hindsight bias dalam psikologi, penjelasan hindsight bias, contoh hindsight bias dalam kehidupan sehari-hari

Pendahuluan

Kali ini Bumi Psikologi akan memuat artikel mengenai penjelasan Hindsight Bias dalam psikologi. Pernah ga sih kamu menemukan orang yang tiba-tiba merasa menjadi ahli dalam memprediksi sesuatu? Maksudnya ketika sesuatu itu hasilnya sudah terjadi si ahli prediksi itu selalu bilang “Kata gue juga apa anjay-anjayani, bener kan?” kira-kira begitu. Atau mungkin kamu sendiri yang suka seperti itu?

Well, setiap orang pasti setidaknya pernah berpikir demikian dalam hidupnya. Itu disebabkan karena manusia biasanya sering mencari penyebab dari suatu hasil atau keadaan. Baik itu sebab secara eksternal atau internal dengan disadari atau tidak tentunya. Akan tetapi dalam hindsight bias biasanya seseorang merasa sebuah petunjuk, mungkin berhubungan atau tidak, merasa akan mengarahkan pada hasil yang sesuai dengan pikirannya. Baca saja artikel penjelasan hindsight bias dalam psikologi nya di sini

Yuk baca saja artikel dengan judul lengkapnya Sebuah Artikel untuk orang yang menyebalkan – Penjelasan hindsight bias dalam psikologi sampai tuntas yo!

Sebuah artikel untuk orang yang menyebalkan – penjelasan hindsight bias dalam psikologi

Sebuah Fenomena

hindsight bias dalam psikologi, penjelasan hindsight bias, contoh hindsight bias dalam kehidupan sehari-hari
Bumi Psikologi – Judgement

Mengapa saya tulis artikel ini dengan judul untuk orang yang menyebalkan, karena biasanya orang itu suka menjadi bang jago karena merasa mampu memprediksi sesuatu hal. Bahkan biasanya memberikan saran kepada orang lain yang sudah terlanjur mendapatkan hasil atau sudah jatuh ke lubang.

Oke jadi gini maksudnya, dalam konteks individu misalnya, ketika kamu akan mengambil tes IELTS pada suatu hari dan kamu merasa tidak yakin dengan tes itu hingga kamu belajar sampai detik terakhir. Ketika kamu mengerjakan IELTS itu kamu punya perasaan ragu atau tidak yakin bakal lulus dengan skor 6.5 misalnya. Dan hasilnya memang kamu mendapatkan skor 6.5, lalu kamu bilang ke orang lain atau temen “Saya telah memprediksi ini”.

Atau contoh lainnya ketika kamu akan presentasi di sebuah seminar dan kamu meminta saran kepada temanmu dengan harapan berjalan lancar, tapi kamu tidak melakukan apa yang disarankan teman kamu. Dan hasilnya kamu awkward ketika presentasinya. Kemudian temen kamu bilang “Kata gue juga apa kan harus lakukan itu dulu.” Meskipun sarannya mungkin tidak berkaitan dengan apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan hasil terbaik, tapi temen kamu merasa yakin dengan hal itu. Sehingga hasil yang buruk dianggap karena tidak melaksanakan hal tersebut, meskipun kenyataannya tidak sepenuhnya demikian.

Baca juga: Alasan Kenapa Netizen Bisa Melabeli Siapapun dengan Satu Ciri Saja – Penjelasan Heuristik Keterwakilan dalam Psikologi

Contoh yang ada dalam konteks sejarah misalnya anggapan bahwa masyarakat sekarang ada yang terlihat lebih modern dan inovatif terhadap kemajuan teknologi, sementara masyarakat lain mungkin masih tertinggal dan cenderung kolot. Kita contohkan Amerika Serikat atau “barat” cenderung lebih maju dan inovatif. Jadi ketika ada yang menyatakan sebabnya karena negara maju masyarakatnya cenderung lebih inovatif dan ada negara yang masyarakatnya cenderung kolot. Itu sepenuhnya tidak benar, prediksi tersebut sangat melenceng karena di benua atau negara apapun, kapanpun ada masyarakat yang inovatif dan kolot. Selain itu juga penerimaan terhadap suatu inovasi kemajuan cenderung berubah-ubah bahkan di tempat yang sama dalam waktu yang berbeda. (Dari Guns, Germs & Steel)

Prediksi-prediksi semacam itu belum tentu sepenuhnya benar dan mungkin hanya sekedar evaluasi subjektif orang tertentu saja, dan melupakan informasi lain yang berpengaruh secara langsung atau tidak.

So, secara definitif hindsight bias merupakan sebuah kekeliruan atau penyimpangan dalam penilaian (judgement), dimana seseorang atau individu mengira bahwa dirinya bisa memprediksi sebelumnya apa yang sudah terjadi. Meskipun pada kenyataannya orang itu tidak memiliki informasi yang memadai untuk membuat kesimpulan atau penilaian dalam memprediksi hal tersebut.

Singkatnya, ada orang yang merasa mampu mengendalikan (memprediksi) hasil dengan hanya mengandalkan keyakinan atau hanya sedikit informasi, meskipun hasil yang terjadi sejalan dengan apa yang diprediksikannya. Akan tetapi informasi untuk memprediksi itu sangat kurang, dan bahkan mungkin itu hanya kebetulan saja.

Secara operasional hindsight bias bisa didefinisikan sebagai perbedaan probabilitas subjektif mengenai terjadinya hasil (outcome) tertentu antara individu yang sudah mengetahui outcome (hindsight) dan yang tidak memiliki outcome (foresight) (Christensen-Szalanski & Willham, 1991).

Baca juga: Menyelami Fenomena Orang yang Menganggap Dirinya Serba Tahu dan Merasa Hebat – Memahami Dunning-Kruger Effect dalam Psikologi

Jadi dalam hal ini ada dua tipe dalam satu individu atau lebih. Kita sebut si Evaluator dan si Pengambil keputusan. Dari contoh misalnya si A meyakini bahwa AC Milan dan Arsenal akan dimenangkan oleh Arsenal. Karena yakin dengan komposisi pemain yang ada sehingga yakin Arsenal  akan menang dengan meyakinkan (Pengambil keputusan, sebelum datang outcome). Lalu ketika hasilnya Arsenal benar-benar menang, dia menyatakan bahwa “Gue dah yakin Arsenal bakal menang karena emang bener keren dah”. Nah dia menilai (overestimate) kemampuannya dalam menilai informasi atau keyakinannya mengantarkan pada hasil yang diinginkan (Evaluator). Pada kenyataannya Arsenal lebih baik ketimbang AC Milan sih wkwkwk.

Contoh lain mungkin kamu pernah denger orang yang katanya Indihome (dibaca: Indigo) pernah memprediksi dengan yakin bahwa akan banyak artis yang bakal ditangkap polisi karena kasus narkoba atau apalah gitu. Nah doi sebenernya rendah hati, daripada orang lain yang kena tangkap mending dirinya sendiri aja yang ditangkap.

Namun ada yang lebih menyebalkan lagi yaitu mereka yang sering bilang “kata gue juga apa”. Ketika hasil yang didapatkan hanya sesuai dengan apa yang diprediksikannya, mungkin padahal informasi itu hanya satu dari sekian faktor yang bisa menjadikan hasilnya demikian. Bisa jadi di lain waktu hal tersebut tidak akan berlaku.

Jadi, kalau kamu bener-bener belum memiliki informasi yang memadai untuk memprediksi suatu hal, seperti hanya dugaan saja lebih baik kasih saran yang relevan dan kasih motivasi saja kepada orang lain hehe.

Penutup

hindsight bias dalam psikologi, penjelasan hindsight bias, contoh hindsight bias dalam kehidupan sehari-hari
Bumi Psikologi – Predictions

Oke untuk penjelasan hindsight bias dalam psikologi hanya cukup sampai di sini saja. Semoga kita dijauhkan dengan orang yang so bisa memprediksi hasil dan merasa jago dalam meramal. Tapi lebih menyebalkan lagi kalau ngasih saran untuk tidak melakukan ini atau itu ketika hasilnya udah diketahui. Semoga tidak ya hih. Jangan lupa untuk membagikan artikel ini kepada orang lain ya, supaya mereka juga bisa mendapatka napa yang kamu dapatkan dari ini. Terima kasih.

Bagi kamu yang memiliki kritik atau saran yang bersifat membangun blog ini dan mungkin juga ingin mengirimkan artikl atau karyanya untuk dipublikasikan di blog ini, kamu bisa mengirimkannya ke alamat e-mail berikut ini: admin@bumipsikologi.com

Kata kunci: hindsight bias dalam psikologi, penjelasan hindsight bias, contoh hindsight bias dalam kehidupan sehari-hari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

%d blogger menyukai ini: