Memang Kalo Hadir Dalam Mimpi, Spesial Gituh? – Mimpi Dalam Pendekatan Freud Bapak Psikoanalisa

Pendahuluan

Kali ini Bumi Psikologi akan memuat artikel mengenai mimpidalam pendekatan Freud atau Sigmund Freud, Sang Lord dalam psikoanalisa. Bagi para pembelajar psikologi atau juga pemerhati psikologi, nama Lord pasti sudah tidak asing kamu denger. Pendekatan-pendekatan Lord Freud memang sangat sensasional, seperti tidak masuk akal tapi masook juga. Seperti konsep mimpi dalam pendekatan Freud ini, kadang aneh tapi masook.

Baca juga: McD BTS Meal : FENOMENA SCARCITY EFFECT DALAM PSIKOLOGI

Dalam artikel ini bukan untuk bahas pemujaan terhadap Lord sih, tapi lebih ke bagaimana mimpi dalam pendekatan Freud. Salah satu bahasan doi memang yaitu mimpi. Bahkan Lord saking niatnya sampe buat interpretasi mimpi. Saya kasih satu deh, kalau kamu mimpiin pegang balon artinya dalam alam bawah sadar kamu sebenernya ingin pegang ekhm gitu deh.

Baca aja langsung yuk artikel dengan judul lengkapnya Memang Kalo Hadir Dalam Mimpi, Spesial Gituh? – Mimpi Dalam Pendekatan Freud Bapak Psikoanalisa dan bagiin juga ya.

Memang Kalo Hadir Dalam Mimpi, Spesial Gituh? – Mimpi Dalam Pendekatan Freud Bapak Psikoanalisa

Mimpi sering dikaitkan dengan bunga tidur. Namanya bunga, selalu dijadikan hiasan, objek pemandangan atau sekedar pajangan belaka. Mimpi sebagai bunga tidur berarti mimpi menjadi penghias juga penghibur di tengah tidur yang cukup serius. Kok serius??? Iya, kamu nggak pernah tersenyum hingga ketawa saat tidur terkecuali kamu sedang bermimpi. Iya apa iya?

Dalam perkembangannya, mimpi sering dikaitakan dengan mitos-mitos, kepercayaan masyarakat dan dipercaya memiliki arti tersendiri. Mulai dari mimpi yang dipercaya sebagai petunjuk, firasat hingga menjadi ramalan terhadap apa yang akan terjadi. Termasuk dalam Islam, mimpi dalam beberapa kasus dipercaya sebagai petunjuk; juga sebagai salah satu bagian dari wahyu kenabian. Sehingga tidak semua mimpi bisa ditafsirkan dan tidak semua orang bisa menafsirkan.

Lalu bagaiamana psikologi menjelaskan soal mimpi?

Mimpi terjadi kala seseorang sedang mamasuki fase tidur REM (Rapid Eye Movement). Tidur REM cirinya yaitu adanya gerakan bola mata yang cepat, tonus otot yang sangat rendah, denyut nadi bertambah kencang, hingga tekanan darah yang mengalami peningkatan. Tidur REM berulang hingga 4 sampai 5 kali siklus dengan menghabiskan kira-kira 20% fase tidur atau selama 70-90 menit. Biasanya tidur REM juga terjadi pada waktu di mana seseorang sudah mendekati waktu sadar/bangun. Itu kenapa orang biasanya bermimpi di penghujung tidur dan tidak jarang mimpi belum selesai sudah terbangun dahulu.

Apakah mimpiin DOI sama dengan DOI itu spesial?

Untuk menjawab rasa penasaran itu semua, mari kita lihat menggunakan kaca mata Freud selaku bapak Psikoanalisa. Menurutnya, Mimpi adalah suksesi citra-citra, biasanya bersifat visual yang fungsinya untuk mereduksi ketegangan dengan menghidupkan kembali ingatan-ingatan peristiwa-peristiwa yang telah lalu dan objek-objek dari masa lalu yang sedemikian rupa kamu asosiasikan secara tidak sadar dengan pemuasan kebutuhan. Orang bermimpi berarti memunculkan kembali citra memori akan suatu objek tertentu.

Misalnya, saat orang tidur dalam keadaan lapar, mungkin saja ia akan memimpikan makanan dan hal-hal yang diasosiasikan dengan kegiatan makan. Mimpi ada yang ngasih baju lebaran bisa artinya karena dalam kehidupan nyatanya belum beli baju lebaran, beli satu ingin nambah atau ada problem dengan baju lebarannya. Di sini mimpi jadi jalan untuk mereduksi ketegangan dengan memunculkan citra memori akan objek yang belum selesai, terdapat masalah atau sesuatu yang kamu inginkan. Istilah ini namanya Proses Primer.

Adapun saat DOI memimpikan kamu, berarti DOI sedang memunculkan citra memorinya atau ingatan-ingatan yang pernah kamu alami bersamanya.  DOI sedang memanggil ingatan sadarnya yang belum selesai, yang diharapkan atau yang tidak diharapkan. DOI mempikan soal kamu akibat adanya stimulus yang membangkitkan akan apa yang pernah terjadi antara kamu dan DOI.  Sehingga untuk mengetahui apakah kamu spesial dalam mimpinya adalah dengan mengetahui serta membandingkan isi mimpinya dengan realita yang sedang atau pernah terjadi antara kamu dan DOI.

Mengapa, ko seperti itu?

Loh iya, karena sekali lagi DOI mimpi soal kamu hanya sebatas memunculkan citra memori soal kamu terasosiasi dengan kebutuhan yang belum selesai atau terpenuhi. Udah itu tooo, nggak ada yang spesial. Hal ini bisa juga terjadi pada objek lain, termasuk DOI mimpiin mantannya. Bercanda mantan.  So… soal spesial atau nggak yaa cari tahu sendiri. Jangan terbuai dengan perkataan “Yangg aku mimpiin kamu lohh semalam”, padahal kita nggak tau mimpiin apa HAHA.

Bacaan Lanjutan: Very Well Mind

Penutup

Oke untuk artikle mimpi dalam pendekatan Freud cukup sampai di sini saja. Gimana jelas ga? Ya terserah sih jelas apa enggak yang penting kita dapet adsense hehe. Pasti jelas dong, karena bumi psikologi kan ga kayak hubungan asmara kaleean ye kan dut, badut wkwk. Terima kasih.

Bagi kamu yang memiliki kritik atau saran yang bersifat membangun blog ini atau mau mengirimkan artikel bisa kamu kirimkan ke admin@bumipsikologi.com atau ke menu submit artikel.

Kata Kunci: Mimpi dalam pendekatan Freud. Mimpi dalam Psikoanalisa Freud. Penjelasan Mimpi dalam Psikologi. Sigmund Freud interpretasi mimpi.

Kunjungi: http://mnurrifqifuadi1001.blogspot.com/
%d blogger menyukai ini: