Aku Bahagia karena Tidak Tahu – Ignorance Bliss

Dandy Aulya

13 Jan, 2023

Ignorance Bliss: Enggak Tahu yang Sehat tapi Bisa Sakit

Bumipsikologi.com – Kadang ketidaktahuan membuat kita bahagia, tapi apakah itu memang kebahagiaan yang hakiki atau pseudo saja? Yok nda tau kok tanya saya.

Seorang suku pedalaman suatu hari bertanya pada pendeta “Pak, kalau saya nda tau dosa, apa masuk neraka ya?”. “Nggak,” jawab pendeta. “Kalau kamu bener-bener nggak tahu, jadi nggak masuk neraka,” lanjutnya. “Jadi, kok bapak ngasi tau saya?” .

Ilustrasi di atas sering kelompok ateis gunakan untuk menyerang kelompok beragama. Secara pribadi, saya menilai ilustrasi tersebut sebagai ignorance bliss, apa lagi ini?

Ignorance bliss merujuk pada keadaan di mana seseorang tidak mengetahui sesuatu yang mungkin menyedihkan sehingga ia merasa bahagia dan tidak terganggu oleh hal tersebut. Berkah memang. Saya teringat kaum yang tidak sempat para nabi sambangi. Atau suku-suku pedalaman yang menikmati pisang bersama gelak tawa simpanse di kedalaman amazon. Namun saya juga enggan membayangkan mereka menjadi objek eksperimen orang-orang Brazil untuk jadi Ronaldinho ke-sekian. 

Lebih lanjut, orang-orang kerap menganggap Ignorance bliss sebagai hal yang positif sebab ketidaktahuan terhadap informasi-informasi yang tidak menyenangkan (misalnya red flag si doi) dapat membantu seseorang untuk merasa lebih rileks. Apalagi jika informasi tersebut adalah sesuatu yang tidak bisa kamu ubah. Sehingga memikirkan hal tersebut justru hanya menimbulkan kekhawatiran, bahkan depresi.

Misalnya, seseorang yang tidak tahu-menahu mengenai darurat iklim mungkin saat ini akan bisa tetap menikmati hangatnya bakar-bakar di malam hari untuk menghangatkan badan. Selain itu, tidak memikirkan atau mengetahui hal-hal tertentu juga bisa membantu kamu untuk lebih fokus pada hal-hal yang lebih penting. Misalnya dengan tidak mengetahui konsep hiling-hilingan, kita mungkin sekarang sudah sibuk mempelajari multiverse. 

Baca juga: Emangnya Berpikir Negatif Bisa Buat Kita Bersyukur? – Premeditatio Malorum

Lalu, pada masalah apa saja kita harus menjadi blissly ignorant? Yang pertama tentu adalah pada masalah-masalah yang tidak bisa kita ubah, seperti doi yang memang merasa tidak cocok sekalipun kamu sudah sempurna. Lalu situasi yang tidak penting seperti komentar netizen dan sirkel-sirkel sekitar. Kemudian masalah-masalah yang menimbulkan rasa tidak nyaman—it’s okay untuk nolak ajakan maen pas dompet seret. Dan terakhir adalah masalah-masalah yang justru menambah beban hidup—seperti mengurusi tren latto-latto. 

Namun di sisi lain, perlu kamu ingat pula bahwa ignorance bliss juga bisa berdampak negatif apabila kamu terapkan pada beberapa jenis masalah. Pertama adalah abai pada masalah yang wajib kamu atasi, seperti fokus belajar di kampus, bukannya malah nyari pacar atau gegayaan ala sosialita. Kemudian pada masalah yang bisa dihindari—sudah tahu lagi musim hujan malah enggak bawa jas hujan.

Lalu pada masalah yang mempengaruhi orang lain. Karena kamu enggak hidup sendirian, maka nikung temen sambil berdalih enggak tahu etika berpacaran adalah hal yang mungkin bisa mengantarkanmu ke dalam ring tinju. Dan terakhir adalah pada masalah yang mempengaruhi masa depan—serius bung, selesai baca artikel ini mending gerak deh, kerja, lakuin apa aja yang produktif. 

Sebagai catatan, ignorance bliss bukanlah sesuatu yang selalu positif atau buruk, tergantung pada situasi dan konteksnya. Ignorance bliss dapat membantu seseorang untuk merasa lebih santai dan tidak stress dalam situasi tertentu, namun juga dapat menjadi masalah jika seseorang terus-menerus tidak mengetahui atau tidak memikirkan sesuatu yang penting.

Oleh karena itu, penting untuk mengelola ignorance bliss dengan bijak dan mempertimbangkan apakah tidak tahu atau tidak memikirkan sesuatu akan memberikan manfaat atau justru merugikan dalam situasi tertentu.

Untuk mengatasi masalah-masalah di atas, maka kamu perlu lebih banyak membaca atau memperbanyak informasi. Jangan-jangan kamu selama ini jadi jomblo cuma karena malas riset soal cowo-cowo yang ada di sekitarmu. Selain membaca, kamu juga bisa berdiskusi dengan teman-temanmu yang lebih aktif ngeghibah, siapa tau dia punya kandidat cakep untukmu.

Dan terakhir adalah biasain diri untuk tetap terbuka pada informasi baru dan rasa ingin tahu. Ngecek ramalan cuaca paling enggak bakal bantu kamu untuk menghindar dari flu pas minggu-minggu ujian. 

Bacaan lanjutan: Ignorance is bliss

Penutup

Gimana jadinya kamu milih tahu atau enggak tahu? Kalo saya sih milih kamu wkwkwk.

Penulis: Dandy Aulya

Keterangan: Artikel ini merupakan kiriman dari penulis bumi psikologi. Bagi kamu yang memiliki artikel untuk dibagikan kepada para pembaca melalui kanal kami, kamu bisa kirim ke lama ini ya, Masukan dan Submit Artikel atau ke email kami di bumipsikologi@gmail.com