Pendahuluan

Kali ini Bumi Psikologi akan memuat artikel mengenai introvert dan ekstrovert dalam psikologi kepribadian. Biasanya bagaimana sih kamu memahami introvert dan ekstrovert? Apakah introvert merupakan orang yang pemalu, penyendiri dan tidak pandai bersosialisasi? Dan ekstrovert sebaliknya, orang yang periang dan selalu berada “di luar rumah”? Anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah, tapi yang menjadi masalah adalah menjustifikasi diri atau orang lain.

Baca juga : Kesalahan Memahami Kepribadian – Tinjauan Kepribadian dalam Psikologi

Biasanya, ketika mendengar atau membaca artikel mengenai kepribadian dengan penjelasan psikologi, pasti akan buru-buru menilai “wah saya ini termasuk kepribadian karena memiliki ciri ini, ini dan ini”. Selain itu juga, memahaminya sering menggunakan pandangan yang segregatif atau tipologi. Artinya penyifatan yang pasti-pasti. Jika merasa introvert, lumrahnya akan menganggap ini sifat saya sepenuhnya. Kira-kira begitulah yang biasanya ditemukan di beberapa media sosial. So, artikel introvert dan ekstrovert dalam psikologi kerpibadian ini wajib kamu baca.

Yuk langsung saja baca artikel dengan judul lengkapnya Kesalahan Memahami Kepribadian Introvert dan Ekstrovert – Introvert dan Ekstrovert dalam Psikologi Kepribadian sampai tuntas ya!

Kesalahan Memahami Kepribadian Introvert dan Ekstrovert – Introvert dan Ekstrovert dalam Psikologi Kepribadian

Narasi Umum

introvert dan ekstrovert dalam psikologi kepribadian , perbedaan introvert dan ekstrovert dalam psikologi , ciri orang yang introvert dan ekstrovert
Bumi Psikologi – Ekstrovert itu berkumpul dengan orang lain kah? Sumber: Pexels.com

Narasi populer mengenai kepribadian introvert pasti pendiam sedangkan ekstrovert yang pasti banyak omong Narasi populer mengenai kepribadian introvert pasti pendiam sedangkan ekstrovert yang pasti banyak omong merupakan sesat pikir yang harus dihindari. Istilah introvert-ekstrovert memang sangat familiar di telinga masyarakat. Ya, siapa saja bisa mempelajarinya, sebab melimpah sekali pembahasan mengenai teori kepribadian ini di internet. Bagi seseorang yang tidak memiliki dasar psikologi sama sekali, seringkali terjadi salah kaprah saat berusaha memahami maksud dari teori ini. Karena terkesan sederahana, orang-orang jadi terlalu cepat menarik kesimpulan. Padahal yang namanya dinamika kepribadian manusia, merupakan sebuah konsep yang sangat kompleks. Introvert bukan hanya tentang pemalu, sedangkan ekstrovert bukan sekedar suka bergaul.

Kajian dalam Psikologi

Lantas, sebenernya apa sih kepribadian introvert-ekstrovert itu?

Jung selalu percaya bahwa hakikat jiwa manusia terdiri atas dualitas, maka dari itu dia membuat rumusan mengenai inrovert-ekstovert. Jika disederhanakan, konsep dualitas kepribadian ini berkaitan dengan energi jiwa (psychic energy). Energi jiwa merupakan sesuatu hal yang memberikan tenaga untuk manusia bisa hidup dan menjalani aktifitasnya. Ada yang energinya terhubung secara kuat dengan hal di luar dirinya, dan ada yang energinya terhubung secara kuat dengan hal di dalam dirinya. Untuk bisa hidup dan tetap menjalankan aktifitasnya, setiap orang harus mengisi energi jiwanya, bahasa kerennya nge-cas tenaga. Karena ekstrovert memiliki orientasi pada dunia luar, maka mereka akan melakukan kegiatan yang sifatnya eksternal seperti berpesta atau nongkrong dengan temannya. Sedangkan introvert, karena memiliki orientasi pada diri sendiri, akan melakukan kegiatan yang sifatnya internal seperti merenung atau menyendiri. 

introvert dan ekstrovert dalam psikologi kepribadian , perbedaan introvert dan ekstrovert dalam psikologi , ciri orang yang introvert dan ekstrovert
Bumi Pisikologi – Apakah Introvert penyendiri? Sumber Pexels.com

Terus kenapa introvert identik dengan pemalu dan ekstrovert identik dengan suka bergaul?

Perbedaan paling mendasar antara ekstrovert dan introvert adalah sistem saraf dan gairah bawaan (arousal). Perbedaan paling mendasar antara ekstrovert dan introvert adalah sistem saraf dan gairah bawaan (arousal). Seorang ekstrovert memiliki gairah bawaan yang rendah (under-aroused), sehingga harus mencari rangsangannya sendiri untuk dapat memenuhi gairahnya. Karena mudah bosan, mereka tak jarang berkaitan dengan perilaku yang berani mengambil resiko untuk mengatasi rasa bosannya. Proses pencarian rangsangan tersebutlah yang membuat seseorang dapat melakukan banyak hal-hal aktif. Perilaku-perilaku dalam rangka memenuhi gairahnya tersebut membentuk karakterisitik seperti mudah bergaul, ramah, terbuka dan periang yang menjadi identik dengan kepribadian ekstrovert. Sedangkan, seorang introvert memiliki gairah bawaan yang tinggi (over-aroused). Sehingga mereka tidak perlu lagi mencari rangsangan untuk memenuhi gairahnya. Mereka justru cenderung  menghindari dan mengurangi rangsangan tersebut (reduce/avoid stimulation). Untuk mengimbangi gairah bawaaannya, orang introvert cenderung lebih tenang dalam melakukan sesuatu, sehingga membentuk karakteristik seperti suka menyendiri, berhati-hati, dan kurang suka bergaul yang menjadi identik dengan kepribadian introvert.

