Pendahuluan

Kali ini Bumi Psikologi akan memuat artikel mengenai harapan akan selalu ada untuk kehidupan pasca pandemi. Tidak dipungkiri memang, segala sektor dalam kehidupan yang di sana ada manusianya pasti terdampak. Entah mereka yang menjadi pekerja, pelajar, pengusaha atau sektor jasa dan lainnya ikut juga terdampak. Kondisi ini tentu rentan dengan pikiran negatif dan keputusasaan. Bagaimana tidak, keseharian dalam lingkungan dipenuhi oleh informasi dan berita mengenai wabah SARS-COV2 ini. Ditambah media bandel dengan nuansa negatif demi iklan dan pengunjung.

Baca juga: Solusi Bagi Mental yang Selalu Marah-Marah dengan Terapi Marah dalam Psikologi Islam

Meskipun begitu, harapan akan selalu ada dan harus selalu berharap. Kehidupan pasca pandemi corona ini harus terus dinanti. Sembari juga kamu menormalkan kehidupan dalam keadaan saat ini, yang mungkin dulu dianggap tidak normal. So, jangan putus asa dan teruslah berharap. Untuk itu kamu bisa baca artikel harapan akan selalu ada yang dianalisis dalam pandangn psikologi.

Yuk langsung saja baca artikel dengan judul lengkapnya Menanti Kehidupan Pasca Pandemi – Harapan Akan Selalu Ada Meski dalam Kondisi Terburuk Sekalipun sampai tuntas ya.

Menanti Kehidupan Pasca Pandemi – Harapan Akan Selalu Ada Meski dalam Kondisi Terburuk Sekalipun

Harapan akan selalu ada: Kehidupan pasca wabah Pandemi

harapan akan selalu ada dalam psikologi, menanti kehidupan pasca pandemi, beraharap kehidupan pasca pandemi
Bumi Psikologi – Menanti langit cerah dalam keramain dan kegembiraan. Sumber: Pexels.com

Kali ini kita bakal membahas harapan pasca wabah pandemi berakhir, bukan pasca hubungan berakhir. Yap betul, mendengar tutur Pakde Jokowi mengenai optimisme Indonesia bakal bangkit dari covid-19 pada 2021, nampaknya saya ingin (biar kaya Pakde.wkwk) juga menaruh harapan yang sama. Kembali beraktifitas seperti biasa, kuliah, nyelesaikan skripsi, iyaa skripsi yang belum kelar, diskusi analisis SPSS dan Lisrel (maklum kuantitatif) dan setelah itu daftar kartu pra-kerja (kalau masih bisa).

Harapan bagi siswa atau mahasiswa mungkin ingin kembali belajar, beda dengan pekerja yang ingin kembali bekerja, mencari pundi-pundi uang agar bisa menghidupi sanak keluarga (yaa semoga tidak banyak gelombang PHK). Pemerintah dalam hal ini pakde Jokowi mungkin ingin (harapan ala Pakde) memperhitungkan kembali ihwal kekuatan ketahanan social, ekonomi termasuk didalamnya ketahanan pangan Indonesia. Adapun masyarakat berharap kondisi kembali seperti semula, bahkan lebih baik lagi. Memang, harapan harus selalu ada. Walaupun per- 10 mei 2020 positif corona terus bertambah hingga mencapai 13.645 orang.

Baca juga: Cerita Sebagai Media Pembentuk Pribadi Anak – Metode Bercerita untuk Pengajaran Anak dalam Psikologi

Berbicara tentang harapan, Victor H. Vrom dalam bukunya yang berjudul “Work and Motivation” memasukan harapan dalam ranah motivasi. Orang dengan harapan tinggi, mendorongnya lebih kuat untuk memperoleh apa yang ditujunya. Teori harapan menunjukan bahwa tujuan tidak menghasilkan kebiasaan, setidaknya lebih mengarah pada sudut pandang dia sebagai seseorang yang mampu mengembangkan jalur dan bertahan dalam jalur untuk menggapai tujuannya. Oleh karenanya, harapan menurut Alex mencerminkan persepsi seseorang terhadap kapasitas mereka untuk mengkonseptualisasikan tujuan-tujuan secara jelas, mengembangkan berbagai strategi untuk menggapai tujuan, serta mempertahankan motivasi untuk menggunakan strategi terbaik.

harapan akan selalu ada dalam psikologi, menanti kehidupan pasca pandemi, beraharap kehidupan pasca pandemi
Bumi Psikologi – Teruslah berharap kapanpun itu. Sumber: Pexels.com

Setidaknya terdapat dua komponen yang ada dalam teori harapan, pathways thinking dan agency thinking. Ada juga yang menambahkan goal sebagai komponen pertama, dan menjadi jangkar dari teori harapan. Untuk dapat menggapai tujuan, seseorang harus mempersepsikan dirinya mampu menghasilkan jalur atau rute berfikir untuk mencapai tujuan (Pathways Thinking). Sedangkan untuk menggapai tujuan tidak cukup sampai situ saja, perlu adanya motivasi yang mendorong seseorang  untuk memulai dan mempertahankan pergerakan menuju tujuan (agency thinking). Agar mampu bertahan menghadapi hambatan dalam proses perjalanan mencapai tujuan.

Baca juga: Menjadi Pribadi yang Selalu Memaafkan – Mengenal Konsep Pemaaf dalam Psikologi Islam

Misalnya, Pakde ingin (walaupun kata-kata ingin tidak seharusnya keluar dari eksekutif/tor wkwk) bansos untuk masyarakat kurang mampu di tengah pandemi, tepat sasaran. Pathways thinking-nya Pakde mempersepsikan bahwa pemerintan mampu mendistribusikan bansos tepat sasaran dengan beberapa strategi yang efektif. Kata-kata yang muncul adalah “beberapa strategi sudah/ sedang kami siapkan”. Maka agency thinking-nyaadalah tekad dan komitmen pemerintah; Pakde agar bansos tepat sasaran. Kata-kata yang muncul dari pemerintah “saya akan selesaikan ini”, “saya pastikan bansos tepat sasaran”.

harapan akan selalu ada dalam psikologi, menanti kehidupan pasca pandemi, beraharap kehidupan pasca pandemi
Bumi Psikologi – Jangan Pernah Menyerah. Sumber: Pexels

Diksi yang digunakan sang eksekutor sebaiknya tidak lagi “saya ingin”. Disamping kata “saya ingin” lebih cocok digunakan oleh masyarakat, harapan juga bukan sekedar keinginan. Harapan merupakan kumpulan dari goal yang penting untuk dicapai, pathways thinking; mempersepsikan diri mampu, dan agency thinking; motivasi untuk menggapai, yang saling melengkapi, bersifat timbal balik dan berkorelasi positif.

Mulai tulis kembali harapan-harapan yang sempat tertunda. Realisasikan sekarang atau nanti pasca wabah pandemi covid-19 berakhir. Yang harapannya wisuda di tahun 2020, nikah di tahun 2020, melunasi hutang tahun ini, nembak cewe, boo yoo disiapan strateginya dari sekarang. Harapan akan selalu ada.

Daftar Pustaka

Penutup

Oke untuk artikel harapan akan selalu ada yang dianalisis dalam sudut pandang psikologi sampai di sini saja ya. Semoga kamu selalu diberikan kesehatan, dan teruslah berharap kepada Sang Pencipta untuk menanti kehidupan pasca pandemi ini. Memang dalam keadaan ini akan banyak kecemasan yang timbul, jadi jangan ragu untuk meminta bantuan orang lain dan keluarga ya. Jangan lupa juga untuk membagikan artikel ini kepada temen-temenmu supaya mereka bisa mendapatkan apa yang kamu dapatkan dari sini. Terima kasih.

Bagi kamu yang memilki kritik atau saran yang bersifat membangun blog ini dan mungkin juga ingin mengirimkan artikel atau karyanya untuk dipublikasikan di blog ini, kamu bisa mengirimkannya ke alamat e-mail berikut ini: admin@bumipsikologi.com

Kata kunci: harapan akan selalu ada dalam psikologi, menanti kehidupan pasca pandemi, beraharap kehidupan pasca pandemi