Ketika Kamu Berpikir Semua Orang Memperhatikanmu – Fenomena Spotlight Effect dalam Psikologi

Pendahuluan 

Kali ini Bumi Psikologi akan memuat artikel mengenai fenomena spotlight effect dalam psikologi. Kamu pernah denger istilah spotlight effect? Kalau denger pasti ya apalagi kalau dua kata tersebut dipisah-pisah, sudah barang tentu pernah denger. Di luar dari dipisah atau tidak terkait kata spotlight effect, yang pasti fenomena ini banyak contoh kasusnya. 

Baca juga: Tiba-Tiba Menangis; Bukan Karena Drakor, Sakit Gigi atau Putus Cinta – Penjelasan Pseudobulbar Affect dalam Psikologi 

Misalnya gini deh, ketika kamu jalan ke kantin terus kamu harus melewati kumpulan perempuan yang lagi duduk-duduk, apa yang kamu rasakan? Kalau kamu merasa semua perempuan memperhatikan jalan atau tindak tandukmu, sehingga merasa malu tak ketulungan, mungkin kamu terkena efek ini. Artinya kamu geer merasa orang lain merhatiin kamu, padahal mah nope brother hehe. 

Yuk langsung saja baca dan bagiin artikel spotligh effect: “ketika kamu berpikir semua orang memperhatikanmu” – fenomena spotligh effect dalam psikologi. 

Ketika Kamu Berpikir Semua Orang Memperhatikanmu – Fenomena Spotlight Effect dalam Psikologi 

Fenomena Kehidupan

Fenomena spotlight effect dalam psikologi. Contoh spotlight effect psikologi. Apa itu spotlight effect. Mengatasi spotlight effect. Penjelasan psikologi spotlight effect.
Bumi Psikologi – Saat gini merasa diperhatiin Orang lain bodo amat sih. Sumber: Unsplash.com

Pernahkah kamu tiba-tiba teringat dengan kejadian masa lalu yang menurutmu sangat memalukan? lalu potongan ingatan itu mengantarkanmu pada keyakinan bahwa orang-orang mengingatmu sebagai orang bodoh dan ceroboh. Kamu juga berpikir bahwa kamu menjadi bahan tertawaan mereka sewaktu-waktu.  

Misalnya ketika kamu pergi ke suatu acara dan menurutmu kamu menggunakan pakaian yang gak sesuai dengan acara yang kamu hadiri. “wah kayanya gue salah kostum nih.” kamu pasti cenderung melebih-lebihkan seberapa mencolok pakaian yang kamu gunakan di mata orang lain, padahal kenyataanya mungkin orang lain tidak peduli tentang apa yang kamu gunakan. 

Atau ketika kamu terlambat ngampus dan gak sempet bikin alis, tiba-tiba kamu merasa semua orang tertuju pada alis mu “pasti muka gue aneh banget karna gak ngalis hari ini” “Duh, pasti mereka ngeliatin alis botak gue deh” “aaaa.. gimana dong gue malu banget niii, alis gue botaaak”

Baca juga: Terkhusus Bagi Kamu yang Suka Marah–Marah dan Mudah Tersinggung – Fenomena Humility dalam Psikologi 

Seringkah kamu berada pada situasi seperti itu?  Ketika seolah-olah “Semua mata tertuju padamu”

Nah, Ketika kamu berpikir bahwa semua orang memperhatikanmu  dan kamu memikirkan secara berlebihan tentang apa yang orang lain pikirkan tentang dirimu, dalam perspektif psikologi hal ini disebut spotlight effect.  

Pada dasarnya, Spotlight effect merupakan hal yang sering kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Spothlight effect adalah bias kognitif yang menyebabkan seseorang menganggap bahwa Ia sedang diamati oleh orang lain secara berlebihan. Seseorang yang mengalami spotlight effect cenderung berpikir bahwa dirinya menjadi sorotan setiap saat dan berpikir bahwa orang lain menyoroti segala tingkah laku. Kesalahan dan kekurangannya juga melebih-lebihkan kadar perhatian orang lain terhadap diri mereka sendiri.

Tapi spotlight effect  tidak hanya terjadi pada saat kita malu loh.  Fenomena ini juga bisa terjadi pada saat kita merasa diri kita menawan, misalnya saat kamu menggunakan baju baru. Serasa semua orang merhatiin baju baru mu, tapi apakah kenyataannya begitu? Kita gak tau, kecuali kamu tanya orang itu “lu sadar gak gue pake baju baru?”  

Bahayanya, Spotlight effect dapat  memicu seseorang mengalami gangguan kecemasan sosial terlebih pada orang yang sudah mengalami gangguan ini. Spotlight effect bisa membuat keadaan menjadi lebih buruk. Bahkan sampai memengaruhi kemampuan diri untuk beraktivitas atau merasa nyaman di sekitar orang lain.

Lalu kenapa Spotlight effect bisa terjadi? 

Sederhananya hal ini terjadi karena kita terlalu memperhatikan diri kita sendiri sehingga kita berpikir bahwa semua orang memiliki pandangan yang sama dengan kita.

Pada saat kita memikirkan bagaimana orang lain menilai diri kita, kita mengalami bias egosentris alias kita cenderung mengaitkan sudut pandang orang lain dengan pandangan kita sendiri. Karena kita terbiasa menilai sesuatu dari sudut pandang kita sendiri, maka kita berusaha untuk menilai secara akurat seperti apa perspektif orang lain. 

Spotlight effect juga mengacu pada bias kognitif yang disebut ilusi trasnparansi. Efek ini menyebabkan kamu melebih-lebihkan seberapa baik orang lain dapat memahami keadaan emosimu. Walaupun kamu sadar bahwa orang lain tidak memiliki akses langsung ke pikiran dan emosimu. 

Baca juga: Belajar Membaca Bahasa Tubuh dan Micro Ekspresi dari Film – Analisis Psikologi Film Lie to Me 

Kedua hal ini menunjukkan bahwa kita sebenarnya cenderung hanya fokus pada tindakan dan pikiran kita sendiri. Ini akan menyebabkan kita akhirnya percaya bahwa semua orang memiliki pikiran yang sama. Pada saat hal ini terjadi, kita akhirnya mengalami Spotlight effect.

Karena kita terlalu fokus pada penampilan dan tindakan kita sendiri, sulit bagi kita untuk mengingat bahwa orang lain tidak terlalu fokus pada penampilan atau pada apa yang kita lakukan, karena mereka juga sibuk dengan kehidupan mereka sendiri.

Seperti kamu yang hanya fokus pada dirimu, orang lain pun begitu, tidak ada yang memperhatikanmu se detail itu kok, jadi santai aja! karna pada faktanya tidak ada orang yang benar-benar punya waktu untuk memperhatikan dan menilai semua penampilan dan tingkah lakumu. 

Menyadari adanya spotlight effect dapat menjadi langkah pertama untuk membantu kita mengurangi rasa gugup atau malu. Terutama ketika kita merasa semua orang sedang memperhatikan kita. Jadi  mulai saat ini ketika kamu mengalami kejadian serupa, tarik nafas  dan katakana pada dirimu “Itu cuman Spotlight effect”.

Sumber :  

Gilovich, T., Medvec, V. H., & Savitsky, K. (2000). The spotlight effect in social judgment: An egocentric bias in estimates of the salience of one’s own actions and appearanceJournal of Personality and Social Psychology. 

Penulis: Wilda Khoerunnisa (Instagram: instagram.com/willllda) 

Penutup 

Oke untuk artikel mengenai fenomena spotlight effect dalam psikologi cukup sampai di sini saja. Semoga bisa bermanfaat. Jangan lupa bagiin artikel ini ke teman kamu yang lainnya, supaya kami bisa dapet adsense bro. Terima kasih. 

Bagi kamu yang memiliki kritik atau saran yang bersifat membangun blog ini atau mengirimkan artikel bisa mengirimkannya ke admin@bumipsikologi.com atau ke menu submit artikel. 

Kata kunci: Fenomena spotlight effect dalam psikologi. Contoh spotlight effect psikologi. Apa itu spotlight effect. Mengatasi spotlight effect. Penjelasan psikologi spotlight effect.

Wilda Khoerunnisa
%d blogger menyukai ini: