Pendahuluan

Kali ini Bumi Psikologi akan memuat arikel mengenai social loafing dalam psikologi. Pernah ga sih kamu nemuin orang yang ketika kerja sendiri itu dia rajin banget, pas diminta kerja bareng dalam kelompok tapi dia malah nempel kayak benalu? Ada loh, ada banyak malah, yang seperti itu. Kamu gitu ga sich?

Baca juga: Menanti Kehidupan Pasca Pandemi – Harapan Akan Selalu Ada Meski dalam Kondisi Terburuk Sekalipun

Sebenernya berperilaku begitu ya boleh-boleh saja, tidak apa-apa, tapi apa-apaan. Memang tergantung pribadi hooman yang enaknya kerja sendiri atau kerja dalam kelompok. Itu tidak bisa dipaksakan, namun bisa diubah dan tentunya agak harus dipaksa hehe. Baca saja ya social loafing dalam psikologi di sini.

Baca saja langsung yuk artikel dengan judul lengkapnya Orang yang Malas-malasan Saat Berada dalam Kelompok – Social Loafing dalam Psikologi sampai tuntas ya!

Orang yang Malas-Malasan Saat Berada Dalam Kelompok – Social Loafing dalam Psikologi

Penjelasan Mengenai Social Loafing

social loafing dalam psikologi, penjelasan social loafing, contoh social loafing
Bumi Psikologi – Ga tau mager aja dech ya. Sumber: Pixabay.com

Pernah ngak sih kita merasakan saat berada dalam kelompok kinerja kita menurun? Atau merasa aneh gitu melihat orang yang biasa rajin ko tiba-tiba pada males-malesan saat bareng sekelompok sama kita. Jadikan saya tidak bisa mengandalkannya haha. Yaa, ujung-ujungnya saling mengandalkan.

Akibatnya tugas selesai h-1 presentasi, makalah jompang tidak berpola, ppt mengerjakan 1 jam sebelum presentasi, atau bahkan tugas tidak selesai karena ada anggota kelompok yang mengundurkan diri. Bener apa bener, betul apa betul?

Bagaimana, pernah melihat penomena itu? Atau kamu pelakunya. Kamu tipe orang yang senang tugas kelompok biar bisa nitip nama di makalah dan ppt gituwh, wkwk. Yang tidak senang kalau pembagian kelompok diserahkan ke mahasiswa. Pengennya dosen langsung yang membagikan kelompok. Karena biasanya, kalau kelompok diserahkan ke mahasiswa, kamu adalah tipe yang nggak dapet kelompok. Atau dapet kelompok tapi tidak ada yang rajin karena yang rajin sudah membentuk aliansi. Haha. Sudah2 jangan bercanda, nanti salah-salah malah di $%^*&$#. Padahal seharusnya hadirnya orang lain dalam kelompok mampu meningkatkan performa kita, istilahnya social facilitation. Saling bekerja sama bukan bekerja berdua, bertiga atau sebahagian anggota saja.

Baca juga: Alasan Kenapa Netizen Bisa Melabeli Siapapun dengan Satu Ciri Saja – Penjelasan Heuristik Keterwakilan dalam Psikologi

Memang kenyataannya banyak orang yang menurunkan usahanya saat berada dalam kelompok. Memutuskan untuk bermalas-malasan, tidak memberikan kinerja maksimalnya, dan saling mengandalkan. Berkurangnya usaha dan motivasi saat kita berada dalam kelompok dibandingkan saat sendiri yang bisa terus semangat dan maksimal disebut social loafing.

Ko bisa seperti itu ya? Memang alasan social loafing bermacam-macam. Ada yang mungkin merasa tidak dilibatkan dalam kelompok, tidak diakui dalam kelompok, jumlah kelompok yang terlalu banyak, tidak jelasnya pembagian tugas, ingin menghemat energi, kepribadian yang malas untuk bekerja secara kelompok, atau karena tidak adanya kohesivisitas atau kelekatan antar kelompok.

Istilah lain yang juga digunakan selain social loafing  adalah social laziness (kemalasan sosial), sloth (kemalasan), loserly (kehilangan semangat atau motivasi, inaction (ketidakgiatan/lamban),dan inegligence (kelalaian).

Lalu bagaimana cara menghindari social loafing ini? Dengan memahami alasan munculnya social loafing mungkin akan membantu untuk mengurangi adanya social loafing, mengerti dan tahu cara bersikap dan bekerja sama saat kita dalam sebuah kelompok.

Bacaan Lanjutan: Handbook of Theories of Social Psychology

Penutup

Oke untuk artikel social loafing dalam psikologi cukup sampai di sini saja ya. Jangan lupa untuk membagikan artikel ini kepada orang lain ya, supaya mereka juga bisa mendapatkan apa yang kamu dapatkan dari sini. Terima kasih.

Bagi kamu yang memilki kritik atau saran yang bersifat membangun blog ini dan mungkin juga ingin mengirimkan artikel atau karyanya untuk dipublikasikan di blog ini, kamu bisa mengirimkannya ke alamat e-mail berikut ini: admin@bumipsikologi.com

Kata kunci: social loafing dalam psikologi, penjelasan social loafing, contoh social loafing