Aku Adalah Titan Abnormal Menurut Temanku – Pandangan Body Positivity dalam Psikologi

Wall of Information

11 Mar, 2021

Pendahuluan 

Kali ini Bumi Psikologi akan memuat artikel mengenai pandangan body positivity dalam psikologi. Fenomena body positivity menggema akhir-akhir ini terutama di medsos. Persepsi terhadap citra diri, terutama tubuh menjadi persoalan yang banyak orang bahas. Ini sangat penting, mengingat banyak kalangan yang membuat standar citra tubuh yang baik itu ramping, putih dan indikator lainnya. Di luar indikator itu, orang menganggap tubuh begitu merupakan hal aib. Di samping memang obesitas merupakan permasalahan kesehatan juga. 

Dampak dari persepsi terhadap tubuh dan standar yang orang lain giring membuat beberapa orang nekat. Misalnya, gangguan psikologis terkait bulimia nervosa dan eating disorder lainnya muncul karena salah satunya ketakutan kelebihan berat badan. Citra diri ketika memiliki berat badan berlebih seperti pungguk kehilangan sayapnya. 

Oke langsung saja deh baca artikel aku adalah titan abnormal menurut temanku – pandangan body positivity dalam psikologi sampai tuntas ya. 

Aku Adalah Titan Abnormal Menurut Temanku – Pandangan Body Positivity dalam Psikologi 

Sebuah Fenomena Masa Kini 

pandangan body positivity dalam psikologi. Contoh body positivty. Fenomena body positivity. Penjelasan body positivity dalam psikologi.
Bumi Psikologi – Citra Diri Ketika Bercermin. Sumber: Unsplash.com

Aku yang bukan Wibu merasa bingung saat teman-temanku menyamakan ku seperti Titan Abnormal. Sosok makhluk raksasa dalam seri anime yang berjudul Attack on Titan. Malahan saat ditanya apa itu Wibu pun sebenarnya enggak tahu. Aslinya sih gitu. Tapi setelah berselancar di Mbah Google, Wibu kita kenal sebagai orang-orang yang menggandrungi anime, pecinta anime. Walaupun sebenarnya Wibu tidak sebatas itu, tapi ada obsesi berlebih, lengkapnya cari tahu sendiri. Merekalah para Wibu yang menyamakanku dengan Titan Abnormal. 

Baca juga: Tersesat di Jalan Pikiran – Contoh Fenomena Logical Fallacy dalam Psikologi 

Setelah ditanya, mengapa mereka menyamakanku dengan sosok Titan Abnormal? Mereka berkelakar dengan menjawab, “perutmu buncit”. Sontak aku pun ikut ketawa bersama, meskipun belum tahu sosok Titan Abnormal yang mereka maksud. Tahunya film Kapal Titan-ic. Bircindi siying

Lalu mengapa saya tidak marah? atau tidak merasa insecure terhadap bentuk fisik tubuh saat dilontarkan becandaan di atas? Jawabannya mungkin saya sadar konsep Body Image. Saat di mana saya mampu memersepsikan citra badan dengan baik (positive body image) sehingga bisa menerima kondisi tubuh, serta menerima perubahan bentuk, ukuran, serta kemampuan. Dalam kasus ini, saya menerima kondisi perut yang berubah menjadi buncit. 

Body Image dan Pergerakan yang berkembang 

Body image sendiri mengacu pada pikiran dan persepsi seseorang terhadap tubuhnya. Oleh karenanya, ada yang memersepsikan dengan benar dan positif terhadap tubuh (positive body image) sehingga penerimaan jati diri, rasa percaya diri dan kepeduliannya terhadap kondisi badan sangat tinggi. Ada juga yang memandang tubuhnya tidak secara realistis dan memersepsikan secara terbalik (negative body image). 

Seringnya seseorang memiliki body image yang mengarah pada persepsi negatif; khususnya di kalangan kaum wanita, memunculkan berbagai gerakan untuk mengampanyekan bahwa semua orang memiliki fisik badan yang baik. Mulai dari gerakan Fat Acceptance, Body Positivity, dan yang terbaru adalah gerakan Body Neutrality. (Silahkan cari tahu sejarah pergerakannya). Namun tulisan kali ini, saya hanya ingin menyoroti gerakan Body Positivity. Yang mana, dalam sebuah survei yang dilakukan pada pengguna Whisper, body positivity diartikan sebagai “being okay with flaws” (35,1%), 29,3% menyebutnya sebagai “loving yourself”, 1,1% sebagai “being confident”, dan 14,5% sebagai “appreciating your body”. 

Perut Titan Abnormal dan Body Positivity  

Perasaan saya masih baik-baik saja saat celotehan perut Titan Abnormal sendiri terlontarkan.  Persoalan perut buncit tidak ada masalah dan tidak mengganggu saya untuk mencintai diri sendiri. Namun demikian, saya masih tetap olah raga.  Bukan untuk apa-apa terlebih keren-kerenan tapi tanggung jawab saya terhadap badan agar bisa sehat. Kenapa saya bilang seperti itu? mengingat ada banyak miskonsepsi terjadi terkait orang yang menerapkan Body Positivity

Miskonsepsi yang sering terjadi di sekitar kita adalah menganggap orang yang bersikap Body Positivity harus selalu merasa cantik, memuji fisik tubuhnya atau mengagumi setiap saat bentuk badannya. Berbanding terbalik, miskonsepsi juga saat individu menerapkan Body Positivity berarti tidak perlu merawat tubuhnya. Membiarkan semua bagian tubuhnya tumbuh alami tanpa solekan sama sekali.

Baca juga: Ada apa dengan orang Indonesia? Orang Yang Ditagih Hutang Kok Lebih Galak – Analisis Psikologi Fenomena Orang yang Berhutang 

Padahal Body Positivity berkaitan dengan penerimaan diri terhadap tubuh, istilahnya, body acceptance. Merasa nyaman dengan tubuh sendiri, merawatnya dengan benar melalui makan dan olah raga teratur serta merawat diri (self care) tanpa menghukum karena penampilan yang dimiliki. Intinya, gerakan Body Positivity mengampanyekan agar penampilan diri seharusnya tidak ada hubungannya dengan keputusan untuk bersikap baik, mencintai diri sendiri dan juga orang lain. 

Beberapa cara yang dilakukan orang-orang untuk menunjukkan body positivity pun cukup beragam. Survei yang dilakukan psychologytoday.com terhadap pengguna Aplikasi Whisper mereka menunjukkannya dengan menggunakan pakaian yang bagus (40,29%), diikuti dengan “mengatakan pada diri sendiri bahwa Anda luar biasa” (25,83%), makan sehat dan fitness (18,14%) dan terakhir dengan menginspirasi orang lain (16%). 

SUMBER 

Konsep Body Image Remaja Putri; 

Penutup 

Oke untuk artikel mengenai pandangan body positivity dalam psikologi cukup sampai di sini saja. Jangan pernah menyesali apa yang kamu miliki, untung kamu punya tubuh, lah mereka yang ga jadi lahir bagaimana? Jangan lupa bagiin artikelnya juga ya, supaya kami jadi lembaga. Terima kasih 

Bagi kamu yang memiliki kritik atau saran yang bersifat membangun blog ini atau mau mengirimkan artikel bisa mengirimkannya ke admin@bumipsikologi.com atau ke menu submit artikel. 

Kata kunci: pandangan body positivity dalam psikologi. Contoh body positivty. Fenomena body positivity. Penjelasan body positivity dalam psikologi.

Kunjungi: http://mnurrifqifuadi1001.blogspot.com/