Kok Bisa Ada Orang yang Inget Nama tapi ga Kenal Wajah – Penjelasan Prosopagnosia dalam Psikologi

Wall of Information

9 Apr, 2021

Pendahuluan

Kali ini Bumi Psikologi akan memuat artikel mengenai penjelasan prosopagnosia dalam psikologi. Kok ada ya orang yang bisa inget nama tapi lupa sama wajahnya. Lagian biasanya orang tuh inget wajah ga inget nama. Tetapi ya memang ada fenomena seperti itu. Namanya juga manusia kan bisa rupa-rupa warnanya, mau meletus balon hijau atau merah ya terserah dia. Wong yang punya akal dan pikirannya doi. 

Baca juga: Halo EffectKecendrungan Menilai Seseorang dari Kesan Pertama – Fenomena Halo Effect dalam Psikologi 

Well, terlepas dari itu semua, memang keterbatasan manusia untuk tidak bisa mengingat segala hal. Tentu dalam hal ini kadang bisa mengingat namanya eh pas ketemu sama wajah pemilik nama, malah ga tahu sama sekali. Tapi, kejadian itu bukan karena setan yang meracuni pikiranmu, ada penjelasan logis di balik itu semua. Yaitu dengan penjelasan prosopagnosia dalam psikolgi. 

Yuk langsung saja baca dan bagiin artikel kok bisa ada orang yang inget nama tapi ga kenal wajah – penjelasan prosopagnosia dalam psikologi sampai akhir. 

Kok Bisa Ada Orang yang Inget Nama tapi ga Kenal Wajah – Penjelasan Prosopagnosia dalam Psikologi

Namanya juga Manusia 

penjelasan prosopagnosia dalam psikologi. Fenomena prosopagnosia dalam psikologi. Apa itu prosopagnosia. Mengatasi prosopagnosia.
Bumi Psikologi – Penjelasan Prosopagnosia dalam psikologi. Sumber: Unsplash.com

“Aduh, saya ingat wajahnya, tetapi lupa nama-nya…” Kejadian tersebut mungkin pernah dialami oleh sebagian orang dan dianggap menjadi hal yang lumrah, terlebih jika baru saja berkenalan dengan sosok yang baru ditemui. Ketika kita berkenalan dengan seseorang, atau mungkin berpapasan dengan seseorang yang tidak kita kenal, biasanya hal pertama yang menjadi perhatian kita adalah wajah orang tersebut. Karena kita menganggap hal itu akan lebih mempermudah kita untuk bisa mengenali dan membedakan antara satu orang dengan yang lainnya. Tetapi bagaimana apabila yang terjadi justru malah sebaliknya?  

“Saya ingat namanya, tapi saya lupa paras wajahnya seperti apa” atau  mungkin “Padahal saya baru saja mengobrol dengan orang itu, tetapi setelah orang itu pergi, kenapa saya langsung lupa wajahnya ya?” Tidak dipungkiri, ternyata memang ada kondisi yang menyebabkan dimana seseorang itu merasa sangat sulit untuk mengenali wajah seseorang. Bahkan dari beberapa kasus, penderita merasa dikucilkan karena dianggap sombong dan tidak ramah. Kondisi tersebut dialami oleh aktor Brad Pitt yang sering dianggap sombong dan aktor Oh Jung-se yang tidak bisa mengenali anaknya sendiri.  

Baca juga: Ruang Rindu dan Lubang di Hati – Makna Psikologi Sufistik Lagu Neo Letto 

Siapa sangka ternyata mereka mengalami kondisi tersebut? Sehingga membuat keduanya harus terpaksa membatasi bepergian keluar dan interaksi dengan orang lain. Berkaitan hal tersebut, pada kenyataannya penderita yang mengalami kondisi ini memang merasa sulit mengenal atau membedakan wajah orang lain, baik yang sudah atau belum dikenalnya. Bahkan pada kasus yang sudah ekstrim, mungkin saja si penderita tidak dapat mengenali wajahnya sendiri di foto atau cermin. 

Dalam jurnal yang berjudul Face Blindness – Prosopagnosia, peneliti mengemukakan bahwa Prosopagnosia adalah hilangnya kemampuan mengenali wajah, atau dapat dikatakan sebagai gangguan persepsi wajah di mana kemampuan mengenali wajah terganggu, sedangkan kemampuan mengenali visual atau objek lain mungkin relatif utuh (Nath, dkk, 2010). Berdasarkan hal tersebut, penderita Prosopagnosia ini berarti masih dapat mengenali objek-objek lain, hanya kemampuan untuk mengenali wajah saja lah yang terganggu. 