Baca juga : Bagaimana sih Toleransi Beragama dalam Sudut Pandang Psikologi? Simak Penjelasan Teoritisnya!

Kalo aku introvert, berarti susah ya buat bergaul?

Jung secara tegas menyatakan, tidak ada satupun orang yang benar-benar murni introvert atau ekstrovert. SJung secara tegas menyatakan, tidak ada satupun orang yang benar-benar murni introvert atau ekstrovert. Setiap orang sama-sama memiliki sikap introvert dan ekstrovert dalam dirinya, hanya saja salah satunya akan lebih dominan. Tapi bukan berarti sikap yang tidak dominan tidak bisa muncul. Setiap orang bisa memunculkan tipe kepribadiaannya yang tidak dominan dalam keadaan tertentu. Inilah yang menjelaskan mengapa orang bisa sangat bawel pada suatu perkumpulan, tapi bisa sangat pendiam pada perkumpulan yang lain. Kontradiksi ini bukan berarti memiliki kepribadian ganda, tetapi merupakan perwujudan betapa complicated-nya dinamika kepribadian manusia. Judge introvert ataupun ekstrovert bukanlah sesuatu hal yang mutlak. Seandainya kamu adalah tipe introvert, jangan malah lantas kamu tidak mau bergaul. Hanya karena kamu yakin kamu adalah tipe intovert, jangan malah hanya berperilaku ke arah sana. Pada titik tertentu,seorang introvert bisa memunculkan tipe ekstrovertnya, sebab introvert-ekstrovert bukan merupakan sekat yang membatasi perilaku manusia.

Baca juga : Terapi Gestalt untuk Membangun Kesadaran Lingkungan Hidup Masa Kini – Pandangan Psikologi Terhadap Alam

“aku kan introvert kak, jadi gabisa bekerja sama dalam tim”

Introvert-ekstrovert bukanlah alat yang bisa digunakan untuk pembenaran atas ketidakmampuan atau kesalahan. Kalo kamu tidak bisa berbicara di depan umum, jangan salahkan kepribadianmu yang introvert. Kalo kamu tidak bisa diam dirumah disaat pandemi, jangan salahkan kepribadianmu yang ekstrovert. Alangkah tidak bijaksana jika kamu menyalahkan dirimu yang introvert. Padahal sekalipun kamu memiliki tipe kepribadian introvert, kepribadian ekstrovertmu bisa muncul pada saat yang dibutuhkan.

Jadi mana yang lebih baik ekstrovert atau introvert?

Sebagaimana dualitas seperti yin dan yang, introvert-ekstrovert merupakan satu kesatuan. Selayaknya kebaikan yang tidak akan ada tanpa kejahatan, introvert-ekstrovert saling membutuhkan satu sama lain agar terciptanya keseimbangan. Sebagai spektrum kepribadian yang luas, tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk antara introvert dan ekstrovert. Setiap spektrum kepribadian akan saling melengkapi kemudian membentuk kepribadian seseorang secara utuh, dan masing-masing bisa memiliki kelebihan dalam kondisi tertentu.

So, yang perlu kamu tekankan adalah setiap orang memiliki kadar ke introvert dan ekstrovert nya sendiri. Untuk mengetahui kamu termasuk memiliki kadar kerpibadian lebih banyak yang mana, kamu bisa test kepribadian atau memahami diri kamu mengenai gairah dan energi kehidupan lebih banyak didapat dari mana. Jadi sifatnya ini ada di garis kontinum ya, bukan bersifat kategorik. [Bacaan lanjutannya bisa di buku: Introduction to Personality]

Penulis: Shandi Fadila [Instagram: Shandifofficial]

Penutup

introvert dan ekstrovert dalam psikologi kepribadian , perbedaan introvert dan ekstrovert dalam psikologi , ciri orang yang introvert dan ekstrovert
Bumi Psikologi – Apapun itu, kamu harus jadi diri kamu sendiri. Sumber: Pexels.com

Oke untuk artikel penjelasan introvert dan ekstrovert dalam psikologi cukup sampai di sini saja. Semoga setelah membaca ini bisa memberikan sedikit gambaran mengenai salah satu miskonsepsi dalam memahami kepribadian introvert dan ekstrovert dalam psikolog, dan kamu bisa mencari lebih banyak lagi literatur mengenai penjelasan ini. Terima kasih, jangan lupa bagikan kepada teman-teman kamu dan apabila ada yang ditanyakan bisa ditulis di komentar.

Bagi kamu yang memilki kritik atau saran yang bersifat membangun blog ini dan mungkin juga ingin mengirimkan artikel atau karyanya untuk dipublikasikan di blog ini, kamu bisa mengirimkannya ke alamat e-mail berikut ini: admin@bumipsikologi.com

Kata kunci: introvert dan ekstrovert dalam psikologi kepribadian , perbedaan introvert dan ekstrovert dalam psikologi , ciri orang yang introvert dan ekstrovert