Kata Siapa Maraton Nonton Anime atau Drakor dan Baca Buku Tidak Ada Manfaatnya – Teknik Konseling Bibliotherapy dalam Psikologi

Wall of Information

13 Jan, 2021

Pendahuluan 

Kali ini Bumi Psikologi akan memuat artikel mengenai teknik konseling bibliotherapy dalam psikologi. Bagi yang merasa melihat teman kamu sedang maraton nonton anime atau tontonan lain semisal drakor dan baca buku terus, kata siapa ga ada manfaatnya. Kamu harus berbaik sangka, mungkin teman kamu itu sedang mencari coping stress terbaik, bukan lagi tidak sibuk. Itu juga merupakan teknik konseling dalam psikologi. 

Baca juga: Tuhan, Kenapa Aku Latah? Sebuah kajian Fenomena Hyperekplexia atau Latah dalam Psikologi 

Atau kamu yang sekarang sedang namatin serial animenya lanjutin saja siapa tahu manfaatnya kamu rasakan ketika masuk episode terakhir. Kan ga tahu bagaimana ke depannya. Baik nasib sendiri atau jalan cerita yang memang kalau ga ada manganya. Apa sih, baca saja coba teknik konseling bibliotherapy dalam psikologi sampe habis. 

Yuk langsung baca artikel dengan judul lengkapnya kata siapa maraton nonton anime atau drakor dan baca buku tidak ada manfaatnya – teknik konseling bibliotherapy dalam psikologi dan bagiin. 

Kata Siapa Maraton Nonton Anime atau Drakor dan Baca Buku Tidak Ada Manfaatnya – Teknik Konseling Bibliotherapy dalam Psikologi 

Kalau Teman Kamu Curhat, Coba Pakai Teknik Bibliotherapy 

Teruntuk kamu yang kebetulan (re: kecelakaan) menjadi mahasiswa psikologi, tentu mendapatkan  curhatan orang merupakan hal yang biasa. Bahkan mungkin mendapatkan predikat sebagai seorang ahli dalam membaca pikiran. Ya memang begitulah stereotip, mau membungkam apalah daya bukan negara. Biarkan saja hidup dan kita nikmati saja predikat itu sembari menyumpal mulut mereka dengan tes kognitif, tes personality atau bahkan tes intelligensi. 

Menyebalkan juga sih kalau keseringan terus disuruh untuk meramal orang besok akan dapet jodoh atau tidak, kepribadian kayak siapa atau gue orangnya kayak gimana, ya mana saya tahu. Memangnya aing Roy QOC (Baca: Quality of Control). Yang rendah hati tidak menyebutkan namanya ketika meremal tahun lalu ada artis yang ketangkap karena narkoba. Becanda kok, karena saya orang baik tidak suka menghujat orang hehe 

teknik konseling bibliotherapy dalam psikologi. Penjelasan teknik bibliotherapy. Contoh teknik bibliotherapy. Manfaat teknik bibliotherapy. Fenomena teknik bibliotherapy.
Bumi Psikologi – Bibliotherapy teknik konseling menggunakan cerita dari buku atau movie. Sumber: Unsplash.com

Balik lagi ke curhat, memang sih bukan sebuah privilege bagi mahasiswa psikologi saja jadi wadah curhat. Tapi bagi kamu juga yang memang kebetulan sering menerima banyak keluhan orang, bisa pakai teknik bibliotherapy ini. 

Kamu tidak memerlukan teknik konseling yang canggih untuk menjadi teman curhat. Tidak usah juga mempelajar logo terapi, kognitif-behavior terapi, humanistic approach atau hipnoterapi dsb. Cukup kasih saja bibliotherapy ini. Tapi tidak semuanya bisa kamu selesaikan dengan ini juga sih. Namun meskipun begitu, dengan teknik ini setidaknya siapapun bisa melakukannya, terlepas kamu konselor atau bukan. Atau mungkin kamu yang no life tidak punya teman curhat bisa menggunakan teknik ini. 

Apasih Bibliotherapy Itu? 

Singkatnya mungkin kamu sudah tahu dari kata biblio, sama kayak bibliografi, yaitu buku atau kitab. So, teknik terapi dengan buku. Jadi begini deh, biasanya anak manusia kalau curhat itu tidak jauh seputar kecemasan, tekanan hidup atau rasa duka dan kesedihan yang dialami. Sebagai seorang awam, tentu memerlukan sebuah keahlian membaca apa yang sedang terjadi antara tubuh dan pikiran.

The only person who is educared is the one who has learned how to learn and changeMuch of Human

Carl Rogers – Humanistic Psychologist

Dengan menggunakan teknik ini, tujuannya untuk menjembatani kamu dalam menerka apa kira-kira yang sedang terjadi pada temanmu itu. Masalah lain yang bisa kamu coba menggunakan teknik ini seperti penyalahgunaan zat, orang-orang no life atau merasa diri tidak berarti, tanpa gairah hidup, kesepian dan relationship issues. 

Konsep bibliotherapy yaitu dengan memanfaatkan membaca dan bercerita. Dengan begitu tujuan dari proses therapeutic dengan strategi yang biasa bisa kamu capai. Bahasa mudahnya membantu teman kamu in dealing with their situations.  

Pendekatan menggunakan sarana buku atau bibliotherapy bisa dengan cara memberikan referensi kepada teman kamu satu atau beberapa buku. Bukan sembarang buku dong tentunya. Tapi buku yang memang relevan dengan permasalahan yang teman kamu hadapi itu. Apalagi teknik bercerita dan membaca akan cocok untuk anak-anak dan remaja. 

Baca juga: Aku Tahu, Kamu Suka Sama Aku, Kan? – Fenomena Erotomania 

Sehingga ketika teman kamu membaca buku atau sebuah cerita, suruh mereka bercerita tentang hasil bacaanya. Kamu bisa amati bagaimana doi menginterpretasi hasil bacaan tadi. Terlebih kamu bisa ajak dialog mengenai topik yang sudah dibaca. Misalnya berdialog mengenai bagaimana tokoh protagonis yang memiliki permasalahan cukup mirip bisa dijelaskan. Hasilnya percakapan akan mengalir dan bisa lebih nyambung dalam berbicara. 

Ketika menggunakan teknik ini dalam beragam setting atau latar, terapis dan klien bisa saling memberi dan menerima feedback terhadap masing-masing interpretasi. Interpretasi terhadap hasil bacaan terutama yang berkaitan dengan isu yang dihadapinya. Ini akan lebih membantu dalam meningkatkan komunikasi serta mendorong hubungan komunikasi yang lebih dalam dengan klien atau teman kamu itu. 

Namun kelemahannya kamu harus punya banyak referensi buku terkait isu yang beragam. Kalau tidak mana bisa kasih saran bacaannya kan. Meskipun begitu, kalau kamu belum baca semua buku, kamu bisa melihat referensi seperti di goodreads atau di situs play book. Tapi tidak hanya buku juga, bisa menyarankan anime misalnya dengan tema yang berkaitan. 

Apa Manfaat dari Bibliotherapy 

Dengan menggunakan teknik bibliotherapy ini, banyak manfaat yang bisa didapatkan dari hal tersebut. Seperti yang sudah saya singgung di atas, teknik ini meliputi penyaranan lewat buku novel, cerita pendek, puisi atau materi lainnya untuk membantu dalam mengatasi masalah. Dari medium tersebut beberapa manfaat yang akan terasa seperti 

Stories give us other perspectives to see the problem 

Cerita baik dari buku atau juga tontonan bisa memberikan kita beragam perspektif atau cara pandang dalam melihat sebuah masalah. Misalnya ketika merasa bahwa kenapa setiap melamar bekerja selalu gagal. Dengan membaca buku atau menonton anime atau drakor misalnya kamu akan tahu banyak orang yang jadi pengusaha karena gagal dalam melamar kerja. 

Dalam masalah lain misalnya, kamu sering merasa hidup ga guna, jadi beban keluarga dan masyarakat. Kamu terus menyesali kenapa masa lalu dihabiskan hanya dengan bersenang-senang. Ketika menonton cerita atau membaca buku, kamu akan tahu bahwa menyesal itu hanya akan berujung penyesalan di kemudian hari karena tidak segera melakukan aktivitas positif. Kira-kira seperti itu. Biasanya, untuk dealing and solving our problems, kudu deal dulu dengan perasaanya. Artinya memandang masalah bukan sebagai masalah, tapi bisa sebagai challange bagi diri untuk berubah. 

To diversify our coping stress strategies 

Ketika memiliki pandangan atau perspektif baru dalam melihat masalah, kamu juga akan lebih dingin dalam berpikir. Berpikir dengan tenang akan membantu kamu untuk memilah-milah kira-kira mana coping atau cara terbaik dalam mengatasi masalah kamu. Dengan begitu, fokusnya bukan kepada perasaan kamu, tapi fokus menyelesaikan masalah yang ada. Misalnya tidak meratapi nasib karena terlahir tidak dari kalangan ningrat, tapi lebih ke mengerahkan lengan baju untuk giat bekerja. 

So, begitu juga ketika ada masalah fokus pada deal dulu dengan persaan yang dihadapi dengan cara yang beragam dan fokus kepada masalah itu bagaimana mengatasinya. 

Give us a self-awareness and self-esteem 

Dengan cerita, kamu akan sadar bahwa hidup tidak sendirian. Masalah yang dihadapi pasti ada solusinya. Masalah manusia itu tidak unik, karena sudah pernah terjadi di masa lalu. Jadi jangan merasa masalah berat atau tidak bisa kamu selesaikan. Karenanya manfaat menonton cerita dan membaca buku bisa improving self-awareness and self-esteem to understand that we are not alone and our problems are not too diffuclt to be solved

Referensi : very well mind 

Penutup 

Oke untuk artikel teknik konseling bibliotherapy dalam psikologi cukup sampai di sini saja. Jangan lupa bagiin artikel ini ke temanmu yang lain supaya kami segera dapet adsenseTerima kasih. 

Bagi kamu yang memiliki kritik atau saran yang bersifat membangun blog ini. Mungkin juga ingin mengirimkan artikel untuk dipublikasikan di blog ini, kamu bisa mengirimkannya ke alamat email berikut: admin@bumipsikologi.com  

Kata kunci: teknik konseling bibliotherapy dalam psikologi. Penjelasan teknik bibliotherapy. Contoh teknik bibliotherapy. Manfaat teknik bibliotherapy. Fenomena teknik bibliotherapy. 

Lebih suka melihat langit biru di antara pepohonan yang hijau. Kunjungi: https://arifkeisuke.com