Pendahuluan

Kali ini Bumi Psikologi akan memuat artikel mengenai Manusia dalam Pandangan Psikoanalisis. Manusia itu apa sih? Atau kamu itu apa? Manusia sih ya hehe. Para ahli memandang manusia atau mendefinisikannya sudah jelas yaitu terdiri dari fisik dan psikis. Secara fisik wujudnya bisa dilihat, namun yang menjadi misteri yaitu psikis manusia. Dan juga banyak hal lain yang membuat manusia tidak mengenal dirinya sendiri.

Baca juga: Bahagia itu Dekat di Sekitar Kita, Sudahkah Kita Bahagia? – Bahagia Menurut Psikologi

Kamu sudah memahami manusia itu apa? Saya rasa disini pasti pada tahu dong ya. Tapi baca saja deh artikel manusia dalam pandangan psikoanalisisnya hehe.

Yuk simak saja artikel dengan judul lengkapnya Serial Mengenal Manusia Perspektif Psikologi – Manusia dalam Pandangan Psikoanalisis sampai tuntas ya!

Serial Mengenal Manusia Perspektif Psikologi – Manusia dalam Pandangan Psikoanalisis

Dorongan Alam Bawah Sadar Menyusup Tak Bersuara

mengenal manusia pandangan psikologi, manusia dalam pandangan psikoanalisis, Sigmund Freud mengenai manusia, Psikodinamika mengenai manusia
Bumi Psikologi – Manusia itu unik. Sumber: Pixabay.com

Sore itu Gita pulang sekolah dengan penuh semangat dan sampai di rumah lebih cepat dari hari biasanya. Biasanya Ia berjalan pulang bersama Sofie untuk sekadar membicarakan seputar kehidupan manusia saat ini. Maklum, Gita memang memiliki ketertarikan yang lebih terhadap manusia dan kehidupannya, meskipun saat ini Ia baru kelas 1 SMA. Berbeda dengan temannya yang lain yang lebih gemar berbincang-bincang seputar tren fashion terbaru, kuliner enak, atau topik merah muda, yang bahkan terlalu dini untuk berbicara itu. Itulah mengapa Gita hanya tertarik berbicara banyak dengan Sofie seorang. Meski sering berdebat dan saling tidak setuju akan pandangan satu sama lainnya.

Saat ini masuk bulan November, suhu udara di Ciamis mulai gerah dengan awan mendung menghiasi langit sepanjang sore. Gita buru-buru pulang supaya tidak kehujanan, dan alasan lainnya untuk menantikan sesuatu hal yang bisa meredakan rasa haus pada ketertarkannya tadi.

Sesampainya di rumah, Gita segera menyimpan tas sekolah yang berisi bejubel buku yang harus Ia bawa setiap hari. Lalu dia langsung membuka laptopnya tanpa melirik hal lain seakan pandangannya hanya bisa melihat laptop saja. Ketika mengecek email, matanya langsung berbinar seperti dimasukan bintang fajar yang masih kelihatan meski di pagi hari. E-mail tersebut berasal dari sepupunya yang saat ini sedang kuliah di salah satu kampus ibu kota mengambil jurusan Psikologi.

Baca juga: Kesalahan Memahami Kepribadian – Tinjauan Kepribadian dalam Psikologi

Alasan mereka saling berbagi e-mail dan berdiskusi di sana karena Gita mengutarakan ketertarikannya itu di media sosial, secara inisiatif sepupunya itu, Kindy, mengirim e-mail seputar paradigma manusia. Sebelumnya, Gita dan Kindy memang hanya pernah bertemu satu kali saja, itu pun ketika sowan hari raya.

“Apakah kamu tahu di dalam diri manusia itu ada sebuah alam ketidaksadaran yang begitu besar?” Kira-kira begitu pembukaan e-mail yang diterima Gita. Sebelum membaca isi e-mail secara tuntas, tidak lupa Gita membaca aturan yang diterapkan Kindy dalam membaca e-mailnya. Peraturan pertama Gita harus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan Kindy, kedua tidak boleh membaca e-mail berikutnya sebelum mengirimkan opininya mengenai apa yang ditanyakan dan ketiga harus bisa memahami atau merefleksikan setiap pandangan mengenai manusia.

E-mail kedua untuk Gita, sepupuku.

Dorongan Alam Bawah Sadar dalam Diri Manusia

Apakah kamu tahu di dalam diri manusia itu ada sebuah alam ketidaksadaran yang begitu besar?

Konsep ini harus kamu pahami ketika ingin memahami bagaimana pandangan Sigmund Freud mengenai manusia. Oh iya, Sigmund Freud merupakan penemu dari alirannya yaitu psikoanalisis dalam memecahkan misteri mengenai manusia. Sama seperti e-mail sebelumnya, manusia merupakan sebuah misteri yang sangat besar. Walaupun teknologi mutakhir telah mencapai ruang angkasa, namun manusia masih awam mengenal dirinya sendiri.

Sudah siap Git membaca pandangan Freud mengenai manusia? Saya harap kamu siap ya.

Gagasan mengenai manusia saya awali dengan mengenalkan kamu pada psikoanalisis, mungkin kamu akan menemukan juga istilah psikodinamika. Tidak apa itu sama saja. Singkatnya psikoanalisis merupakan pendapat Freud mengenai mengenai perilaku, pikiran dan perasaan manusia yang didasari pada alam bawah sadar dan setiap perilaku yang keluar dari diri manusia ada motivasi tersembunyi di baliknya.

Oke dari sini mungkin kamu bingung dimana letak alam bawah sadar itu. Analogi yang menggambakan alam bawah sadar seperti gunung atau gunung es di lautan. Coba kamu cari di internet, yang muncul di permukaan hanya bongkahan kecil saja, sisanya tidak terlihat di bawah. Nah itu kira-kira gambaran luasnya alam bawah sadar yang terdapat dalam diri kita. Memang tidak terlihat wujudnya secara fisik, namun dampaknya sangat besar terhadap kehidupan manusia.

Bagaimana kamu tertarik atau mulai bosan dengan teorinya Freud?

Isi dari alam bawah sadar atau ketidaksadaran merupakan hasil dari ketegangan dan konflik antara naluri biologis dengan tuntutan masyarakat dan biasanya pengalaman pada usia dini. Mungkin kamu sudah tahu mengenai naluri biologis ini Gita, ya Freud memandang manusia digerakan oleh dua naluri biologis yaitu seksual dan agresi. Naluri ini berfungsi untuk mempertahankan hidup.

Baca juga: Mengapa Kita Membenci atau Takut Sesuatu dan Sulit Hilang dari Pikiran? – Pikiran yang Sulit Hilang dalam Psikologi

Misalnya gini Git, Freud memberikan contoh yang mungkin rada nyeleneh, secara alami manusia memiliki hasrat untuk berhubungan seksualitas, tapi ada tuntunan masyarakat atau norma yang menyatakan hubungan seksualias harus dilakukan dengan aturan-aturan tertentu. Menurut Freud manusia dengan kondisi ini sedang mengalami ketegangan atau konflik dalam dirinya karena dorongan dari dalam dirinya terhalang oleh norma masyarakat. Jika energi itu tidak disalurkan, Freud menilai konflik tersebut akan tersimpan dalam alam bawah sadar.

Apa komentarmu Git? Freud banyak memberikan contoh mengenai seksualitas memang. Contoh lainnya mungkin ketika kamu ada masalah dengan teman kamu, dorongan naluri menginginkanmu untuk menghajarnya, tetapi itu tidak wajar dong secara norma, nah ketika kamu memilih memendamnya itu kamu sedang memasukan secara paksa energi (libido) ke alam bawah sadar. Jika kamu terus-terusan seperti ini, akan ada pengorbanan fisik atau tubuh kamu yang sakit, tapi tidak bisa didiagnosis dokter fisik kamu sedang sakit.

Pikiran dan energi yang tidak terselesaikan atau tersalurkan akan terus mendorong dan memaksanya untuk masuk ke alam sadar kamu, itulah sebabnya contoh kecil seperti kita bisa bertindak sesuatu hal yang sebelumnya tidak kita niatkan sama sekali. Freud memberikan contoh ketika kamu keselip lidah atau salah ucap, itu bukan tanpa alasan namun berasal dari alam bawa sadar kamu.

Baca juga: Banyak Nonton Berita Akan Menumpulkan Kemampuan Mengambil Kesimpulan – Penjelasan Heuristik Ketersediaan dalam Psikologi

Contohnya mungkin doi yang salah manggil nama kamu dengan nama mantannya, yang mungkin memang belum move on atau selalu dalam ingatan alam bawah sadarnya. Hayo kamu ngalamin tidak Git? Atau pernah dibegitukan? Wkwk

Satu lagi yaitu Freud memaparkan alam bawah sadar memiliki struktur yang dinamainya id, ego, dan superego. Di sini menjalaskannya gampang saja, id sebagai naluri biologis, superego sebagai tuntunan norma yang telah kamu pahami dan resapi, dan ego sebagai eksekutor pemenuh naluri tadi baik secara langsung atau tidak. Letaknya dalam gunung tadi, coba baca di atas lagi kalau lupa, superego berada di bawah permukaan (alam bawa sadar) sampai ke permukaan (alam sadar), ego juga sama, dan id berada di alam bawah sadar. Kamu juga bisa menganalogikannya seperti pohon, id sebagai akarnya, ego sebagai batangnya, dan superego sebagai daun atau mahkota (lambang kesucian aturan).

Jadi Freud merupakan aliran naturalistik yang memandang manusia tidak hanya digerakan oleh rasio atau akal saja seperti kamu rasionalisme (aliran filsafat, kalau kamu mau nanti saya jelasin). Manusia juga bisa menjadi irrasional perilaku, pikiran dan perasaannya karena dipengaruhi oleh alam bawah sadar tadi.

Sepertinya saya mulai lelah menulis e-mail ini Git, jadi hanya sampai di sini saja. Besok saya akan kirimkan lagi, untuk sekarang kamu tidak perlu membalasnya. E-mail berikutnya saya akan masih membahas mengenai ini. Jadi kamu pahami terlebih dahulu.

Salam hangat dari sepupumu Kindy.

N.B. Kalau bisa kamu baca juga biografi Freud, karena dengan latar belakang kehidupannya kamu bisa memahami alasan Freud mengemukakan pandangannya.

N.B.N.B. Penjelasan berikutnya akan berfokus pada meradakan ketegangan atau konflik yang terjadi dalam diri manusia tadi dan bagaimana manusia yang sehat menurutnya.

Bersambung  . . . .

Penutup

Oke tunggu kelanjutan cerita diskusi Gita dan Kindy mengenai manusia dalam pandangan psikologi beragam perspektif ini ya. jangan lupa untuk membagikan artikel ini kepada temen-temen mu juga, supaya mereka mendapatkan apa yang kamu dapatkan dari sini. Terima kasih.

Bagi kamu yang memilki kritik atau saran yang bersifat membangun blog ini dan mungkin juga ingin mengirimkan artikel atau karyanya untuk dipublikasikan di blog ini, kamu bisa mengirimkannya ke alamat e-mail berikut ini: admin@bumipsikologi.com

Kata kunci: mengenal manusia pandangan psikologi, manusia dalam pandangan psikoanalisis, Sigmund Freud mengenai manusia, Psikodinamika mengenai manusia