu bias kognitif yang membuat kita cenderung meremehkan bagaimana preferensi kita dapat berubah tergantung keadaan emosional kita saat itu. Nah, Empathy Gap ini dibagi menjadi dua kondisi yaitu “Hot” (keadaan di mana kita merasa marah, sedih, kecewa, kalut, dll) dan “Cold” (keadaan dimana kita merasa tenang, bahagia, dan stabil). Jadi pas  kita berada di keadaan cold state, akan sulit bagi kita membayangkan diposisi hot state, begitu juga sebaliknya.

Kalo kita kesulitan memprediksi keinginan dan tindakan kita sendiri, Lalu gimana kita bisa mengerti perasaan orang lain?

Oleh karena itu pada tulisan kali ini kita akan bahas tentang “Hot-cold Empathy Gap” Bagaimana itu bisa terjadi, apa dampaknya untuk diri kita juga bagaimana cara mengatasinya? So baca terus sampe akhir yaa!!!

Nah, Empathy gap  terjadi karena kita terlalu bergantung pada kondisi mental kita “saat itu”. Keadaan emosi yang dirasakan “saat itu” dijadikan sebagai titik acuan untuk selera, perilaku dan keyakinan kita. Meskipun kita ingin mengambil keputusan yang rasional, tapi setiap hari bahkan setiap saat kita dituntut untuk membuat keputusan tentang perilaku kita dan kita mengalami kesulitan untuk tidak terpengaruh oleh emosi.

Empathy Gap berperan banyak dalam situasi yang berbeda, dampaknya bukan hanya ke diri sendiri, tapi ke orang-orang di sekitar kita juga. Empathy Gap ini bisa membuat kita payah dalam mengambil keputusan, judgemental dan sulit memahami perasaan orang lain. Seringkali kita menganggap perilaku orang lain konyol dan tidak beralasan karena kita tidak berempati dengan kekuatan emosi mereka.

Baca juga: Memahami Cinta Qois untuk Layla dengan Teori The Art of Loving dari Erich Fromm – Makna Cinta dalam Psikologi

Misalnya nih, teman kamu curhat, alih-alih nanyain apa yang dia rasain dan berempati sama apa yang dia alami, kamu malah cenderung menyepelekan perasaan temenmu. Kamu justru sibuk mengomentari apa yang seharusnya dia lakuin. “Kalo gue jadi lu yaa, gue gak mungkin ngelakuin itu, gue bakal blablabla…“. Kamu bisa bilang gitu, karena kamu lagi ada dalam kondisi yang stabil dan mampu menguasai diri, tapi belum tentu nih saat kamu ada diposisi itu kamu bakal lakuin apa yang kamu bilang tadi.

“Kamu tidak akan mengerti apa yang orang lain alami sebelum kamu merasakannya sendiri”.

Quotes ini cocok untuk kamu yang sedang mengalami Empathy gap. Jadi, belajar sedikit untuk memahami kondisi orang lain dengan menghargai perasaannya.

Seperti yang kita tahu, emosi punya pengaruh yang kuat  terhadap keputusan yang kita ambil  dan sering kali menggeser rasionalitas dan logika kita. Akan tetapi, Hot-Cold Empathy Gap adalah masalah ketidakmampuan kita untuk mengidentifikasi kekuatan emosi dengan benar. Oleh karena itu untuk menghindari empathy gap, meskipun kita tidak dapat mengesampingkan emosi kita, cobalah untuk mempertimbangkan keputusan kita dengan berbagai sudut pandang. Kita perlu menyadari dan mengakui bahwa emosi mempengaruhi tindakan kita daripada terus berpura-pura bahwa kita selalu mengambil keputusan yang rasional.

Maka dari itu penting untuk kita mengetahui tentang Hot Cold Empathy Gap, karena dengan menyadari hal ini kita dapat mencoba melawan pengaruhnya.

Sumber :

https://en.wikipedia.org/wiki/Empathy_gap

Van Boven, Leaf; Loewenstein, George; Dunning, David; Nordgren, Loran F. (2013). “Changing Places: A Dual Judgment Model of Empathy Gaps in Emotional Perspective Taking”

Penutup

Oke untuk artikel mengenai fenomena hot cold empathy gap cukup sampai di sini saja. Jangan lupa untuk tidak mengambil keputusan dan penilaian krusial ketika kamu dalam keadaan emosional. Bagiin juga artikel ini ke teman kamu yang lain, biar kami dan kamu makin eksis di sini.

Bagi kamu yang memiliki kritik atau saran yang bersifat membangun blog ini atau mau mengirimkan artikel bisa mengirimkannya ke admin@bumipsikologi.com atau ke menu submit artikel.

Kata kunci: Fenomena hot cold empathy gap. Apa itu hot cold empathy gap dalam psikologi. Contoh kasus hot cold empathy gap dalam psikologi.

Wilda Khoerunnisa