Ruang Rindu dan Lubang di Hati – Makna Psikologi Sufistik Lagu Neo Letto

Pendahuluan 

Kali ini Bumi Psikologi akan memuat artikel mengenai makna psikologi sufistik lagu noe letto. Siapa yang tidak kenal dengan lagu-lagu dari Letto. Mungkin bagi kamu yang belum tau makna yang ada dalam lagu mereka, bakal mengira itu hanya lagu cinta biasa. Lagu cinta terhadap manusia. Padahal selama ini, kalau mengira seperti itu, ternyata bait dari lagu Letto melebihi makna cinta terhadap manusia. 

Dalam beberapa kajian, makna lirik lagu Letto menembus cinta yang dalam dan agung. Mereka membuat lirik seakan itu hanya disampaikan terhadap manusia. Tetapi, dalam dunia sufi, lirik  dan bait suatu pusi atau lagu itu merupakan bentuk ungkapan cinta terhadap sang Maha Pencipta. Simak yuk artikel makna psikologi sufistik lagu neo Letto di sini. 

Yuk langsung baca dan bagiin artikel dengan judul lengkapnya Ruang Rindu dan Lubang di Hati – Makna Psikologi Sufistik Lagu Neo Letto

Ruang Rindu dan Lubang di Hati – Makna Psikologi Sufistik Lagu Neo Letto 

Psikologi Sufistik dan makna yang terkandung dalam bait-bait lagu noe letto 

“Yang tergelap dari dunia adalah rumah kekasih tanpa kekasih”  

Jalaluddin rumi

Pandemi membuatku merenungi diri juga berkelana dalam dimensi diri. Menjengkelkan memang kalau harus berkelana menelusuri bagian penting dalam diri yaitu hati, karna selalu saja aku dibuatnya tertipu mana “kata hati” dan mana “perasaan”. Tapi aku teringat dengan wejangan seorang budayawan yang mengatakan bahwa “Hati nurani adalah sesuatu dalam dirimu yang tau ketika kamu tidak tulus”.  Makin ramai saja pikiranku sampai-sampai lupa kalau 5 menit lagi aku harus masuk kelas Psikologi sufistik via daring. Ku bisukan saja pikiran-pikiran itu agar bisa fokus menyimak perkuliahan psikologi sufistik. 

“Kucari sesuatu yang mampu mengisi lubang ini 

Kumenanti jawaban apa yang dikatakan oleh hati 

Apakah itu kamu? Apakah itu dia? 

Selama ini kucari tanpa henti 

Apakah itu cinta? Apakah itu cita? 

Yang mampu melengkapi lubang di dalam hati 

Kumengira hanya dialah obatnya 

Tapi ku sadari bukan itu yang kucari 

Ku teruskan perjalanan panjang yang begitu melelahkan 

Dan ku yakin kau tak ingin aku berhenti 

Apakah itu kamu? Apakah itu dia? 

Selama ini kucari tanpa henti 

Apakah itu cinta? Apakah itu cita? 

Yang mampu melengkapi lubang di dalam hati” 

makna psikologi sufistik lagu neo letto. Makna psikologi lagu ruang rindu letto. Makna sufi lagu Letto. Arti sesungguhnya di balik lagu Letto.
Bumi Psikologi – Sufi mengungkapkan cintanya ada yang dengan lagu. Sumber; Unsplash.com

Terkejut aku terheran-heran mendengar suara bising dari tetangga yang sedang memutar lagu letto, lubang di hati dan kembali mengundang bising di pikiranku lagi. Tetapi ku dengar kakakku menyahut “Dih bucin banget tetangga lagunya”. Aku sambut saja pernyataannya dengan senyuman kecil, bukan karna tetanggaku yang bucin, tetapi karna kakakku yang hanya sampai pada pemahaman lagu itu adalah lagu percintaan antara 2 sejoli yang sedang dilanda romansa cinta. 

Baca juga: Kebermaknaan Hidup dalam Teori Psikologi dan Psikologi Islam 

Pada lirik lagu tersebut aku dibuatnya merenungi kehidupan yang semakin hari semakin terasa kosong/hampa. Kekosongan dalam diri manusia mendorong manusia tersebut untuk melakukan hal apa pun yang dapat mengisi kekosongan hatinya agar merasakan kebahagiaan. Rasa itu hanya bisa dirasakan dengan hati dan untuk merasakan kebahagiaan manusia perlu untuk muhasabah, bertanya pada hatinya sendiri, apa hal yang dapat mengisi kekosongan hatinya tersebut karna hatilah yang tahu apa kemauan dirimu. 

Dalam psikologi sufistik hati memiliki kecerdasan dan kearifan terdalam. Kecerdasan yang dimiliki oleh hati lebih mendalam dan mendasar dari pada kecerdasan yang cenderung abstrak, yang dimiliki oleh akal kita. Hati juga menyimpan roh ilahiah. Karenanya, bagi para sufi hati adalah kuil Tuhan atau rumah bagi Sang Kekasih. Yup, menyedihkan memang bilamana rumah Kekasih tanpa kekasih. 

ketidaktahuan membuat manusia bertanya-tanya karna manifestasi dari cinta selalu saja berubah maka ia akan terus berusaha mencari dan melakukan segala hal untuk mengisi kekosongan hatinya. Sering kali muncul serangkaian pertanyaan tatkala manusia  melakukan sesuatu, apakah sesuatu itu tersebut itu cinta atau hanya cita? Cinta adalah rasa yang harus dimiliki, Cita adalah keinginan yang selalu ada. Keduanya haruslah berjalan beriringan. Baik Cinta dan cita adalah perjalanan yang harus dilalui manusia untuk mengisi kekosongan hati. 

Baca juga: Restui Tibanya “Kehilangan” Demi Tenang yang Mendatang – Memahami Makna Kehilangan untuk Kesehatan Mental 

Tuhan menanamkan benih-benih rindu dalam diri manusia sebagai tali agar kita dapat kembali ke pelukan-Nya. Ada kalanya ruang rindu membuat lubang dalam hati manusia, selalu ada naluri untuk berkeinginan entah dalam hal mencapai atau mendapatkan sesuatu hal. Ada yang mengisi ruang rindu itu dengan kekuasaan, harta berlimpah dan hal lainnya. Pada suatu hari manusia akan menyadari bahwa bukan itu yang dapat mengisi lubang dalam hati. Kenapa? Karna pada dasarnya perasaan yang ada di dalam dunia ini adalah perasaan relatif, manusia selalu membandingkan perasaan tersebut dengan perasaan sebelumnya.  

Kita kenyang karna sebelumnya kita lapar, kita dapat gaji yang besar karna sebelumnya kita mendapatkan gaji yang terbilang kecil. Tapi ketika kita sudah dapat gaji 6 juta per-bulan, misalnya, tidak sebahagia waktu kita pertama kali mendapatkan gaji 6 juta per-bulan. Sering kali juga kita tidak sebahagia saat pertama kali jadian dengan pujaan hati. Perasaan akan Kebahagiaan dan kenikmatan itu yang akan terus di cari oleh manusia. Padahal pada hakikatnya kebahagiaan ada dalam diri manusia bukan di luar diri manusia karna yang kita alami dalam hidup ada dalam diri manusia tersebut. kebahagiaan dalam hidup kita tidak membutuhkan syarat dari luar.  

Baca juga: Ada apa dengan orang Indonesia? Orang Yang Ditagih Hutang Kok Lebih Galak – Analisis Psikologi Fenomena Orang yang Berhutang 

Siapa Dia yang bisa menawar kerinduan? Seorang kekasih hati yang telah lama pergi ataukah suatu rasa yang bersemayam Dalam sanubari seorang manusia? Walaupun semua telah kamu capai, pencarian tidak akan pernah terhenti  

Hidup adalah sebuah pencarian, Hidup ibarat orang yang melakukan perjalanan. Memang sangat melelahkan dan jenuh. Tapi ,perjalanan tidak akan pernah terhenti. Dia yang kau cari juga tidak ingin kau berhenti. Ya, apa yang mencarimu sedang mencarimu juga.  

Kring,kring,kring, suara handphone berdering, ternyata temanku menelepon karna pak dosen mencariku untuk absensi perkuliahan daring. 

Penutup 

Oke untuk artikel mengenai makna psikologi sufistik lagu noe letto sampai di sini saja. Jangan lupa bagiin juga artikel ini ke teman kamu yang lain supaya kami dapat adsense. Terima kasih. 

Bagi kamu yang memiliki kritik atau saran yang bersifat membangun blog ini. Mungkin juga ingin mengirimkan artikel untuk dipublikasikan di blog ini, kamu bisa mengirimkannya ke alamat email berikut: admin@bumipsikologi.com   

Kata kunci: makna psikologi sufistik lagu neo letto. Makna psikologi lagu ruang rindu letto. Makna sufi lagu Letto. Arti sesungguhnya di balik lagu Letto. 

Panggil saja Nadip