self-compassion berbuat baik kepada diri sendiri. Mengenal self-compassion dalam psikologi. Self-compassion itu apa. Bagaimana supaya memiliki self-compassion.

Pendahuluan 

Kali ini Bumi Psikologi akan memuat artikel mengenal self-compassion berbuat baik kepada diri sendiri. Sebagai seorang manusia yang diberikan akal untuk berperilaku dan bersikap dengan norma, berbuat baik kepada orang lain sangat dijunjung tinggi. Semisal tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada mendapatkan bantuan, meminta maaf ketika salah dan lainnya. Tapi, berbuat baik tidak hanya untuk orang lain saja loh, diri sendiri juga perlu kamu berikan kebaikanmu sendiri. 

Baca juga: Kamu Insecure? Coba deh sini baca, pasti kamu nanti jadi bersyukur! – Mengubah insecure jadi bersyukur 

Dalam psikologi, konsep self-compasssion cocok bagi kamu yang ingin berbuat baik kepada diri sendiri. Karena biasanya orang lupa akan dirinya dan terlalu ketat terhadap diri sendiri. Hidup itu harus seimbang, baik untuk orang lain atau juga untuk diri sendiri gaes. Skuy lanjutin self-compassion berbuat baik kepada diri sendiri. 

Langsung saja baca artikel dengan judul lengkapnya self-compassion: berbuat baik kepada diri sendiri sampai tuntas. 

Self-Compassion: Berbuat Baik kepada Diri Sendiri 

“Yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri”

(Sulung-KuntoAji) 

Kalian pasti tidak asing dengan lirik lagu di atas, sebenarnya apa kaitannya kutipan lagu tersebut dengan self-compassion? Dan apa itu self-compassion? Artikel ini akan memberikan sedikit pengetahuan tentang self-compassion

self-compassion berbuat baik kepada diri sendiri. Mengenal self-compassion dalam psikologi. Self-compassion itu apa. Bagaimana supaya memiliki self-compassion.
Bumi Psikologi – Perlakukan diri kamu sendiri dengan baik. Sumber: Unsplash.com

Sebagai manusia kita harus berbuat baik kepada sesama. Begitu pula kepada diri sendiri karena sebagaimana yang kita tahu bahwa nantinya orang di sekitar kita akan pergi dan pada akhirnya hanya diri sendirilah yang tetap tinggal hingga akhir hayat. Namun, sebelum berbuat baik kepada orang lain, apakah kita sudah berbuat baik terhadap diri sendiri? 

Terkadang tanpa kita sadari, yang sebenarnya paling jahat adalah diri kita sendiri. Tanpa kita sadari, kita berlaku tidak baik terhadap diri sendiri dengan ekspektasi-ekspektasi dan segala bentuk penekanan terhadap diri sendiri. Bersikap baik terhadap diri sendiri dapat dilakukan dengan self-compassion dan ini merupakan suatu hal yang penting bagi kesehatan mental kita. Apa yang dimaksud dengan self-compassion

Apa itu Self-Compassion? 

Menurut Kristin Neff (2003), self-compassion berarti bersikap lembut, baik hati, dan pengertian dengan diri sendiri; menerima bahwa kita tidak sempurna; dan memahami bahwa ada potensi untuk belajar dan berkembang dalam setiap kesalahan yangkita buat. 

If you don’t love yourself, you can’t love others. You will not  be  able  to  love  others.  If  you  have  no  compassion  for yourself then you are not able of developing compassion for others.”  

(Dalai Lama)

Baca juga: Surat Cinta Bagi Orang yang Suka Membandingkan Diri Terus Terhadap Orang Lain – Fenomena Perbandingan Sosial Pada Manusia 

Dapat kita katakan bahwa self-compassion adalah salah satu  bentuk  dari  kasih  sayang  terhadap  diri  sendiri.  Dr.Kristin  Neff  sebagai  perintis self-compassion,  dalam  web resminya self-compassion.org,  membagi self-compassion ke dalam tiga bagian, yaitu : self-kindness  vs judgementcommon  humanity  vs  isolation;  dan mindfulness  vs  over identification

Bagian dari Self-Compassion 

Self-kindness vs Self-judgement 

Orang  yang  menyayangi  dirinya  sendiri  harus menyadari  bahwa  tidak sempurna diri,  kegagalan,  dan kesulitan dalam hidup tidak dapat dihindari, sehingga kita tidak  boleh  terlalu  keras  terhadap  diri  sendiri.  Kita  tidak selalu  bisa  menjadi  atau  mendapatkan  apa  yang  kita inginkan.  Ketika  kenyataan  ini  diterima  dengan  simpati dan kebaikan, keseimbangan emosional yang lebih besar dialami 

Common humanity vs Isolation 

Ketika  apa  yang  kita  inginkan  tidak  sesuai  dengan kenyataan sering kali bersamaan dengan perasaan terisolasi. Seakan-akan  kita  adalah  orang  yang  paling  menderita  di dunia, padahal manusia sendiri merupakan makhluk yang rentan  dari  ketidaksempurnaan.  Maka  dari  itu,  menurut Kristin   Neff   (2011), self-compassion   melibat kan pengakuan  bahwa  penderitaan  dan  ketidakmampuan pribadi  adalah  bagian  dari  pengalaman  bersama  yang artinya kita tidak sendiri dengan masalah yang kita hadapi, banyak manusia lainnya yang mungkin mengalaminya juga seperti apa yang kita alami sekarang. 

Mindfullness vs Over identification 

Self-compassion juga membutuhkan keseimbangan terhadap emosi negatif kita sehingga perasaan yang hadir tidak  ditekan  atau  dibesar-besarkan  (over  identification). Kita  harus  menempatkan  situasi  kita  sendiri  ke  dalam perspektif yang lebih luas. Hal tersebut juga berasal dari kesediaan untuk mengamati pikiran dan emosi negatif kita dengan  keterbukaan  dan  kejelasan  sehingga  kita  terjaga dalam kesadaran yang penuh saat menghadapinya.  

Bersikap  baiklah  pada  diri  kita  sendiri  sebelum  kita melakukannya  kepada  orang  lain  atau  mengharapkan kebaikan dari orang lain. Seperti yang Kunto Aji bilang dalam  lagunya,  “yang  sebaiknya  kau  jaga  adalah  dirimu sendiri”.  Lagu  tersebut  mengingatkan  kepada  kita  untuk senantiasa  menjaga  dan  menyayangi  diri  kita  sendiri terlebih dulu, kemudian hal lain. Dengan kita menerapkan self-compassion,  maka  kita  menjaga  dan  berbuat  baik terhadap diri kita sendiri. 

“Dengan Self-Compassion, kita memberikan kebaikan dan perhatian yang sama seperti yang kita berikan kepada teman baik.”

Kristin Neff 

Referensi  

Penulis: Niswa Ajibah (Instagram: @niswajibah) 

Penutup 

Oke untuk artikel self-compassion berbuat baik kepada diri sendiri cukup sampai di sini saja. Jangan lupa bagikan artikel ini supaya kami segera dapet adsenseTerima kasih. 

Bagi kamu yang memiliki kritik atau saran yang bersifat membangun blog ini. Mungkin juga ingin mengirimkan artikel untuk dipublikasikan di blog ini, kamu bisa mengirimkannya ke alamat email berikut: admin@bumipsikologi.com  

Kata kunci: self-compassion berbuat baik kepada diri sendiri. Mengenal self-compassion dalam psikologi. Self-compassion itu apa. Bagaimana supaya memiliki self-compassion. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

%d blogger menyukai ini: