Pendahuluan

Kali ini Bumi Psikologi akan memuat artikel mengenai pengantar borderline personality disorder. Pernah ga sih kamu kenal dengan orang yang memiliki gangguan psikologis, terutama gangguan kepribadian? Memang sih kalau gangguan secara mental itu biasanya tidak bisa terlihat ciri-cirinya ketimbang penyakit flu atau covid-19. Karenanya perlu penanganan khusus jika ada yang memiliki gangguan mental ini.

Baca juga: Kesalahan Memahami Kepribadian Introvert dan Ekstrovert – Introvert dan Ekstrovert dalam Psikologi Kepribadian

Gangguan mental itu beragam banget jenisnya loh, salah satunya yaitu borderline personality disorder ini. Gangguan kepribadian ambang kalau diartikan dalam bahasa Indonesianya. Gangguan ini biasanya membuat kepribadian orang cenderung berubah-ubah loh, percaya ga? Simak aja kuy pengantar borderline personality disordernya.

Yuk lanjutkan baca artikel dengan judul lengkapnya Menjadi Psikologi Ariel Tatum – Sebuah Pengantar Borderline Personality Disorder sampai tuntas ya!

Menjadi Psikolog Ariel Tatum – Sebuah Pengantar Borderline Personality Disorder

Sebuah Cerita Mengenai Gangguan Kepribadian Ambang

pengantar borderline personality disorder, pengantar gangguan kepribadian ambang, penjelasan borderline personality disorder, gangguan kepribadian ambang ciri-ciri
Bumi Psikologi – Gangguan kepribadian ambang. Sumber: Pixabay.com

Sepertinya menjadi matahari itu mengasyikan, bisa membagikan cahaya kepada semua orang dan tak ada satu orang pun yang bisa meredupkannya. Konon katanya, hidup manusia seperti berjalan menuju matahari sambil memandang bayangan yang ada di dalam diri, dan pada akhirnya berusaha menjadi matahari bagi orang lain.

Sambil menikmati indahnya matahari pagi, aku menyeruput secangkir kopi. Aih, apa ya yang harus kupelajari hari ini? Akhirnya kuputuskan membaca literatur yang menyita perhatianku, sebuah gangguan kepribadian bernama borderline personality disorder. Sedang asyiknya menyantap ilmu pengetahuan, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu ruanganku. Kupersilahkan masuk, dan betapa kagetnya aku melihat seseorang yang berdiri di depan pintu.

“Mmm..mm..mba Ariel Tatum?!”

“Aku sudah mendengar banyak tentang kamu dari sahabatku, bolehkah aku berkonsultasi padamu?”

Aku menatap ke matanya, jantungku berdebar kencang. Apakah ini yang dinamakan cinta? Kemudian, dia bercerita bahwa sudah berganti-ganti psikolog tapi tidak pernah ada yang berhasil. “Aku rasa kamu berbeda dari yang lain, aku yakin bisa menjadi lebih baik dengan bantuanmu”, katanya. Alamak, mukaku langsung harlem shake digombalin Mba Ariel:(

Masih bergaya sok cool, aku bilang bahwa aku bukanlah ahli di bidang ini, apalah yang bisa diharapkan dariku yang bahkan tenaga ahli saja tidak bisa membantu, pasti mbanya juga tidak akan cocok denganku. Mendengar itu, dia malah memakiku dengan kata-kata hina, “Tahu apa kau tentang aku! Kalian semua sama saja, tidak pernah ada yang mengerti aku”. Sejenak aku terdiam memandangnya, lalu sambil menitikan air mata, dia meminta maaf atas kata-katanya yang memakiku.

Baca juga: Stres dan Depresi Sama Tidak Sih? – Simak Perbedaan Stres dan Depresi dalam Psikologi Kesehatan

Hmm… emosi yang meledak-ledak, perubahan emosi secara drastis dari memuji menjadi menghina, kesulitan mengontrol emosi. Apa jangan-jangan?! Apakah ini borderline personality disorder?

Baiklah aku menerima, tapi aku harus meminta bantuan dari tenaga ahli untuk membimbingku. Aku harus berhati-hati mengambil langkah. Benak client ibarat sebuah telur, untuk bisa mengeluarkan isinya kita harus memecahkan atau menetaskannya. Menetaskan dan memecahkan tidaklah sama, aku harus membantu menetaskannya bukan memaksa dengan memecahkannya. Artinya, client harus mencari solusi atas permasalahannya sendiri, bukan atas arahanku. Baik mba kita mulai dari yang paling awal, ceritakan tentang diri kamu?

———

Borderline personality disorder alias gangguan kepribadian ambang merupakan gangguan kepribadian tipe B yang berhubungan dengan emosional yang ekstrem. Memiliki karakteristik seperti, ketidakstabilan mood, kebingungan akan indentitas diri sendiri, kesusahan menjalin hubungan dengan orang lain, serta ketidak stabilan dalam berperilaku.

Bernama gangguan kepribadian ambang, sebab berada di batas antara psikosis dan neurosis. Psikosis adalah gangguan mental yang mengakibatkan kesalahan dalam memaknai kejadian dan bisa memunculkan halusinasi. Neurosis dicirikan dengan perasaan cemas, depresi dan perasaan stress lainnya secara berlebihan.

Orang dengan gangguan ini bisa mengalami perubahan suasana hati yang ekstrem. Sedikit berbeda dengan gangguan bipolar, borderline memiliki ciri khas luapan emosi yang meledak-ledak. Individu ini sangat takut ditinggalkan oleh orang lain. Berbeda dengan gangguan kepribadian dependen, bila dependen berusaha menyenangkan karena khawatir ditinggalkan, sedangkan borderline diekspresikan dengan amarah dan permintaan yang tak masuk akal.

Baca juga: Mengenal Dissociative Disorder; Kepribadian Ganda, Depersonalisasi, dan Amnesia Dissosiative – Serial Mengenal Stress

Dalam DSM-5 individu dianggap mengalami gangguan ini jika merasakan setidaknya lima dari kriteria berikut, upaya panik untuk menghindari pengabaian yang nyata atau yang dibayangkan, pola hubungan interpersonal yang tidak stabil dan intens, citra diri atau perasaan diri yang terus-menerus tidak stabil, impulsif pada perilaku yang berpotensi merusak diri seperti pesta narkoba, perilaku bunuh diri atau perilaku menyakiti diri, ketidakstabilan afektif karena reaktivitas suasana hati yang nyata, perasaan kosong yang kronis, kemarahan yang tidak pantas dan intens, ide paranoid terkait stres sementara atau gejala disosiatif berat.

Individu dengan gangguan ini gagal dalam memahami sisi negatif dan positif seseorang. Melihat dunia secara hitam putih. Seperti misalnya, Ibu yang memarahi dengan ekstrem adalah sosok yang sama dengan sosok yang mencintai kita. Ibu yang menjadi matahari yang bersinar juga bisa menjadi gerhana yang membuat cahaya redup.

———–

Untuk sesi-sesi berikutnya, konseling dilakukan di studionya bukan lagi di ruanganku. Aku mencoba melakukan tes gambar proyektif sederhana. “Baik mba Ariel, silahkan menggambar di kertas ini”. Lantas dia menjawab, “Duh Mas, aku selalu diberikan test ini oleh psikologku terdahulu, aku tahu bentuk akar, batang, dan daun memiliki makna kan? aku ini pandai melukis mas, test ini tidak berlaku padaku”. Dia menunjukan gambar pohon yang jadi sampul bukunya.

pengantar borderline personality disorder, pengantar gangguan kepribadian ambang, penjelasan borderline personality disorder, gangguan kepribadian ambang ciri-ciri
Bumi Psikologi – Borderline Personality Disorder. Sumber: Pixabay.com

Tak kusangka mba Ariel pandai melukis. Aku memuji gambarnya, lalu aku berkata mengapa pohon ini tidak memiliki akar? Mengapa batang pohon ini terkesan ditutupi? Maaf mba Ariel yang cantik, pandai atau tidaknya seseorang dalam menggambar tidak berpengaruh kepada test proyektif, sebab bukan seberapa bagus hasil gambarnya. Yang namanya test proyektif kan memproyeksikan apa yang ada di alam bawah sadar kita ke alam sadar. Proyektif akan sangat sulit untuk dimanipulasi mba.

Baca juga: Saat Dibutuhkan Kok Menghilang, Situ Emang Avatar? – Fenomena Orang Memutuskan Komunikasi Tiba-tiba

Kemudian dia menatapku dalam, aku jadi grogi dibuatnya. Dia berbisik, “izinkan aku melukismu?” setengah ke-ge er-an aku menerima untuk dilukis olehnya. Sesi ini dihabiskan untuk melukisku sambil dia bercerita tentang dirinya. “Dia terlalu sempurna seperti bintang yang berkilau dan aku tak mampu menjangkaunya”, ucapnya tentang salah satu anggota keluarganya.

Bisa dipahami salah satu penyebab gangguan ini adalah faktor lingkungan keluarga. Individu dengan gangguan ini bisa jadi pernah mengalami kejadian kekerasan saat masa kanak-kanak, seperti fisik ataupun seksual. Pengalaman diabaikan dan ditinggalkan oleh orang tua bisa menjadi pemicu munculnya gangguan ini. Selain itu, faktor genetika dan fungsi otak juga menjadi penyebab gangguan ini

Senja pun tiba dan aku pamit pulang…..

Di malam hari, aku sedang mencoba untuk tidur, kemudian berdering hp-ku ada telfon dari mba Ariel. Kuangkat, dengan nada merintih dia berkata “Mas, aku membutuhkanmu, ini hanya terlalu berat untukku, aku hanya ingin mengakhirinya disini”. Mendengar itu aku langsung bergegas menuju kerumahnya. Disana kutemui dia sedang duduk di sofa dengan pisau dalam genggamannya. Kemudian, dia berkata “mas, kamu rela datang kesini, terima kasih, aku sangat membutuhkanmu”.

Duh, aku tertipu!. Para penderita gangguan kepribadian kelompok B yang tak bisa mengendalikan emosi impulsif mereka akan sering memakai upaya menyakiti diri dan bunuh diri impulsif untuk mengendalikan orang lain. Artinya, mereka memiliki kecenderungan untuk melakukannya supaya ditemukan dibanding dilakukan secara diam-diam. Sederhananya, seperti mengatakan kepada orang terdekat, “datanglah padaku, carilah aku, aku mau bunuh diri dan menyakiti diri sendiri lhooo”~

Mba Ariel Tatum mengampiriku, mendekatkan bibirnya pada bibirku. Ah shit, ternyata aku bermimpi lagi! Tidak apalah bermimpi sebagai psikolog, apalagi bisa sangat dekat dengan Ariel Tatum~

Sebuah Disclaimer

Cerita dalam tulisan ini sesungguhnya adalah fiksi. Aku tidak pernah menjadi psikolog Ariel Tatum sungguhan. Semua yang ada dalam tulisan ini hanya untuk keperluan penambahan pengetahuan. Diagnosis gangguan mental tidak bisa diidentifikasi hanya sekedar kesesuaian dengan kriteria dalam tulisan ini atau kesesuaian dengan infografis yang beredar. Diagnosis gangguan mental hanya dapat dilakukan oleh psikolog dan psikiater. Jika merasa diri sendiri atau orang terdekat mengalami gejala yang ada, silahkan menemui psikolog/psikiater terdekat.

Bacaan Lanjutan : Ann M. Kring dkk: Abnormal Psychology, DSM V

Penutup

Oke untuk artikel pengantar borderline personality disorder cukup sampai di sini saja ya. Jangan lupa untuk membagikan artikel ini kepada orang lain ya, supaya mereka juga bisa mendapatkan apa yang kamu dapatkan dari sini. Terima kasih.

Bagi kamu yang memilki kritik atau saran yang bersifat membangun blog ini dan mungkin juga ingin mengirimkan artikel atau karyanya untuk dipublikasikan di blog ini, kamu bisa mengirimkannya ke alamat e-mail berikut ini: admin@bumipsikologi.com

Kata kunci: pengantar borderline personality disorder, pengantar gangguan kepribadian ambang, penjelasan borderline personality disorder, gangguan kepribadian ambang ciri-ciri