Jenis Prosopagnosia 

Masih dalam jurnal yang berjudul Face Blindness – Prosopagnosia, di sini peneliti mengemukakan bahwa ternyata Prosopagnosia dibagi menjadi tiga, yaitu : 

Prosopagnosia asosiatif

dianggap merusak hubungan antara proses persepsi wajah awal dan informasi yang kita miliki tentang orang-orang dalam ingatan kita. Penderita pada tipe ini menunjukan adanya ketidakcocokan antara proses pengenalan wajah pada otak dan proses perekaman informasi pada memori. Meski penderita masih mampu membedakan wajah, tapi tidak dapat mengidentifikasi atau memberikan informasi apa pun tentang orang tersebut.

Prosopagnosia aperseptif

dianggap sebagai gangguan dari beberapa proses paling awal dalam sistem persepsi wajah. Orang dengan kelainan ini tidak dapat memahami wajah dan tidak dapat membuat penilaian ketika mereka diberikan sebuah foto dan penderita ini sama sekali tidak dapat membedakan wajah, usia, atau jenis kelamin seseorang. Lalu bagaimana cara mengenali seseorang? Tentu berdasarkan petunjuk non-wajah seperti pakaian, gaya rambut, dan suara.

Prosopagnosia developmental

pada kategori ini penderita mampu membedakan wajah namun tidak mampu mengingatnya untuk waktu yang lama. 

Apa penyebabnya?  

Penyebab dari Prosopagnosia oleh terputusnya persepsi wajah dan memori wajah dan bukan oleh gangguan penglihatan atau ketidakmampuan belajar. Dari laman alodokter.com, dalam beberapa penelitian yang ada, Prosopagnosia atau Face Blindness ini sering terjadi setelah kerusakan pada otak, khususnya berhubungan dengan fusiform gyrus (bagian di otak manusia yang memiliki fungsi untuk mengenali wajah). Penelitian lain juga menyatakan bahwa keadaan ini dapat terjadi oleh trauma, stroke, dan penyakit degenerasi saraf. Bukti terbaru bahkan menunjukkan penyakit ini dapat terjadi karena adanya faktor keturunan. 

Berdasarkan hal tersebut, ternyata memang ada kondisi di mana seseorang sulit atau tidak dapat mengenali wajah. Meskipun sebagian besar dari kita yang normal mampu melakukannya dengan cepat dan akurat, namun tidak bagi orang yang menderita prosopagnosia ini, yang menyebabkan mereka salah membuat persepsi atau mengalami gangguan selektif pada pembelajaran visual dan pengenalan wajah.  

Dalam kondisi seperti ini, tentu dapat memberikan dampak negatif yang penting dalam bidang sosial individu penderitanya, mungkin berupa gangguan sosial seperti lingkunganmu akan menjauh dan mungkin kamu akan terkucil. Meskipun beberapa dari mereka mungkin masih bisa menggunakan cara lain untuk mengidentifikasi orang-orang di sekitar (melalui suara, pakaian, dll). Oh Jung-se memiliki perilaku tersebut kepada anaknya, namun tetap tidak ada yang seefektif dengan melihat wajah, bukan?  

Referensi 

Nath, R.P., Pratihar, S. & Kundu, J.K. (2010)Face Blindness – Prosopagnosia. Journal of Advanced Laboratory Research in Biology.  

Alodokter.com.     [Cited  27  march  2021].  Available  from  : https://www.alodokter.com/komunitas/topic/apakah-ini-masalah-psikologi 

Penulis: Valda Dwi Kartika (Instagram: valdadk21) – Mahasiswa Psikologi UIN Jakarta 

Penutup 

Oke untuk artikel penjelasan prosopagnosia dalam psikologi cukup sampai di sini saja. Inget nama inget wajahnya juga ya gaes. Jangan lupa bagiin artikel ini ke teman kamu yang lainnya ya, supaya bisa dapet cuan hehe. Terima kasih 

Bagi kamu yang memiliki kritik atau saran yang bersifat membangun blog ini atau mau mengirimkan artikel bisa mengirimkannya ke admin@bumipsikologi.com atau ke menu submit artikel.    

Kata kunci: penjelasan prosopagnosia dalam psikologi. Fenomena prosopagnosia dalam psikologi. Apa itu prosopagnosia. Mengatasi prosopagnosia. 

Kanal kiriman artikel dari pembaca dan seluruh manusia tercinta.
%d blogger menyukai ini: