Pendahuluan

Kali ini Bumi Psikologi akan memuat artikel mengenai memahami psikologis rizky billar. Jagat medsos memang selalu ramai dengan kejadian-kejadian yang idealis, seperti pernikhan dari Dinda Hauw dan Rey Mbayang. Bahkan ada yang menginginkan kisah asmaranya seperti mereka yang tiba-tiba ta`aruf dan menikah. Hellow gaes bangun udah jam berapa nih? Saya cuman suruh bangun aja sih hehe. Tapi menurut saya, kamu juga bisa kok membuat cerita unik dan berbeda dari mereka.

Baca juga: Orang yang Malas-Malasan Saat Berada Dalam Kelompok – Social Loafing dalam Psikologi

Memang sih, secara idealis dan terlihat uwuwuwust melihat cowok yang tiba-tiba ngajak ta’aruf ketimbang yang deket lama-lama tapi ga jadi, KATANYA YA. Dan katanya realita itu kalau ga duduk bersanding di pelaminan ya jadi tamu undangan, mamam~ Kasihan memang, tapi itu sebuah pengalaman yang mantapss. Baca saja yuk artikel memahami psikologis rizky billiar yang kudu diajak mabar kayaknya.

Langsung saja baca artikel dengan judul lengkapnya Memahami Psikologi Rizky Billar – Dibalik Pernikahan Dinda Hauw dan Rey Mbayang sampai tuntas!

Memahami Psikologis Rizky Billar – Dibalik Pernikahan Dinda Hauw dan Rey Mbayang

Memahami Psikologis Rizky Billar

memahami psikologis rizky billar, psikologis rizky billar dalam dinda hauw dan Rey Mbayang, kondisi psikologis rizky billar, pernikahan dinda hauw dan rey mbayang.
Bumi Psikologi – Sebuah pengalaman yang mantaps. Sumber: Pixabay.com

Hari ini warga twitter tengah diramaikan dengan pernikahan yang berlangsung antara Dinda Hauw dan Rey Mbayang. Gimana tidak, Dinda Hauw yang dikabarkan sudah mempunyai hubungan special yang berlangsung lama dengan Rizky Billar, dikabarkan menikah dengan Rey Mbayang yang baru melangsungkan ta’aruf sebanyak 3 kali.

Berbagai respon netizen pun bermunculan. Jiwa ke-uwuannya pun meronta-ronta ketika melihat foto serta video pernikahan yang beredar. Yang tidak kalah heboh dan menjadi pembicaraan warga net adalah kehadiran Rizky Billar ditengah-tengah pernikahan Dinda Hauw Dan Rey Mbayang. Hingga beberapa teman saya merespon dengan membuat status di WA, “Giliran cowok ninggalin ceweknya nikah; Dasar cowok brengsek, ga punya perasaan, Giliran cewe ninggalin cowoknya nikah; Masyaa Allah, jodoh siapa yang tau, sabar ya. Sebuah perbedaan” tulis Ilham. Yaa itu salah satu respon atas pernikahan yang tengah viral dengan segala ke-uwu-annya.

Mari kita sejenak berusaha memahami psikologis Rizky Billar, dengan cara memahami konsep relationship dissolution / romantic break up dalam psikologi. Atau kita kenal dengan istilah “putus cinta” yaitu putusnya hubungan intim diantara dua orang. Mengapa seperti itu? Karena setidaknya Rizky Billar dan Dinda Hauw pernah bersama. Iya bersama, hehe. Walaupun mungkin saja penulis yang terlalu mendramatisir, mungkin Rizky Billar tidak merasakan itu. Peace wkwk.

Baca juga: Kebermaknaan Hidup dalam Teori Psikologi dan Psikologi Islam

Putus cinta dipandang sebagai sebuah tahapan yang linear, dalam perkembangan selanjutnya dilihat sebagai proses yang naik turun. Putus cinta mempunyai dampak dan reaksi yang beragam pada setiap individu. Ada yang merasa sedih, marah, frustasi, kesepian depresi hingga post-traumatic stress.

Penelitian di Amerika, putus cinta diikuti dengan perilaku harassing dan stalking mantan kekasih untuk mengatasi rasa kehilangan. Ditinjau secara neurologis, bagian otak yang aktif saat patah hati sama seperti bagian otak yang aktif saat merasakan sakit fisik. Ini lagi-lagi ditinjau “siapa yang sedang putus cinta”. Reaksi setiap orang berbeda.

Beberapa tahapan dalam proses putus cinta adalah sebagai berikut: a) personal phase, salah satu dari pasangan merasa tidak puas, frustasi dan marah. b) dyadic phase, salah satu dari pasangan mulai mengungkapkan ketidak puasannya. Pasangan berada pada periode negosiasi, konfrontasi serta usaha mengakomodasi keluhan. perasaan yang muncul terkadang marah, terluka atau terkadang lega. c) social phase, kedua pihak mulai mencari dukungan sosial untuk dimengerti. Dukungan sosial yang dimaksud sebagai upaya memperbaiki hubungan. d) grave-dressing phase, seseorang mulai keluar dari suatu hubungan serta bila perlu menyiapkan diri mereka untuk suatu hubungan baru. e) resurrection, adanya proses evaluasi diri diantara fase-fase yang ada.

Baca juga: Menjadi Psikolog Ariel Tatum – Sebuah Pengantar Borderline Personality Disorder

Model teoritis yang menjelaskan putus cinta  akan penulis terapkan dalam kasus putus cinta Rizky Billar. Model pertama, proses grieving (berduka), yang merupakan teori tahapan dari Kubler-Ross. Terdiri dari 5 tahapan yang meliputi; denial (penyangkalan), anger (marah), bargaining (tawar menawar; misal ungkapan kalau saja saya…..), depresi dan acceptance (penerimaan). Model kedua, ialah account making-confiding model dari Harvey & Weber. Terdiri dari 3 proses yang meliputi; sense making, individu mulai mencari makna serta alasan atas kejadian putus cinta, benefit finding, individu mencari hikmah dan pelajaran positif terhadap peristiwa kehilangan, serta identity reconstruction, individu mulai memahami diri, membangun semangat dan harapan baru untuk kehidupan selanjutnya.

Dari dua model di atas, serta keterbatasan informasi peneliti akan proses hubungan baik antara Rizky Billar dan  Dinda Hauw, setidaknya Rizky Billar sudah berada pada proses acceptance dalam model pertama serta identity reconstruction pada model kedua. Acceptance, artinya Rizky Billar sudah menerima, terbiasa serta siap untuk melakukan aktivitas baru, mungkin saja sudah membuka hati untuk hubungan baru. sedangkan identity reconstruction, artinya Rizky Billar sudah mulai berada pada proses membangun semangat baru serta harapan baru untuk kehidupan yang lebih baik.

Terlepas apakah Rizky Billar mengalami tahapan serta proses sebelumnya dari dua model teoritis di atas atau tidak. Dua proses yang sedang di alami Rizky Billar terlihat dari sikap bersedia Rizky Billar untuk dimintai pendapat tentang Rey Mbayang dan ikut bergabung dengan tamu undangan lain di pernikahannya Dinda Hauw Dan Rey Mbayang.

Source:

Rumondor, Pingkan C.B. Gambaran Proses Putus Cinta Pada Wanita Dewasa Muda Di Jakarta: Sebuah Studi Kasus. Psychology Department, Faculty of Humanities, BINUS University. HUMANIORA Vol.4 No.1 April 2013: 28-36

Penutup

Oke untuk artikel memahami psikologis rizky billar sampai di sini saja ya. Untuk lelaki pengalaman ini merupakan sebuah pengalaman yang mantapss ditikung di sepertiga malam, mamam~. Jangan lupa untuk membagikan artikel ini kepada orang lain ya, supaya mereka juga bisa mendapatkan apa yang kamu dapatkan dari sini. Terima kasih.

Bagi kamu yang memilki kritik atau saran yang bersifat membangun blog ini dan mungkin juga ingin mengirimkan artikel atau karyanya untuk dipublikasikan di blog ini, kamu bisa mengirimkannya ke alamat e-mail berikut ini: admin@bumipsikologi.com

Kata kunci: memahami psikologis rizky billar, psikologis rizky billar dalam dinda hauw dan Rey Mbayang, kondisi psikologis rizky billar, pernikahan dinda hauw dan rey mbayang.