Masalahku Berat, kamu Ga Akan Kuat, biar Aku Saja – Memahami Fenomena Snowflake Syndrome

Pendahuluan 

Kali ini Bumi Psikologi akan memuat artikel mengenai memahami fenomena snowflake syndrome. Sebelumnya tahu ga sih apa itu snowflake syndrome? Kuncinya kayak gini, Ya Allah kenapa masalah saya berat banget ga kayak si dia yang hidupnya lanjay, lancar jaya, terus. Ana yakin mereka ga bakal bisa mengerti dan menyelesaikan masalah aing, eh ana. Kira-kira keluhan orang seperti itu yang bisa mewakili fenomena snowflake syndrom ini. Kamu kayak begitu ga kalau ada masalah? 

Baca juga: Salahkah Saya Rebahan? – Psikologi, Pandemi dan Toxic Productivity 

Meskipun begitu, sebenarnya tidak masalah kalau kamu memang merasa masalah kamu paling berat. Atau kamu merasa hidup kamu paling sial dsb. Bahkan merasa diri ini paling sial di muka bumi, yang padahal baru diabaikan doi saja. Ya silahkan saja sih begitu, itu diri kamu. Kamu sendiri yang jalanin hidup hehe. Baca saja skuy fenomena snowflake syndrome di sini. 

Yuk baca dan bagikan artikel dengan judul lengkapnya Masalahku Berat, kamu Ga Akan Kuat, biar Aku Saja – Memahami Fenomena Snowflake Syndrome. 

Masalahku Berat, kamu Ga Akan Kuat, biar Aku Saja – Memahami Fenomena Snowflake Syndrome 

Snowflake Syndrome 

Manusia adalah makhluk yang unik dan setiap manusia punya cerita tentang permasalahannya masing-masing. Namun bukan berarti bahwa Sumiati lebih bermasalah dibanding Endang Soekamti, misalnya. Mungkin beberapa dari kamu sempat bergumam dalam hati “ Masalahku kok berat banget deh dan kayanya permasalahanku beda sama kaya temenku yang lain”. Beberapa teman dari kamu mungkin sempat bercerita tentang permasalahannya yang justru membuat kalian berpikir bahwa masalah kalian berbeda dengan mereka dan tidak sama dengan apa yang telah ia lalui. Sampai akhirnya kamu membuat kesimpulan bahwa “Ssssttttt masalahku sungguh berat adinda, kamu ga akan kuat, biar abang saja”.  

fenomena snowflake syndrome. memahami snowflake syndrome. fenomena psikoloi snowflake syndrome.
Bumi Psikologi – Masalah aing berat, memang kenapa? sumber: unsplash.com

Yup kamu menganggap bahwa tidak ada yang dapat membantumu menyelesaikan masalah lantaran berbeda dengan masalah yang temanmu alami. Tapi tenang saja kamu ga sendiri kok, sebenarnya ada loh yang mempunyai masalah yang serupa dengan kamu, cuma mungkin kamu belum mengetahuinya saja. 

Mengalami masalah yang demikian mungkin kamu perlu deh disuguhkan dengan sebuah fenomena yang bernama “Snowflake Syndrome” , sebuah sebutan untuk yang merasa dirinya yang paling unik atas apa yang mereka miliki atau mereka lakukan.  

Sebenarnya istilah  “Snowflake Syndrome” mulai terkenal sejak film Fight Club yang tayang pada tahun 1999 yang bermula pada suatu adegan yang diperankan oleh Brad Pitt di salah satu adegan “ You’re not special, You are not beautiful or uniques snowflakes. Kata “uniques snowflakes” disini secara harfiah adalah kepingan salju yang seolah-olah spesial dibanding kepingan salju yang lain . sebenarnya kalimat si Brad Pitt tadi adalah sebuah sindiran untuk orang-orang yang merasa dirinya tuh paling unik, padahal di dunia ini semua orang diciptakan unik. 

Baca juga: Surat Cinta Bagi Orang yang Suka Membandingkan Diri Terus Terhadap Orang Lain – Fenomena Perbandingan Sosial Pada Manusia 

Mungkin beberapa dari kamu lantas bergumam dalam hati “ Emangnya kenapa sih kalo menganggap diri aku unik dan beda dari yang lain? Emangnya salah yaa jika aaku seperti ini?”. 

Sebenarnya tidak ada yang salah dari gumaman kamu itu, justru dengan seperti itu memungkinkan kamu untuk terdorong dalam membuat suatu pembaharuan atau inovasi baru dan menambahkan gairah untuk mencoba hal baru yang belum kamu lakukan. Yup kondisi tersebut sebenarnya wajar. Namun menjadi tidak wajar bila kamu menarik diri atau mengisolasi diri dari lingkungan sosial kamu karena menganggap tidak ada satupun yang paham dengan masalah yang kamu rasakan. Sampai pada akhirnya kamu terjebak dengan permasalahan yang kamu alami. Padahal kamu bisa loh menyelesaikan permasalahanmu dengan melihat dan mencari sumber permasalahanmu dari berbagai perspektif  orang lain. 

Di saat kita-kita merasakan emosi negatif, kita cenderung berpikir mengikuti apa yang kita rasakan. Seperti saat kita sedang kesal, kita menganggap bahwa kita adalah satu-satunya orang yang memiliki masalah tersebut. Ketika kita dalam kondisi seperti itu, alangkah baiknya kita menenangkan diri terlebih dahulu, sebelum akhirnya bertanya kepada diri sendiri “ Apakah benar aku saja yang mengalami hal ini?” setelah itu barulah kamu mencari sumber permasalahanmu dari perspektif lain. 

Dalam hal ini kamu bisa meluangkan waktu untuk berdialog dengan orang terdekat yang kamu percayai atau dengan bantuan profesional. 

Terakhir untuk kamu yang sedang atau pernah mengalami hal ini jangan sungkan untuk meminta bantuan ya. Tenang saja, kamu gak sendirian dan hal yang kamu alami itu wajar. Jangan menutup diri untuk memendam masalahmu sendirian seperti Dilan yang menanggung rindunya kepada Milea sendirian karna berat. 

Penutup 

Oke untuk artikel mengenai fenomena snowflake syndrome cukup sampai di sini saja. Semoga bisa bermanfaat untuk kamu, ya khusus untuk kamu. Jangan lupa bagikan artikel ini ya biar kami punya adsense. Terima kasih. 

Bagi kamu yang memiliki kritik atau saran yang bersifat membangun blog ini. Mungkin juga ingin mengirimkan artikel untuk dipublikasikan di blog ini, kamu bisa mengirimkannya ke alamat email berikut: admin@bumipsikologi.com 

Kata kunci: fenomena snowflake syndrome. memahami snowflake syndrome. fenomena psikoloi snowflake syndrome. 

M. Nadhif Amrillah Syams

Panggil saja Nadip

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: