Menampilkan Citra Diri (Personal Branding) di Media Sosial – Penjelasan Fenomena Personal Branding dalam Psikologi

Wall of Information

11 Jan, 2021

Pendahuluan 

Kali ini Bumi Psikologi akan memuat artikel penjelasan fenomena personal branding dalam psikologi. Dalam dunia yang sudah terbagi, di dunia nyata dan dunia sosial, saat ini setiap orang sudah saling terhubung satu sama lain. Terutama di media sosial, akses satu sama lain semakin mudah dan cepat. Kemudahan ini tentu memiliki beragam manfaat dan kekurangan.  

Baca juga: Apakah ini cinta, atau kebanyakan kafein? – Sebuah fenomena misattribution of arousal dalam psikologi 

Salah satu manfaatnya yaitu setiap orang bisa melakukan personal branding. Simpelnya kamu ingin membuat citra diri kamu pada orang lain itu seperti apa. Meski dunia nyatanya tidak sebaik media sosial ya ga papa, emangnya salah? Tidak juga. Baca saja lah penjelasan fenomena personal branding dalam psikologinya sampai tuntas. 

Yuk baca artikel dengan judul resminya menampilkan citra diri (personal branding) di media sosial – penjelasan fenomena personal branding dalam psikologi dan bagiin ya. 

Menampilkan Citra Diri (Personal Branding) di Media Sosial – Penjelasan Fenomena Personal Branding dalam Psikologi 

Personal Branding 

Untuk paham apa itu personal branding, Susanto Wijanarko memulai dengan mengenalkan apa itu brandBrand intinya adalah identifikasi berupa nama atau simbol terhadap satu prodak atau jasa yang membedakan dengan yang lain sehingga bisa mempengaruhi proses pemilihan terhadap produk atau jasa. Kita mengenal AQUA misalnya, sebagai brand air mineral yang diminati. Malah dibeberapa tempat saking melekatnya brand AQUA, pesan ke ibu penjaga warung “bu aya AQUA teu?” padahal dia biasa pesan air mineral dengan brand “Le Mineral/ Gunung”. Maklum lebih murah haha. 

Branding dipahami sebagai sebuah proses atau sebuah kata kerja. Johnson (2017) Personal branding is the practice of marketing oneself to societyPersonal Branding sendiri dipahami sebagai usaha untuk menunjukan kemampuan, keunikan, spesialisasi dan citra diri yang dimiliki.  

Baca juga: Meneladani Sikap Forgiveness Nabi Saw 

Goffman menyebutkan bahwa yang mendasari Personal branding adalah self presentation.  Goffman membahas bagaimana kita semua mencoba untuk mempengaruhi cara (manner) orang lain melihat kita. Nahh self presentation merupakan mekanime yang memungkinkan seorang individu menyampaikan informasi kepada dunia untuk mempengaruhi persepsi mereka. 

Untuk melakukan personal branding tersebut salah satunya bisa dilakukan melalui media sosial. Seseorang yang mem-branding dirinya di media sosial berarti berupaya untuk menampilkan informasi, pesan, kesan melalui aktivitas yang dilakukannya, seperti dengan menampilkan profil, meng-update status, mengunggah foto, berbagi informasi dan opini hingga memberikan feedback berupa komentar atau ikon like. Itu semua akan menjadi penanda dan sarana agar kita mudah dikenali. Juga sebagai upaya membangun brand image yang melekat pada diri. 

Pentingkah personal branding? 

Penjelasan fenomena personal branding dalam psikologi. Contoh fenomena personal branding. Apa itu personal branding. Manfaat personal branding psikologi.
Bumi Psikologi – Personal Branding untuk mendapatkan persepsi baik di mata orang lain. Sumber: Unsplash.com

Penting ngak yah? Penting dong. Bukan sombong atau ria yaa. Kalau boleh mengutip ceramahnya Gus Baha; itu tuh biar orang tahu. Lahh bagaimana biar orang tahu? Yaa dengan memaklumatkan diri atau istilahnya personal branding. Dalam ceramahnya, Gus Baha menuturkan “awal nubuwah itu dimulai dengan at-Tahaddi; memaklumatkan diri kalau beliau adalah seorang Nabi.” 

Simpelnya personal branding berbicara soal seperti apa kita ingin dikenal orang banyak. Tanpa branding pun sebenarnya orang sudah punya framing terhadap kualitas kita. Namun untuk membangun framing yang baik atau untuk memperkuat itu semua perlu namanya personal branding

Baca juga: Self-Compassion: Berbuat Baik kepada Diri Sendiri 

Tentunya framing itu tidak bisa dibangun hanya dengan satu malam saja. Apalagi kalau ngak ada bantuan jin untuk membangunnya. Ingat yaa, kamu bukan Sangkuriang yang membuat telaga dan perahu dalam waktu satu malam atas tantangan Dayang Sumbing. Juga bukan Bandung Bondowoso yang membangun seribu candi dalam waktu satu malam atas tantangan Roro Joggrang. Ingat itu!!!! 

Nah, membentuk personal branding di media sosial juga sangat penting khususnya untuk kamu pekerja professional. Malah terkadang HR melakukan observasi pada calon karyawan melalui akun media sosialnya. Career Builder menunjukkan bahwa 60% employer telah menggunakan informasi jejaring sosial untuk merekrut kandidat. Kenapa melihat media sosial? Ada pepatah, buku adalah jendela dunia dan di zaman yang modern ini, dapat dikatakan media sosial adalah jendela karakter seseorang.  

Mengapa membangun personal branding di media sosial? 

Perlu diketahui rata-rata orang saat ini menghabiskan 118 menit per hari di media sosial (“Waktu yang dihabiskan setiap hari”, 2016). Bahkan remaja menghabiskan lebih banyak waktu yaitu rata-rata sembilan jam setiap hari (Willet, 2016). Di Indonesia, pengguna aktif sosial media sebanyak 160 juta atau 59% dari total penduduk Indonesi. Rata-rata waktu yang dihabiskan masyarakat Indonesia untuk mengakses sosial media selama 3 jam 26 menit.

Pengguna media sosial di Indonesia berusia 16 hingga 64 tahun. Persentase pengguna yang mengakses Youtube mencapai 88%. Media sosial yang paling sering diakses selanjutnya adalah WhatsAppa sebesar 84%, Facebook sebesar 82%, dan Instagram 79%. Ini artinya memberikan banyak kesempatan bagi setiap orang untuk menampilkan citra dirinya melalui postingan-postingan yang di unggahnya. 

Langkah menampilkan personal branding di media sosial 

Sebelum melangkah jauh melakukan personal branding, kamu harus tahu tiga unsur terpenting dalam branding. 3 unsur itu meliputi clarity (kejelasan), consistency (tetap pada image-nya) dan constancy (selalu ada di mana pun dibutuhkan). Setelah mengetahui tiga unsur di atas, berikut enam hal yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan reputasi personal branding-mu di media sosial: 

Konten Menarik dan Bermanfaat 

Sebelumnya, tentukan media sosial yang jadi titik focus agar kamu ngak kewalahan. Setelah itu buat konten yang solutif atau menghibur sesuai dengan background atau citra apa yang ingin kamu kenalkan. Kamu juga bisa mengisi konten dengan menuliskan status mengenai pandangan terhadap berbagai peristiwa menggunakan pendekatan tertentu (lebih baik sesuaikan dengan keahlian). Tambahkan pertanyaan-pertanyaan interaktif yang mengundang respon banyak orang, kemudian sisipi pendapat kamu. Menarik dan bermanfaat itu perlu, agar jadi trigger konten kamu. Pastikan keduanya ada bukan memilih salah satu.   

Gunakan Beberapa Platform 

Meski sebelumnya kamu harus memilih satu platform media sosial agar bisa lebih focus, tidak berarti kudet pada platform lain sehingga tidak memanfaatkannya. Yang terpenting sebenarnya konsistensi dalam melakukan update karya. Apabila bisa melakukan sekaligus dengan menggunakan berbagai platform, kenapa tidak. Itu lebih baik. 

Follow Akun Potensial 

Mengingat media sosial menuntut terus upgrade, maka pengetahuan kita soal trend kekinian di media sosial nggak boleh kelewat. Semakin kita tahu trend, semakin pesan yang kita bungkus dalam konten bisa diterima khalayak banyak. Salah satu cara agar kita tahu trend kekinian adalah follow akun potensial. Kita bakalan tahu strategi personal branding, trend kekinian hingga menyerap ilmu dari setia konten yang mereka bagikan. 

Gabung Ke Beberapa Group 

Banyak manfaat yang bakalan kamu dapatkan saat bergabung dengan berbagai group diskusi. Mulai dari jaringan, tempat berbagi info mengenai trend, hingga kemampuan analisis mu terhadap perilaku orang di jagat media sosial. 

Kamu juga bisa semakin orang lain kenal khususnya di lingkaran group diskusi tersebut. Perlahan keahlianmu dibidang tertentu, membawa kamu berkumpul dengan orang-orang yang se-frekuensi dan sepemikiran. Terpenting dari itu semua, bergabung dengan berbagai group diskusi adalah pengakuan atas background dan keahlianmu. Mengapa penting? Sering kali secara psikologis, reputasi seseorang akan lebih diperhitungkan apabila kelebihannya diperkenalkan oleh orang lain. Group diskusi atau orang-orang di dalamnya bisa menjadi wasilah untuk memperkenalkan kelebihan kamu ke khalayak banyak. 

Berkarya Secara Konsisten 

Membangun personal branding tidak bisa kamu buat secara instan. Di awal sudah saya ingatkan bahwa kamu bukan Sangkuriang atau Bandung Bondowoso. Untuk itu, nikmati prosesnya. Upload karya menarik dan bermanfaatmu. Ingat dalam hukum kekekalan energi Jumlah Usaha sama dengan Hasil Usaha (∑U = HU). 

Menjadi Diri Sendiri 

Untuk beberapa orang terkadang nyaman mengenalkan diri nya lewat media dengan yang berbau fake atau palsu. Namun dalam membangun personal branding, seseorang harus mendeklarasikan diri nya sendiri. Identitas yang tampil merupakan diri yang sebenarnya. Mengingat agar tidak jadi boomerang dan menjadi kenyamanan untuk diri sendiri dan kenyamanan bersama.  

Menjadi diri sendiri juga mempermudah kamu untuk menganalisis strength dan weakness. Mempermudah identifikasi citra yang ingin kamu kenalkan. Terpenting menjadi diri sendiri adalah proses membangun personal branding terasa lebih natural dan mengalir. 

Nahh langkah di atas bisa kamu lakukan untuk membangun personal branding sesuai apa yang kamu kehendaki. Mau nge-branding berdasarkan profesi, kemampuan atau jasa monggo silahkan. Bahkan mau nge-branding untuk keperluan menjadi pejabat kampus juga bisa pake langkah-langkah di atas wkwk. 

Referensi 

  • Tamimy, M. Fadhol (2017). Sharing-mu Personal Branding-mu. Jakarta: Visimedia. 
  • Johnson, M. Katryna. (January 2017). The Importance of Personal Branding in Social Media: Educating Students to Create and Manage their Personal Brand. International Journal of Education and Social Science. Vol. 4 No. 1 
  • Kata Data

Penulis: Muhammad Nurrifqi Fuadi, S.Psi (Instagram: rifqifuadi_1001) 

Penutup 

Oke untuk artikel penjelasan fenomena personal branding dalam psikologi ini cukup sampai di sini saja. Jangan lupa bagiin artikelnya ke teman kamu yang lain, supaya kami segera dapet adsenseTerima kasih. 

Bagi kamu yang memiliki kritik atau saran yang bersifat membangun blog ini. Mungkin juga ingin mengirimkan artikel untuk dipublikasikan di blog ini, kamu bisa mengirimkannya ke alamat email berikut: admin@bumipsikologi.com  

Kata kunci: Penjelasan fenomena personal branding dalam psikologi. Contoh fenomena personal branding. Apa itu personal branding. Manfaat personal branding psikologi. 

Kunjungi: http://mnurrifqifuadi1001.blogspot.com/