Pendahuluan

Kali ini Bumi Psikologi akan memuat artikel mengenai miskonsepsi penggunaan 10% otak manusia. Narasi ini tentu sering sekali kamu denger, terutama bagi kamu yang sering ikut pelatihan motivasi. Ngaku aja coba hayo? Oh iya, tahu ga sih kenapa kalau ketika di seminar pelatihan berbau motivasi jarang ada pertanyaan terhadap hakikat yang diberikan? Kebanyakan sering kepada curhatan diri saja. Ya karena keblinger dengan kepentingan dan abai fakta empirik. Contohnya miskonsepsi penggunaan 10% otak manusia ini.

Baca juga: Siang Anxiety, Kalau Malam Overthinking – Dampak Bermedia Sosial Secara Psikis

Coba saja kamu perhatikan ketika di sebuah forum yang berskala kecil, terutama pada orang yang mengebu-ngebu terhadap motivator pasti narasi ini muncul keluar. Alih-alih memberikan motivasi, tapi dirinya perlu dimotivasi untuk membaca lebih jauh hiyahiya. Langsung baca yuk miskonsepsi penggunaan 10% otak manusia.

Yuk langsung saja baca artikel dengan judul lengkapnya Berhentilah Mengatakan Manusia Hanya Menggunakan 10% Kemampuan Otaknya sampai tuntas ya!

Berhentilah Mengatakan Manusia Hanya Menggunakan 10% Kemampuan Otaknya

Salah Satu Hoax Terbesar Umat Manusia

miskonsepsi penggunaan 10% otak manusia, salah paham penggunaan 10% otak manusia, salah paham mengenai manusia hanya menggunakan 10%
Bumi Psikologi – Ide dalam otak itu banyak. Sumber: Pexels.com

Semua orang sukses memiliki satu kesamaan, mereka menggunakan kemampuan otaknya dengan maksimal. Secara umum, rata-rata manusia hanya menggunakan 10% dari kemampuan otaknya. Ikuti pelatihan kami, hanya dengan investasi sebesar dua juta rupiah kamu bisa memaksimalkan kemampuan otakmu layaknya Albert Einstein!

Duh, kebanyakan gombal lau bwang~

Jika kalian pernah menonton film Lucy yang diperankan oleh my honey bunny sweety Scarlett Johansson, kalian akan melihat penggambaran manusia yang menggunakan 100% kemampuan otaknya. Diceritakan bagaimana manusia bisa sangat jenius dan mamiliki kekuatan pikiran yang bisa mengendalikan benda-benda, wah Magic! Ya walaupun pada akhirnya jadi flashdisk sih~

Baca juga: Kesalahan Memahami Kepribadian Introvert dan Ekstrovert – Introvert dan Ekstrovert dalam Psikologi Kepribadian

Film ini sangat menghibur para penonton yang menyukai film bergenre science-fiction, apalagi mata kita dimanjakan dengan paras cantik Scarlett Johansson. Sangking kerennya film ini, sampai-sampai membuat masyarakat tidak bisa membedakan mana science-fiction dan mana science yang beneran. Sebagian orang mempercayai gagasan yang dimuat dalam film ini yang sebetulnya adalah fiksi. Narasi fiksi yang menyebutkan bahwa rata-rata manusia hanya menggunakan 10% kemampuan otaknya.

Mitos ini merupakan salah satu miskonsepsi paling besar dalam sejarah umat manusia. Lebih hebatnya lagi, mitos ini bertahan setidaknya sejak seratus tahun lalu hingga sekarang. Sebuah survey di Inggris dan Belanda menemukan 48% dan 46% orang percaya akan mitos ini, sedangkan di Amerika sebanyak 65% masyarakat mempercayainya. Wah ngeri betul ini mitos, apakah kamu salah satu orang yang mempercayainya?

Kalau kata Barry Gordon dan Johns Hopkins mitos ini sangat pantas untuk ditertawakan~

Darimana mitos ini berawal?

Tidak ada yang tahu pasti darimana asal usul legenda ini, tapi setidaknya ada dua kemungkinan yang menarik darimana miskonsepsi ini berawal. Pertama, mitos ini berawal dari pernyataan Lowell Thomas dalam kata pengantar buku Dale Carnegie yang berjudul How to Win Friends and Influence People. Thomas bilang Profesor William James mengatakan rata-rata manusia mengembangkan hanya 10% dari kemampuan latennya. Padahal, nyatanya si bapak psikologi Amerika ini mengatakan soal “latent mental energy” dan tidak pernah menyebutkan angka secara spesifik.

Kedua, kemungkinan mitos ini berawal dari kesalahan interpretasi eksperimen sains oleh Wilder Penfields pada tahun 1930an yang kurang lengkap, dimana saat itu belum didukung sumber daya teknologi yang mumpuni. Saat itu dia ingin memetakan masing-masing fungsi bagian otak hewan, dengan menggunakan daya kejut listrik. Dia menyetrum setiap bagian otak dan melihat bagian tubuh mana yang bereaksi.

Baca juga: Sesat Pikir Konspirasi Corona Narasi Ala JRX – Penjelasan Konspirasi dalam Psikologi

“Kalo gue setrum yang kanan, tangannya nih yang geter” “kalo gue setrum yang kiri, bibirnya nih yang gemeter”.

Ternyata hanya 10% bagian otak yang ketika dikejutkan menyebabkan anggota tubuh bereaksi. Artinya, masih ada 90% bagian lain yang tidak bereaksi alias silent cortex. Kesimpulannya, ada 90% bagian otak yang belum diketahui fungsinya. Sekali lagi, belum diketahui bukan tidak berfungsi sama sekali..

Selain kedua itu, premis ini sering diasosiasikan dengan Albert Einstein. Ada yang bilang kalo dia ternyata Cuma menggunakan 10% kemampuan otaknya, ada juga yang bilang kalo dia sendiri yang mengatakan hal itu. Akhirnya dicari deh tuh arsipnya pak Einstein di Institut Teknologi California, ternyata sama sekali tidak ditemukan bukti kalo beliau pernah mengatakan demikian.

Benarkah kemampuan 10% otak manusia adalah mitos?

miskonsepsi penggunaan 10% otak manusia, salah paham penggunaan 10% otak manusia, salah paham mengenai manusia hanya menggunakan 10%
Bumi Psikologi – Setiap bagian otak memiliki fungsi masing-masing. Sumber: Pixabay.com

Yang namanya sains itu kan harus selalu bisa mengevaluasi kembali pemahamannya. Artinya, setiap teori otomatis gugur apabila dikemudian hari ada bukti dan data-data terbaru yang ditemukan dan lebih komrehensif. Apabila hari ini kita sepakat tentang teori bigbang tapi di masa depan ada teori lagi yang mematahkan teori bigbang, kita harus memakai teori yang paling baru dan dengan sendirinya menggugurkan teori yang lama.

Eksperimen soal silent cortex tahun 1930an sudah dibantah oleh sains modern. Saat itu kan hanya 10% bagian otak yang diketahui. Ternyata 90% bagian lainnya itu terhubung dengan kemampuan kognitif manusia, seperti kemampuan berfikir dan memahami bahasa. Jelaslah gaada bagian tubuh yang terkejut pas disetrum, kalo urusannya buat mikir, kira-kira bagian tubuh mana yang bereaksi? Dengkul?

Baca juga: Duh Gemes Banget Jadi Pengen Mukul – Fenomena Gemes dalam Psikologi Agresi

Meskipun semua bagian otak tidak bekerja dalam satu waktu, tapi seengganya dalam waktu 24 jam manusia itu menggunakan semua kemampuan otaknya. Ketika kamu mau makan, ambil piring, nyendok nasi, ambil lauk, jalan ke meja makan terus nyuap, itu udah membuat lobus frontal, lobus oksipital, lobus pariental, motorik sensorik, korteks sensorik motorik, ganglia basal, dan otak kecil bekerja dan aktifitas neuron terjadi hampir di seluruh bagian otak selama beberapa detik.

Seandainya otak kita hanya digunakan 10% artinya otak kita akan biasa aja kalo terjadi kerusakan, kan 90% nya udah biasa engga digunain. Tapi pada kenyataannya kerusakan sedikit saja pada otak sudah bisa menyebabkan dampak yang begitu besar. “tenang saja pak, benturan pada kepala anak bapak yang jatuh dari sepeda hanya mengenai 90% bagian otak yang tidak digunakan”. Padahal 5% saja otak kita rusak, itu sudah mengurangi kemampuan kita sebagai manusia normal

Setiap hari para saintist ini membantah narasi mengenai mitos 10% otak ini dengan sabar, tapi masih banyak juga yang percaya sama miskonsepsi ini. Bertahun-tahun peneliti mematahkan argumen ini, tapi tetep aja hoaks ini tidak hilang.

Konon katanya, jangan melawan orang yang tidak percaya sains dengan menggunakan sains. Besok-besok kalo ada yang ngomong manusia hanya menggunakan 10% kemampuan otaknya tanpa referensi ilmiah apapun bilang aja “coba sini saya pukul kepala kamu, tenang aja saya ngenain bagian otak yang 90% tidak digunakan”~

Penutup

Oke untuk artikel mengenai miskonsepsi penggunaan 10% otak manusia sampai di sini saja. Semoga bisa kembali menelaah setiap narasi yang dimunculkan oleh setiap orang. Jika kamu mendapatkan sesuatu, jangan lupa untuk membagikan artikel ini kepada orang lain atau temenmu, supaya bisa terus berbagi bersama orang lain. Terima kasih.

Bagi kamu yang memilki kritik atau saran yang bersifat membangun blog ini dan mungkin juga ingin mengirimkan artikel atau karyanya untuk dipublikasikan di blog ini, kamu bisa mengirimkannya ke alamat e-mail berikut ini: admin@bumipsikologi.com

Kata kunci: miskonsepsi penggunaan 10% otak manusia, salah paham penggunaan 10% otak manusia, salah paham mengenai manusia hanya menggunakan 10%