Tiba-Tiba Menangis; Bukan Karena Drakor, Sakit Gigi atau Putus Cinta – Penjelasan Pseudobulbar Affect dalam Psikologi

Pendahuluan 

Kali ini Bumi Psikologi akan memuat artikel mengenai penjelasan pseudobulbar affect dalam psikologi. Bagi kamu yang sukanya nangis tiba-tiba ga karuan mungkin penjelasan di sini bisa sedikit membantumu. Kalau kamu suka nonton film dan suka menangis ya silahkan saja meratapi nasib orang, tapi itu punya alasan tersendiri loh. Selain kamu tertaut iba karena melihat nasib orang. 

Baca juga: Ada apa dengan orang Indonesia? Orang Yang Ditagih Hutang Kok Lebih Galak – Analisis Psikologi Fenomena Orang yang Berhutang 

Padahal apa yang kamu lihat hanyalah rekaan saja. Artinya kamu tertipu dan kena tipu. Karena film atau cerita-cerita fiktif itu intinya mereka berbohong dan tidak nyata, sialnya kamu juga menikmati kebohongan itu. Bisnis kebohongan memang laku, bahkan sampai membuat hati manusia tertaut dengannya. Baik baca saja deh penjelasan pseudobulbar affect dalam psikologi sebelum ngelantur. 

Yuk baca dan bagiin artikel dengan judul resminya Tiba-tiba menangis; bukan karena drakor, sakit gigi atau pustus cinta – penjelasan pseudobulbar affect dalam psikologi. 

Tiba-Tiba MenangisBukan Karena Drakor, Sakit Gigi atau Putus Cinta – Penjelasan Pseudobulbar Affect dalam Psikologi 

Mungkin untuk beberapa orang, menangis tanpa sebab dianggap halu tak memiliki penjelasan ilmiah. Mengira itu terjadi hanya di film-film saja. “Tidak mungkin menangis tanpa ada sebab, minimal gara-gara nonton drakor mungkin, putus cinta kalau ngak atau sakit gigi dahh yaa”, pikir orang yang belum pernah menemukan kasus ini. 

Namun sebenarnya phenomena menangis tanpa sebab atau tertawa tanpa sebab adalah keadaan yang real terjadi pada beberapa orang. Fenomena ini dalam psikologi dikenal dengan istilah Pseudobulbar Affect. Yaitu gangguan pada sistem saraf yang membuat seseorang tiba-tiba tertawa atau menangis sendiri tanpa ada sebab. 

Seseorang dengan PBA sering kali mengalami episode menangis atau tertawa yang tidak terkendali tanpa ada alasan yang jelas. Walaupun penyebabnya tidak begitu dipahami, tampaknya ini terjadi akibat jalur neourologis di otak yang berfungsi untuk mengontrol respon emosional telah mengalami cedera. Baik itu karena penyakit ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis), MS (Multiple Sclerosis), Alzheimer, Parkinson, tumor otak, cedera trauma otak atau akibat stroke. Hal ini berdasarkan penelitian terbaru bahwa 50% orang dengan penyakit di atas juga menderita PBA. 

PBA sama dengan Depresi? 

Menangis pada orang yang mengalami PBA sering kali disalahpahami sebagai orang yang mengalami depresi dan dianggap sebagai gangguan mood. Padahal tidak selamanya orang yang mengalami PBA akan mengeluarkan emosi yang bertentangan dengan suasana hati. Orang dengan PBA lebih sering pada hiperbolis; yaitu menangis atau tertawa berlebih walaupun dengan hal-hal sepele (bukan berarti ini penyebabnya). Walaupun dalam keadaan tertentu, orang dengan PBA lebih rentan mengalami depresi dari pada orang yang tidak mengalami PBA. 

Harus Ngapain Kalau mengalami PBA? 

Meskipun sampai saat ini belum ditemukan obat yang bisa menyembuhkan PBA secara langsung, setidaknya kita bisa usahakan agar intensitas PBA tidak begitu sering. Beberapa yang biasa dilakukan adalah dengan memberikan obat antidepresan dan resep lainnya. Kalau merasa tidak nyaman, silahkan temui professional untuk berkonsultasi. Adapun untuk orang yang mengalami PBA bisa melakukan hal-hal berikut, seperti: 

Mengalihkan perhatian; Lakukan kegiatan apa pun agar tidak berpikir untuk tertawa atau menangis. Misalnya, menyentuh daun putri malu yang ada di pinggiran sawah agar ia tersipu malu. Hehe. Intinya sibukan dengan kegiatan-kegiatan. 

Bernafas; Dalam beberapa situasi mengatur nafas menjadi cara untuk mengontrol diri, termasuk saat mengalami PBA. Mengatur setiap tarikan juga hembusan secara perlahan, diikuti dengan hitungan berirama akan membantu untuk menenangkan diri.

Membalikan Emosi; Yaitu melakukan aktivitas yang berbalik dengan kondisi PBA Anda. Jika menangis tiba-tiba, coba lihat berita politik di Indonesia (Lucu-lucu haha). Atau jika tertawa tiba-tiba lihatlah berita para koruptor di Indonesia (Miris dan menyedihkan). 

Sources: 

  • Healthline : Link 
  • Psychology today : Link 

Penulis : Muhammad Nurrifqi Fuadi (@Rifqifuadi_1001

Penutup 

Oke untuk artikel mengenai penjelasan pseudobulbar affect dalam psikologi cukup sampai di sini saja. Semoga bisa bermanfaat bagi kamu. Jangan lupa bagiin juga artikel ini ke teman kamu yang lain supaya kami dapet adsense dan mengaji redaktur. Terima kasih. 

Bagi kamu yang memiliki kritik atau saran yang bersifat membangun blog ini atau mengirimkan artikel untuk dipublish bisa mengirimkannya ke admin@bumipsikologi.com atau ke menu submit artikel. 

Kata kunci: penjelasan pseudobulbar affect dalam psikologi. Fenomena pseudobulbar affect dalam psikologi. Contoh kasus pseudobulbar affect. Apa itu pseudobulbar affect. 

Muhammad Nurrifqi Fuadi

Kunjungi: http://mnurrifqifuadi1001.blogspot.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: