Lu Jual Gue Beli, Lu Tawar Gue Kasih Promo – Penjelasan Illusion of Control dalam Jual Beli

Pendahuluan

Kali ini Bumi Psikologi akan memuat artikel mengenai penjelasan illusion of control dalam jual beli dengan analisis psikologi. Pernah ga sih ketika kamu hendak pergi ke suatu pusat perbelanjaan dengan perencanaan yang matang, apa saja yang harus kamu beli dan tidak. Namun ternyata ketika dateng ke tempat tersebut melihat pernak pernik promo dan kegilaan lain yang mereka tawarkan membuat diri jadi impulsif? Kalau pernah, ya tidak masalah sih asalkan ga lupa untuk bayar.

Baca juga: Kok Bisa Ada Orang yang Inget Nama tapi ga Kenal Wajah – Penjelasan Prosopagnosia dalam Psikologi

Bagaimanapun, I guess kalian mungkin pernah kan begitu, merasa gaining benefit karena melihat potongan harga yang fantastis membuat kamu beli produk itu. Padahal memang ga masuk ke list planing mau beli apa saja. Sekali lagi gapapa sih asal kamu senang dan untung, meski buntung di akhirnya hehe. Kenapa sih bisa begitu? Simak ya tulisannya.

Langsung saja baca dan bagiin artikel lu jual gue beli, lu tawar gue kasih promo – penjelasan illusion of control dalam transaksi jual beli ke teman kamu.

Lu Jual Gue Beli, Lu Tawar Gue Kasih Promo – Penjelasan Illusion of Control dalam Transaksi Jual Beli

Bias Jadi Impulsif Buying

penjelasan illusion of control dalam jual beli. Apa itu illusion of control dalam psikologi. Contoh fenomena illusion of control dalam jual beli. Mengatasi illusion of control dalam perdaganan.
Bumi Psikologi – Penjelasan Illusion of Control dalam Jual Beli. Sumber: Unsplash.com

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering sekali melakukan jual beli. Setiap kali kita merencanakan membeli suatu barang, kita memperkirakan berapa nominal yang kita harus keluarkan. Namun entah kenapa kebanyakan masyarakat pada umumnya sering sekali mengeluarkan nominal lebih besar dari pada yang mereka rencanakan sebelumnya, beberapa dengan alasan bahwa dengan mengeluarkan lebih mereka bisa mendapatkan keuntungan yang lebih.

Sebab anggapan bahwa jika saat membeli itu mereka mendapatkan kesempatan untuk memperoleh sebuah keuntungan yang sukar didapat. Maka disini penulis mencoba fenomena tersebut dengan konsep illusion of control. Menyadari akan ilusi ini merupakan suatu hal yang penting untuk menghindari tertipu karena rasa diuntungkan. Semakin sering atau aktif mereka mengambil keputusan sendiri maka akan semakin tinggi kejadian illusion of control.

Setiap kali seseorang ingin melakukan pembelian maka seseorang haruslah membuat keputusan. Maka perlulah kita menanyakan untuk apakah itu keputusan dan apa saja yang mempengaruhinya. Keputusan (decision) berarti pilihan (choice), yaitu pilihan dari dua atau lebih kemungkinan. Namun, hampir tidak merupakan pilihan antara yang benar dan yang salah, tetapi yang justru sering terjadi ialah pilihan antara yang ”hampir benar” dan yang ”mungkin salah”. Walaupun keputusan biasa dikatakan sama dengan pilihan, ada perbedaan penting di antara keduanya.

Keputusan adalah ”pilihan nyata” karena pilihan diartikan sebagai pilihan tentang tujuan termasuk pilihan tentang cara untuk mencapai tujuan itu, apakah pada tingkat perorangan atau pada tingkat kolektif. Keputusan kaitannya dengan proses merupakan keadaan akhir dari suatu proses yang lebih dinamis, yang diberi label pengambilan keputusan. Bisa juga kita sebut sebagai proses karena terdiri atas satu seri aktivitas yang berkaitan dan tidak hanya dianggap sebagai tindakan bijaksana (Fatmawati & Soliha, 2017).

Baca juga: Ikut-Ikutan Tren Bukti Millennial Tidak Mau Disebut Ndeso – Penjelasan Bandwagon Effect dalam Psikologi

Lalu setelah kita tahu apa itu keputusan, maka apa saja yang mempengaruhinya. Dalam teori pengambilan keputusan didasari oleh konsep kepuasan, bahwa ini individu dapat menentukan meningkatnya atau menurunnya utilitas dalam upaya meningkatkan kepuasan. Berdasarkan konsep ini, setiap tindakan individu bertujuan untuk memaksimalkan jumlah utilitas untuk mencapai kepuasan. Demikian halnya pengambilan keputusan investasi oleh investor mereka takar secara rasional dalam rangka memaksimalkan utilitasnya (Handoyo, 2019).

(Widiastuti & Widowati, 2014) melakukan penelitian dalam menentukan faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian produk makanan. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang melakukan pembelian Mie Jakarta 69 yang jumlahnya tidak tahu pasti. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian konsumen yang melakukan pembelian Mie Jakarta 69 Semarang yang berjumlah 96 responden. Jenis datanya adalah primer. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisisnya adalah regresi berganda. Hasil analisis dengan menggunakan SPSS Versi 13 menunjukkan bahwa:

  • Produk berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian
  • Harga berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian
  • Promosi berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian
  • Produk, Harga, dan Promosi berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian.

Besarnya pengaruh antara produk, harga, dan promosi terhadap keputusan pembelian adalah sebesar 66,8% (Adjusted R Square = 0,668).

Baca juga: Memahami Cinta Qois untuk Layla dengan Teori The Art of Loving dari Erich Fromm – Makna Cinta dalam Psikologi

Illusion of control bias merupakan kecenderungan manusia percaya bahwa mereka dapat mengontrol atau paling tidak mempengaruhi hasil tetapi pada kenyataannya mereka tidak dapat (Pompian, 2013). Dalam contoh kasus ini bilanglah ada sebuah individu ingin membeli Handphone dia merencanakan membeli handphone dengan harga seharga tiga juta. Saat dia berbelanja dan menawar handphone dia ditawarkan promosi handphone dengan harga yang 5 6 juta namun dengan bonus mendapat headset wireless gratis.

Dia menawar sehingga mendapat bonus tersebut. Namun dia tidak sadar bahwa sebenarnya dengan nominal seperti itu dia bisa mendapatkan yang lebih. Karena dia merasa bahwa telah diuntungkan dan merasa sudah dapat mengatur hasil sehingga dia paling diuntungkan dia tidak sadar bahwa hal tersebut hanya merupakan ilusi semata. Semakin sering atau aktif mereka mengambil keputusan sendiri maka akan semakin tinggi kejadian illusion of control bias.

Kesimpulan

Dalam transaksi jual beli sehari-hari kita terpengaruhi oleh berbagai faktor mulai dari signifikansi produk yang ingin kita beli sampai promosi terhadap suatu produk. Bisa saja membeli suatu produk bukan karena butuh melainkan karena promosi. Bisa juga saat kita membeli suatu produk yang kita inginkan dan dalam proses tawar menawar mereka memberinya dengan harga yang lebih mahal dari harga produk itu yang seharusnya namun malah terkesan ada bonus.

Karena rasa diuntungkan maka secara tidak sadar telah tekena akan illusion of control yang dimana membuat kita telah mengeluarkan uang lebih padahal memang dengan mengeluarkan uang itu bisa mendapatkan bonus itu dan barang lain.

Penulis: Muhammad Fawzan Fardan (Instagram: @m.fawzan.f)

DAFTAR PUSTAKA

  • Fatmawati, N., & Soliha, E. (2017). Kualitas Produk, Citra Merek dan Persepsi Harga Terhadap Proses Keputusan Pembelian Konsumen Sepeda Motor Matic “Honda.” Jurnal Manajemen Teori dan Terapan  | Journal of Theory and Applied Management, 10(1), 1. https://doi.org/10.20473/jmtt.v10i1.5134
  • Handoyo, S. D. (2019). PENGARUH OVERCONFIDENCE, ILLUSION OF CONTROL, ANCHORING, LOSS AVERSION PADA PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI OLEH MAHASISWA UNISRI SEBAGAI INVESTOR PEMULA. 11.
  • Pompian, M. (2013). Behavioral finance and wealth management: How to build optimal portfolios that account for investor biases. Wiley. http://rbdigital.oneclickdigital.com
  • Widiastuti, H., & Widowati, S. Y. (2014). The Analysis of Purchasing Decision Influence Factors. 9(914), 10.

Penutup

Oke untuk artikel penjelasan illusion of control dalam jual beli dengan analisis psikologi cukup sampai sini aja. Gapapa kalau pergi belanja impulsif dan tanpa perencanaan, asalkan punya banyak duit dan jangan lupa bayar juga sih. Jangan lupa bagiin artikel ini supaya kami bisa banyak duit biar impulsif kalau belanja. Terima kasih.

Bagi kamu yang memiliki kritik atau saran yang bersifat membangun blog ini atau mau mengirimkan artikel bisa mengirimkannya ke admin@bumipsikologi.com atau ke menu submit artikel.

Kata kunci: penjelasan illusion of control dalam jual beli. Apa itu illusion of control dalam psikologi. Contoh fenomena illusion of control dalam jual beli. Mengatasi illusion of control dalam perdaganan.

Kanal kiriman artikel dari pembaca dan seluruh manusia tercinta.
%d blogger menyukai ini: